Gusti, ijinkan aku menyapa Lailah walau dia enggan untuk mendengar sapaanku.
Lailah, kau dicari dan dinanti. Orang-orang menerka dan mengira-ira kedatanganmu. Di awal, pertengahan atau menjelang subuh. Orang-orang sibuk menyambutmu dengan murattilan, dzikir, shalat sunah. Mereka menunggumu, ada yang menantimu di bilik-bilik rumah dengan mengacuhkan kebutuhan syahwatnya hanya untuk bertemu denganmu.
Jangan percaya tulisan-tulisan ini dan Penulisnya. Percayalah pada Tuhanmu, bila engkau dapat mengambil pelajaran bukan karena Penulis atau tulisannya melainkan Tuhan yang memberimu pemahaman.
Langganan:
Komentar (Atom)
Istighfar Harus Melatihmu Sebagai Pemaaf
Berapa kali kita memohon ampun kepada Allah (istighfar) dalam sehari semalam? Nabi saw, membaca istighfar minimal 70 kali sehari semalam. Pe...
-
Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat h...
-
Gb. Di Depan Kantor Urusan Haji Indonesia Makkah Dini hari waktu Makkah saat itu mendapatkan pesan wattshap, mengabarkan wafatnya Mbah Moen...
-
Dalam obrolan mbang-mbung di Pagemblungan, tetiba Doel Kemplo melontar pertanyaan aneh bin ajaib: “Doel, sekotor apa Gusti Alah, sehingga ki...