Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2025

Green Religion Dalam Kebijakan Riset PTKI

Tiga garis besar arahan Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nazarudin Umar, MA. dalam rapat kerja nasional pendidikan islam yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Ancol yaiitu green religion, agama cinta (religion of love) dan nasionalime. Tiga isu tersebut harus menjadi landasan lembaga pendidikan untuk menanamkan pada anak didik melalui satuan pendidikan di bawah pembinaan Kementerian Agama dalam menyiapkan generasi menuju mencapai Indonesia Emas 2045.

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai salah satu satuan pendidikan tinggi di bawah binaan Kementerian Agama memiliki human resource peneliti yang dapat memberikan data (data supplay) tentang tiga hal tersebut melalui riset selain tema-tema pengembangan keilmuan dan perguruan tinggi.  Ada sembilan prioritas riset perguruan tinggi keagamaan islam yang dituangkan dalam Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6088 Tahun 2024, yaitu Agama dan Keagamaan, Pangan-Pertanian, Energi, Kedokteran dan Kesehatan, Transportasi, Produksi Rekayasa Keteknikan, Pertahanan dan Keamanan, Kemaritiman, Sosial Humaniora.

Tentang green religion, apakah lembaga-lembaga agama dan pendidikan agama/keagamaan sudah berperan dalam memperpanjang usia bumi, mencegah perubahan iklim secara eskstrim, mencegah kerusakan lingkungan, deforestasi, dan isu-isu kerusakan lingkungan lainnya. Agama memiliki dalil tentang larangan perusakan bumi (laa tufsidu fil ardhy ba’da ishlahiha) dan dalil lainnya seperti QS. Al-Baqarah: 30 dan 205, QS. Al-Maidah: 32, QS. Al-Isra: 70, QS. Shaad:27-28, dan lainnya. Quran sebagai pedoman hidup seorang muslim dan juga menjadi petunjuk bagi seluruh manusia (hudan linnas) harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam menjaga lingkungan.

Menurut Indeks Kebersihan Lingkungan negara-negara atau Enviromental Performance Index (EPI), sepuluh negara dengan skor tertinggi tahun 2024 adalan Estonesia (75,3), Luxemburg (75,1), Jerman (74,5), Finlandia (73,8), Inggris (72,6), Swedia (70,3), Norwegia (69,9), Austria (68,9), Swiss (67,8) dan Denmark (67,7). Sementara Indonesia berada di urutan 117 terbersih di dunia.

Indonesia merupakan negara mayoritas muslim di dunia yang memiliki al-Quran sebagai pedoman hidup (way of life) yang tidak terkecuali persoalan menjaga bumi dari kerusakan. Kementerian Agama memiliki tugas dan fungsi pendidikan dan keagamaan yang dapat menggerakkan seluruh elemen pendidikan dan keagamaan untuk menjaga bumi dari kerusakan melalui kebijakan-kebijakan berbasis data (policy base data) yang mendukung terhadap pelestarian lingkungan. Untuk itu penting kiranya perguruan tinggi keagamaan dapat menyisipkan tema-tema riset tentang perubahan iklim (climate changes), pelestarian lingkungan, deforestasi, dan lainnya dalam rangka mendukung kebijakan tersebut. 

Kampus dapat memberikan peluang terhadap tema riset green religion melalui bantuan riset pada satuan kerja perguruan tinggi. Kampus bisa memberikan kontribusi solusi pencegahan kerusakan lingkungan sekitar kampus melalui usulan kebijakan ke pemerintah daerah, model rancang bangun lingkungan bebas banjir dan bencana lainnya, model pendampingan masyarakat rentan bencana, model pengabdian masyarakat berbasis mitigasi bencana, dan bentuk lainnya.

Peneliti perguruan tinggi keagamaan juga bisa akses penelitian di satuan kerja Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam melalui program bantuan riset BOPT dan program pendanaan riset Indonesia bangkit atau MoRA the AIR Funds Program melalui aplikasi Litapdimas. Program MoRA the AIR Funds yang telah dilaunching akhir 2024 membatasi empat fokus, yaitu Sosial Humaniora, Sains dan Teknologi, Ekonomi dan Lingkungan serta Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan.

Hasil riset para dosen atau peneliti PTKI diharapkan tidak hanya publikasi ilmiah (artikel) pada jurnal ilmiah nasional maupun internasional, diharapkan dapat memberikan kemanfaatan langsung pada perubahan sosial masyarakat. Kebermanfaatan langsung bagi masyarakat bisa dalam bentuk penggunaan teknologi tepat guna hasil riset, kebijakan pemerintah dan pemberdayaan atau pengabdian masyarakat berbasis riset. Setelah riset, peneliti/dosen memiliki darma pengabdian yang bisa dikembangkan dari riset yang telah dilakukan (riset and development).

Riset PTKI juga harus didesain menghasilkan data survei, rekomendasi kebijakan, pillot project, prototype/model, pencatatan varietas/strain, dan memperkaya hak kekayaan intelektual seperti paten, merek dagang, dan rahasia dagang serta kekayaan intelektual lainnya. Dari riset, seharusnya kita bisa memetakan peran kampus perguruan tinggi keagamaan dalam mencegah kerusakan bumi melalui melalui riset dan pengabdian masyarakat berbais green religion (abdul basid)

Rabu, 06 September 2023

Mensinkronkan Kurikulum Agama dan Fungsi Edukasi Masjid

(Abdul Basid)

Pendidikan Islam yaitu proses internalisasi pengetahuan dan nilai-nilai Islam melalui pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, pengawasan, serta pengembangan potensi, untuk mencapai keselarasan hidup dunia dan di akhirat. Banyak pakar pendidikan yang mendefinisikan pendidikan islam. Saya memahami pendidikan Islam sebagai uapaya memberikan pengetahuan dan pemahaman agama (tafaqquh fiddin),

Kamis, 29 Juli 2021

BERPIKIR KRITIS ITU IBADAH

Kata-kata yang keluar dari Cak Lontong – MIKIR!!! – mengingatkan saya pada ledekan Allah Swt. Kepada kita semua.  Afalaa ta’qiluun (opo ra dinggo akalmu?), atau afalaa tatafakkaruun (opo koen ora mikir?); afala tadzakkarun (opo to ora ngiling-ngiling?), yang secara sederhana diucapkan oleh Cak Lontong; mikiiirrr!!.....mikiiirr!

Mempelajari kata tanya what, why, when, who, where, dan how bukan untuk mendapatkan nilai raport yang bagus. Melainkan memberikan teknik dasar bagaimana kita menggunakan akal kita dengan memulai dari pertanyaan atau rasa penasaran kita. Dari pertanyaan-pertanyaan yang kita munculkan, kemudian kita mencari jawaban atas pertanyaan tersebut.

Berpikir kritis adalah menempatkan sesuatu sebagai masalah (atau alasan kenapa saya harus berpikir atasnya?), kemudian mencari solusi atau jawaban atas masalah tersebut. Jawaban bisa lebih dari satu, atau beberapa alternatif jawaban dan menguji jawaban-jawaban tersebut hingga terpilih sebagai jawaban yang paling tepat atas permasalan tersebut.

Berpikir kritis juga tidak semena-mena menelan informasi yang kita terima atau beredar di masyarakat baik riil society atau virtual society. Kita akan menanyakan pada diri kita dengan kata tanya yang pernah kita pelajari dan mencari jawaban atas informasi-informasi tersebut. Pencarian informasi yang kita lakukan adalah bentuk tabayyun (penjelasan) terhadap informasi sebelumnya.

Berpikir kritis merupakan bentuk syukur kita kepada Allah swt., atas nikmat otak (brain) dan fungsiya (mind). Diberi otak tak digunakan untuk berpikir, seperti halnya hewan yang hanya mengandalkan intuisi atau naluri hewani mereka. Hal ini yang membedakan manusia dengan hewan-hewan lainnya.

Berpikir kritis sebagai ibadah bukan berpikir untuk melakukan maksiat atau hal-hal yang dilarang oleh agama. Dengan berpikir kritis kita dapat lebih bijaksana, lebih bermanfaat, lebih menyayangi setiap makhluk-makhluk yang ada di bumi, sehingga kita lebih mendekati apa yang dikendaki Tuhan atas tujuan kita sebagai manusia.

Kita diberikan guidance oleh Allah Swt melalui beberapa ayat dalam Alquran. Misalnya QS. Ali Imran:190-191 tentang penciptaan langit dan bumi serta perbedaan siang dan malam menjadi tanda bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah dalam semua keadaan, berpikir pada penciptaan yang selalu ada faedahnya. Mereka selalu mensucikan pikiran mereka dan berlindung atas kesesatan fikir mereka agar tidak terjebak ke lubang neraka.

Ciri-ciri kritis itu ibadah adalah kekritisan kita menambah pengetahuan, menambah rasa syukur kita kepada Allah Swt., semakin mendekatkan diri kita kepada kebaikan, semua alur pikir kita bermuara akan bermuara Allah dengan tetap mengikuti proses berpikir. Dan bila pikiran kita mengarah kepada kemaksiatan, yang menghilangkan eksistensi Allah dalam cara berpikir kita maka kembalilah. Telusuri kembali alur pikir kita. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah adalah mereka yang berilmu pengetahuan (AB).

Sabtu, 24 Juli 2021

Pendidikan Itu Membanggakan

Setelah selesai pengambilan raport di akhir semester, tak sengaja ibu-ibu berkumpul membincangkan raport anak-anak mereka. Mereka membincangkan nilai mata pelajaran hingga ranking kelas. Bagi orang tua yang anaknya tidak memiliki nilai bagus atau tak mendapatkan ranking di kelasnya, memilih untuk menghindari kumpul-kumpul tersebut.

“Anak saya matematikanya bagus”, kata Bu Ekha.

“Anakmu dapat ranking berapa, Bu?”, tanya Bundanya Azka.

“Alhamdulillah, dapat ranking lima”, Jawab Bu Ekha.

“Kasihan tuh, anaknya Markonah ranking mbuncit (paling akhir). Dah, gitu anaknya nakal lagi”, lanjut Bu Ekha setelah puas mendengar jawaban Bunda Azka.

Selain perbincangan sekilas setelah terima raport, bahkan kadang dilanjut setelah sampai rumah dan bertemu dengan ibu-ibu lain yang memiliki anak yang bersekolah. Ada juga yang membuat status bertuliskan, “Alhamdulillah ‘ala kulli hal, ananda helmi mendapat ranking 1, terus belajar nak agar kamu jadi orang sukses dan shaleh”, sambil memosting foto raport dari ranking anaknya di wathsap, facebook dan instagram.

Apa yang dikehendaki ibu-ibu dari perbincangan dan postingan di medsos seputar nilai dan ranking di raport anaknya? Bangga terhadap hasil sekolah anak-anaknya. Anak-anak bisa buat dipamerkan pada khalayak. Meski kebanggaan seperti kurang tepat, namun itulah realita di masyarakat yang wajar.

Di kampung, anak laki-laki yang akan disunat harus bisa membaca Alquran. Biasanya saat slametan atau walimah al-khitan, anak yang disunat menunjukkan kebolehannya membaca surat-surat pendek al-Quran pada juzz 30. Kegiatan yang demikian disebut warga sebagai Kataman Qur’an (khatmilquran). Tradisi itu baik, untuk menginjakkan pada usia akil baligh, anak laki-laki harus bisa membaca al-Quran dengan fasih. Namun, apakah benar tujuan tersebut untuk mempersiapkan anak laki-laki menyambut usia mukallaf?

Orang tua memberikan dorongan moril dengan memberikan syarat pada anak laki-lakinya yang sudah minta disunat. Mereka akan bilang: “Bila belum bisa baca Quran belum disunat”. Semakin tambah usia anak semakin malu bila belum disunat, sehingga anak-anak harus semangat rajin mengaji agar bisa baca Quran dan lebih cepat disunat. Bila sudah bisa mengaji al-Quran dengan baik, pertimbangannya keberanian anak saja. Ucapan orang tua merupakan mootivasi untuk anak agar segera dapat membaca al-Quran dengan baik. Toh, bila sama sekali tak bisa baca pun tetaplah disunat. Ada perasaan bangga bagi orang tua saat anak-anaknya sudah bisa membaca al-Quran dengan ditunjukkan dalam acara Kataman Quran. Ini tidak berlaku bagi anak perempuan. Anak laki-laki adalah calon suami yang harus mendidik isterinya, calon kepala rumah tangga yang dapat menjadi teladan dan mengajari isteri dan anak-anaknya.

Coba lihat Mbok Darmi yang selalu menceritakan kesuksesan anak-anaknya yang bekerja merantau di Jakarta. Sambil memijit kliennya, Mbok Darmi menceritakan pengorbanannya menyekolahkan anaknya dari hasil kerja sebagai pemijat tradisional. Dia selalu menceritakan anaknya yang selalu menjadi juara kelas hingga kuliah di perguruan tinggi negeri yang keren dan mendapatkan pekerjaan yang baik di ibu kota sebagai petinggi di perusahaan multi nasional.

“Mbok, kenapa tidak ikut tinggal di jakarta?”, tanya Mak Sumi yang sedang dipijit oleh Mbok Darmi.

“Tidak. Saya tidak betah di Jakarta. Rumahnya besar, ada 2 pembantu, kamarnya ber-AC, dan kemana-kemana dianter sama sopirnya”, jawab Mbok Darmi sambil mendeskripsikan kelengkapan fasilitas rumah anaknya.

“Kan enak, Mbok. Kenapa tidak betah, Mbok?”, tanya Mak Sumi dengan penasaran.

“Disana jarang bertemu dengan anak dan menantu saya, mereka sibuk bekerja. Anak-anak mereka juga sibuk sekolah, les privat, main laptop, dan pergi jalan-jalan”, Mbok Darmi mulai mengutarakan rasa kecewa tinggal di rumah anaknya.

Percakapan Mbok Darmi dengan Mak Sumi menunjukkan kebanggaan orang tua terhadap kesuksesan anaknya, dari masa sekolah, kuliah hingga memperoleh pekerjaan dan memiliki rumah serba lengkap. Disamping kebanggaan, Mbok Darmi menaruh kekecewaan kepada anaknya, sebab jarang bertemu dengan anak dan menantunya karena kesibukan. Jauh dari bayangan Mbok Darmi, setiap hari bisa ngobrol dengan anak dan menantunya seperti kehidupan orang kampung.

Bahkan mbok Darmi tak pernah mendengarkan anak, menantu dan cucunya membaca al-Quran setiap harinya. Paling tidak seminggu sekali baca surat yasin dan tahlilan untuk berkirim doa kepada bapaknya yang telah meninggal dunia. Bayang angan-angan Mbok Darmi tertuju pada Ahmad putra Sarmin, tetangga sebelah rumahnya.

Meski rumah Ahmad kecil terbuat dari dinding bambu, lantainya masih plesteran biasa. Setiap bakda maghrib dan subuh terdengar lantunan ayat-ayat suci al-Quran anak-anaknya (cucu Sarmin). Maklum dinding rumahnya tidak kedap, karena masih ada rongga-rongga anyaman bambu sehingga suara anak-anak Ahmad terdengar ke telinga Mbok Darmi. Tiap malam Jumat Ahmad mengadakan tahlilan sekeluarga untuk mendoakan Pak Sarmin dan Pariyem yang sudah sepuluh tahunan meninggal dunia.

Tak sadar pipi Mbok Darmi basah karena air mata mengalir ke pipi. Dan dengan sigap Mak Sumi langsung tanya: “Nangis kenapa, Mbok?”

“Tidak apa-apa, Sum. Cuma mikir saja, saya masih hidup saja tak pernah dengar suara ngaji anak dan menantu serta cucu saya, bagaimana kalau saya meninggal? Apakah saya akan dikirimi doa-doa dari anak cucu saya?”, jawab Mbok Darmi dengan kesedihan mendalam. Maklum usia Mbok Darmi sudah 60 tahun. Meski sudah kepala enam, Mbok Darmi masih kuat memijit orang-orang yang membutuhkannya.

“Tidak apa-apa, Mbok. Anakmu kan duite akeh, ngko tiap bulan anakmu bisa undang ornag-orang untuk mendoakan Mbok Darmi”, jawab Mak Sum, untuk menenangkan kegelisahan Mbok Darmi.

Kesuksesan anak Mbok Darmi adalah kesuksesan Mbok Darmi untuk merubah kehidupan anaknya menjadi sukses. Kehidupan anaknya tidak seperti kehidupannya yang serba kurang, rumahnya sempit dan pengap, bau amis ikan asin, dan tidur tidak nyaman. Susah dan derita dirinya menjadi lecut tekad bulat, agar anak-anaknya tidak sesusah dirinya. Mereka harus bersekolah agar bisa memperoleh pekerjaan yang dapat menghasilkan uang banyak, bisa membeli rumah mewah, membeli kendaraan bagus, dan dapat menikmati kebahagiaan. Anak Mbok Darmi sukses sesuai dengan doa dan pengharapannya. Kekayaan dan kesuksesan anaknya menjadi sebuah kebanggaan yang dapat diceritakan ke semua orang. Meski tanpa diceritakan Mbok Darmi pun orang-orang kampung dapat melihat kesuksesan anaknya.

Kebanggaan Mbok Darmi menyimpan kesedihan. Meski bangga dengan kesuksesan anaknya, dia sedih dan tidak bisa membanggakan dan mengharap kepada anaknya seperti anaknya Pak Sarmin. Meski tidak kaya, pekerjaan serabutan, penghasilan tak menentu, hanya memiliki sepeda motor butut, Ahmad bisa menyempatkan diri untuk menghadiahkan bacaan al-Quran setiap malam kepada orang tuanya. Dan secara khusus menghadiahkan dzikir dan tahlil pada malam Jumat di setiap pekan.

Kebanggaan apa yang diperoleh orang tua terhadap hasil pendidikan anak-anaknya? Minimal ada empat kebanggaan terhadap proses pendidikan anak-anak mereka. Pertama, Orang tua bangga terhadap anak-anaknya saat mereka mampu belajar dengan baik, bahkan dapat memperoleh prestasi di sekolah. Bahkan mereka rela membela anak-anak mereka dengan menceritakan kehebatan penguasaan pelajaran anak-anaknya meski jauh dari kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, mereka menceritakan anaknya pinter ini dan itu, meski jauh dari dari itu.

Kedua, orang tua bangga terhadap anak-anaknya saat dapat menyelesaikan studinya dengan baik, apalagi memperoleh nilai tertinggi. Bisa-bisa seluruh kampung mendengar ceritanya tentang prestasi anak-anaknya. Ketiga, orang tua bangga dengan kesuksesan anak-anaknya dapat memperoleh pekerjaan yang bisa dibangga-banggakan. Paling tidak, kehidupan anak-anaknya tidak semenderita kehidupan mereka.

Keempat, kebanggan mereka melihat anak-anaknya memilki perhatian terhadap dirinya dan menjalankan ibadah dengan taat. Mereka minta disambangi, dikunjungi, diajak ngobrol. Mereka bangga bila melihat anak-anak mereka dapat menjalankan agamanya dengan baik, hingga suatu saat setelah mereka meninggal akan selalu dikirimi doa. Dalam Islam, anak-anak seperti itu adalah anak-anak yang shalih yang selalu mendoakan orang tuanya. Anak-anak tersebut menjadi sumber pahala yang takkan pernah putus, akan terus bersambung bila cucu, buyut, cicit, dan keturunannya menjadi orang-orang baik (shalih).

Tiada guna, anak-anak yang meraih keilmuan yang tinggi, kesuksesan jabatan, banyaknya harta yang dia kumpulkan, namun lupa terhadap orang tuanya yang telah meninggal. Mereka didoakan setahun sekali saat peringatan haul dengan mengundang tetangga, dikunjungi kuburnya setahun sekali saat mudik untuk membersihkan rumput yang tumbuh di atas kubur orang tuanya. Semoga kita menjadi anak-anak yang bisa dibanggakan orang tua dan memiliki anak-anak serta keturunan dalam kebanggaan yang benar.

Jumat, 22 September 2017

Film Animasi Butuh Kehadiran Negara

Kontroversi anjuran nonton bareng (nobar) film Gestapu (Gerakan September Tiga puluh) oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadikan Presiden angkat bicara untuk merekonstruksi film sejarah tersebut sesuai dengan generasi milenial saat ini. Bila tujuan rekonstruksi film Gestapu adalah bagian dari pendidikan sejarah melalui film untuk membangkitkan nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa.  Selain film-film sejarah, negara juga harus hadir untuk menyajikan film-film keindonesiaan, seperti; kekayaan alam Indosia, ragam budaya, multikutural, gotong royong, kebhinekaan dan lain sebagainya.
Kita memiliki ragam kuliner, seperti; nasi padang, nasi goreng, soto, sate, konro, sego megono, nasi uduk, nasi lengko, ketoprak, bakso, dan segala macamnya yang harus diperkenalkan oleh anak-anak tentang kekayaan kuliner kita. Kita memiliki ragam kesenian daerah, tarian, wayang, ludruk, ketoprak, musik, lagu daerah dan lainnya. Kita memiliki kontruksi bangunan rumah adat yang berbeda antara suku-suku yang ada di Indonesia, termasuk pakaian adat, bahasa daerah yang berbeda-beda. Kekayaan yang dimiliki oleh kita bangsa Indonesia harus diperkenalkan kepada generasi bangsa sejak dini.
Film kartun atau animasi anak sangat menarik bagi anak-anak sebagai media pendidikan sejarah dan kebudayaan bangsa. Film kartun/animasi semacam Si Unyil yang diproduksi oleh PNFI harus direkonstruksi atau membuat film animasi baru untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa sejak dini. Selama ini anak-anak menikmati tontonan animasi dari luar seperti Jepang, India, Malaysia, Amerika dan lainnya. Anak-anak mengetahui wayang, permainan tradisional, kekayaan alam dan kebudayaan dari tayangan Upin-Ipin. Usia dini sebagai golden age, sangat potensial untuk menyimpan memori dari pesan yang mereka lihat/tonton.
Saatnya negara hadir dalam misi pendidikan sejarah dan kebudayaan bangsa melalui film, sesuai dengan usia mereka. Di era digital ini, dimana anak-anak sudah memegang gadget, handpone, i-phone, dan media yang dapat mengakses internet untuk mengunduh aplikasi atau film dibandingkan dengan membaca buku-buku sejarah dan kebudayaan.
Negara dapat melibatkan anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan animasi untuk membuat film-film animasi nusantara sehingga biaya pembuatan film animasi lebih murah sebagai misi penanaman cinta tanah air dan bangsa melalui perfilman (animasi). (abdul basid; 22/09/2017)


Kamis, 11 Juli 2013

Sinergisitas Sekolah dan Pesantren dalam Membangun Karakter Bangsa

Biasanya sekolah akan meliburkan siswa-siswinya pada awal dan akhir pekan bulan Ramadhan. Pesantren Salaf akan meliburkan para santri dari pembelajaran reguler dan mengganti dengan program "pasaran" atau "pasanan". Tidak bagi pesanntren semi modern, mereka harus mengikuti kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Saat pemerintahan Gus Dur, pembelajaran di sekolah diliburkan selama bulan Ramadhan. Untuk mengembalikan anak-anak dalam pengawasan orang tua dan masyarakat.

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...