Jumat, 22 Mei 2026

Saudara Penguasamu Vs Teman Raja Diraja

Tuhan adalah Raja Diraja (Malikal Mulk), penguasa yang tiada tak ada tandingannya. Siapapun dan apapun bisa diperintahkan untuk menghancurkan apapun yang dikehendaki. Tapi, Tuhan tidak mengedapankan sifat jalaliyah, melainkan dengan sifat jamaliyah-Nya. Allah memberikan waktu pendosa untuk bertaubat, dengan taubatan nashuha akan diampuni. Bila pun kemudian diberikan musibah (azab) sudah beberapa kali diingatkan oleh rasul-Nya.

Siapapun yang dekat dengan-Nya, permintaannya tak akan ditolaknya. Siapapun yang dicintanya, tak akan pamer dan mengancam siapapun termasuk orang-orang yang menyakitinya. Orang-orang yang dekat dengan-Nya berakhlakul karimah, lemah-lembut, menebarkan kedamaian dan kasih sayang. Mereka menghindari kekasihnya kecewa, dan selalu mendoakan semua makhluk-makhluk di bumi.

Muhammad saw., yang paling dicintai kala disakiti orang-orang Yastrib malah mendoakan mereka, padahal betapa geramnya malaikat yang akan menindihnya dengan gunung. Umar ra., dicaci orang tua kafir namun tetap membantunya tanpa menyakiti sedikit pun cacian dan kekerasan fisik padanya. Ibrahim as. ditegur Allah, karena menolak memberikan makan pria tua Majusi karena tidak mau masuk Islam, padahal seumur hidupnya mereka tak menyembahnya.

Selain nabi, para wali (auliya’illah) sangat dekat dengan Sang Raja Penguasa (Malikal Mulk). Kita bisa membaca, melihat dan merasakan akhlak mereka, kasih sayang mereka terhadap sesama, tak pernah menyakiti siapapun, dan yang terpenting mereka tidak menonjolkan (nih…aku dekat dengan Raja Penguasa). Sebaliknya, bila mereka ditampakkan oleh Allah kepada khalayak mereka justeru minta diselesaikan misinya dan pindah ke wilayah lainnya.

Di sekitar kita, fenomena ini terbalik. Ada saudaranya RT atau kepala desa caci-maki warga miskin yang mengajukan bantuan. Kita bisa melihat atau mendengar dan membaca berita bahwa saudara, ada teman, kolega atau siapapun yang merasa dekat dengan penguasa begitu arogannya. Siapapun penguasa itu, ditingkat komunal, lokal, regional, nasional maupun internasional.

Seakan merasa paling menentukan untuk menurunkan atau merekomendasikan orang. Mereka bisa mengancam siapapun, karena merasa dekat dengan kekuasaan. Melakukan penguasaan seakan selalu mendapatkan restu penguasa. Sesungguhnya dengan arogansi dan keangkuhan sejatinya merusak nama baik kekuasaan. Seandainya teman atau saudara kekuasaan itu santun, berakhlak baik dan selalu membantu orang-orang yang membutuhkan maka nama baik kekuasaan itu akan dikenang baik oleh karyawannya dan masyarakat.

Andaikata saudara penguasamu berperilaku seperti teman Raja Diraja, akan sangat damai dan tenteram. Mereka akan selalu menyayangi orang-orang kecil dan membantunya untuk menyelesaikan problematikanya, bukan saling berebut posisi. Para teman Raja Diraja (aulia’) tak pernah berebut posisi, mereka justeru sangat tawadhu’ dengan menjadi pelayan yang baik dan tidak berebut ketenaran.

Semoga saudara penguasa di tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional bisa belajar dengan teman Yang Maha Kuasa dengan kesantunan akhlaknya, rasa kasih-sayang terhadap sesama, dan selalu membantu orang-orang yang membutuhkan serta tidak membuat kerusakan.

Jumat, 15 Mei 2026

Haji Kok Nunggu Panggilan

Kalimat yang sering terucap ketika kita bertanya pada seseorang terkait dengan kewajiban berhaji, yaitu nunggu panggilan dan belum mampu (istithoah). Bila ngitung berapa panjang daftar waiting list, “nunggu panggilan” itu adalah menunggu panggilan untuk pelunasan Biaya Haji dari Kementeraian Haji, yang dulu dikelola Kementerian Agama.

Kamis, 14 Mei 2026

Okehno Solawat Ben Dikenal Nabi Muhammad

“Doel, okehno awakmu moco solawat”, tetiba Kiai Ahmad menasihati Doel Semprul.

“Kata orang-orang kae, berselawat kui mengikuti (ittiba’) ro Kanjeng Nabi, Yai? Opo cukup moco thok?”, sahut Doel Kemplo.

“Wis, rasah didawak-dawakno. Koen kabeh rung karuan bisa mengikuti nabi dengan sempurna. Yang penting usaha untuk menjalankan ibadah karena taat pada Allah dan ikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi, sahabat, tabiin dan para ulama”

“Yang seneng baca barzanji, dziba, burdah, simthudduror, dan kitab maulid lainnya dilanjutkan. Anggonmu moco yo karena seneng ro nabi, berkah oleh kenduri. Sinambi dibaca, dipahami dan ikuti apa yang menjadi teladan nabi. Bila belum sempat duduk bareng di majelis untuk baca sirah nabawi (kitab maulid), sempatkan perbanyak baca solawat agar awakmu tetap nyambung dengan Kanjeng Rasul”.

“Mpean ra sah bidngah-bidngahne wong-wong sing seneng moco barzanji, maulid, solawat nang mesjid. Mereka itu berusaha memahami sejarah dan mengikuti nabi yang butuh cukup waktu”.

“Yai, saiki yo aneh-aneh, solawat nggo ben sugeh. Aku ra sugeh-sugeh Yai….”, sela Rasdan memprotes niatan bersolawat agar kaya tetapi belum mendapatkan kekayaan.

Gusti Alah mengerti tentang kita, bukan diberi harta melimpah tetapi Dia lebih sayang terhadap kita agar tetap istiqomah selalu berada bersimpuh setiap malam. Ingatlah, Tsa’labah yang didoakan nabi diberik kekayaan melimpah binatang gembalaannya hingga akhirnya jauh dari agama.

Jamaah Gendheng Wal Gemblung (di majelis Pagemblungan), sejak dakwah nabi hingga saat ini berapa banyak jumlah ummat islam sesuai dengan tingkatan masing-masing. Ada sahabat, tabiin, tabiuttabiin, ulama, kiai, ustadz, syuhada, para shalihin, para penulis kitab-kitab, dan orang-orang mulia lainnya.

Lhah…., Koen modelane ngene. Guendheng kabeh, rep saingan dengan mereka yang status keilmuan, jasa dan spiritualnya lebih tinggi dari kalian. Koen kui sampah, boro-boro dianggep, dilirik wae nggak, rung karuan masuk surga. Makanya perbanyak shalawat kepada Gusti Nabi.

Ingatlah, sekali Koen solawat bakal dibales kanjeng nabi dengan sepuluh jawaban (solawat: didoakan), Koen moco 10 solawat dibales 100 jawaban. Berapapun solawat yang kau baca akan dibalas sepuluh kali lipatnta (10x lipat). Bacalah sebanyak-banyaknya, agar Kanjeng Nabi Muhammad penasaran atasmu sehingga beliau akan mengunjungimu, mengenal dan kelak mendapatkan syafaat dalam hidup dan matimu kelak. Kala di surga tak ada dirimu, Kanjeng Nabi akan mengingat dan menanyakannya kepada Jibril as.

“Dapuranmu itu susah untuk ikuti Nabi secara ideal, ngaji wae bolong-bolong. Dzikir – wirid Pagemblungan saja jarang-jarang dilakukan. Terus, opo sing mok arep-arep?”, tandas Doel.

“Masuk surgalah, Doel!!, sela Doel Gemblung

“Surgooo Mbahmu!!”, Jawab Doel Semprul

“Sudah-sudah, kalian jangan saling menyalahkan”, Kiai Ahmad menasihati jamaah Pagemblungan.  

“Kalian jangan meremehkan solawat, Orang badui modal cinta nabi saja masuk surga, bahkan dengan modal cerita dan sangat mencintai nabi akhirnya menjadi ahli surga (cerita ya karim). Ada sahabat yang memeluk nabi agar harum wangi badan nabi menjadi saksi di hadapan Allah. Ada yang da’imushalawat, saat meninggal didatangi nabi”.

“Okehno anggonmu solawat dan jangan bosan, semoga Kanjeng Nabi mengenali kita dan kita bisa berkumpul bersama dengan beliau”

“Aamiiiiin………….”, serempak jamaah Pagemblungan mengaminkan doa Kiai Ahmad.

Rabu, 13 Mei 2026

Kau Dikenal Penduduk Langit?

Populer merupakan hasil dari sebuah proses baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Dalam perpolitikan penting tetap menjaga popularitas diri agar tidak tenggelam dan dianggap tidak penting dan kontributif. Isu ijasah palsu bisa jadi merupakan bagian dari pemanfaatan objek isu agar popularitas tetap terjaga bagi orang-orang tertentu. Isu makin populer juga akan menghasilkan cuan dari bisnis media. Percuma, populer di dunia tetapi tidak populer di langit sebagai orang yang dicintai langit.

Sahabat Bilal bin Rabah, sendal terompahnya terdengar di surga padahal Bilal belum meninggal dunia. Uwais al-Qorni masyhur di kalangan malaikat, karena begitu baktinya kepada ibunya yang lumpuh, taat beribadah dan menjaga ketakwaannya. Kedua sahabat tersebut adalah contoh orang-orang yang populer di langit tetapi tak terkenal hebat di bumi. Bilal seorang budak hitam yang dibebaskan sayyidina Umar r.a. dan Uwais adalah pemuda miskin yang hanya fokus berbakti pada ibunya.

Selain itu ada ada seseeorang hilang popularitasnya di kalangan malaikat, setelah makan sebutir kurma “curian”. Doa-doanya yang selalu membuat penasaran para malaikat di langit tetiba tak ada jejak doa itu menembus ‘arsy. Untuk memulihkan popularitasnya, dia harus minta keikhlasan penjual kurma. Penjual tersebut sudah meninggal dunia, dia harus mencari tiga anak penjual kurma hingga diikhlaskan sebutir kurma tersebut.

Ada cerita lain tentang seseorang yang harus menanggung beban bekerja setahun hanya untuk meminta ikhlas sebuah delima yang dia temukan di aliran sungai. Dia juga harus menikahi anak petani tersebut yang dikondisinya diceritakan tidak “sempurna” oleh petanu tersebut. Pemuda tersebut adalah manusia pilihan yang kemudian melahirkan salah satu imam dari empat imam madzhab.

Apakah kita dikenal penduduk langit? Boro-boro populer, dikenal saja tidak. Orang-orang tertentu yang populer di langit adalah orang istimewa yang saat Allah mencintai-Nya, maka Dia akan memamerkan pada para malaikat. Kemudian mereka diminta untuk mencintainya juga hingga suatu saat akan diceritakan kepada para kekasih lainnya.

Para penduduk langit akan selalu mengintip penduduk bumi, mereka yang bersinar akan membuat penasaran para penduduk langit. Kita diciptakan dari dua unsur cahaya (nur) dan kegelapan (dhulumat), keduanya tidak bisa bercampur. Bila ingin bercahaya dan dilihat oleh penduduk langit, maka kita harus meninggalkan perilaku gelap (dholim). Keimanan seseorang bisa bertambah (yazid) karena ibadah dan ketakwaannya, dan bisa mengurang (yanqush) karena kedzaliman dan kekufuran yang dilakukannya.

Kau telah sibuk mengejar sesuatu yang menambah gelap dan tak nampak oleh penduduk langit. Rakus, culas, dzalim, membuat kerusakan (fasad), memelihara dosa (fasik), inkar nasihat (kufur), dan perbuatan lain yang mencegah cahaya masuk dalam hati (qalb-sirr-latifah). Bila hati gelap, maka cahaya tidak bisa dipantulkan ke langit, sehingga nampak terlihat oleh mereka.

Bila kau masih keluar masuk ruangan penguasa dan menunjuk diri, merendahkan lainnya, mengumpulkan receh yang akan menjadikan hatimu tambah kelam. Uang yang kau dapatkan secara culas, akan menambah nafsumu berkobar dan membakar hatimu yang semakin jauh untuk nampak di langit. Popularitasmu di dunia tak bisa menyinarkan hatimu, bukankah Fir’aun, Qorun, dan Haman populer di eranya?

Ingatlah, sekalah hatimu agar kembali bercahaya dan mendapatkan doa dari penduduk langit. Dan kemudian kau akan dikenal mereka, kelak disapa saat kau sampai disana. Bila hatimu bercahaya, maka seluruh anggota tubuhmu akan konsisten pada ketaatan. Santun dan lembut dalam berbicara, tegas dalam kebenaran. Kembalilah segera …………

Minggu, 10 Mei 2026

Eco Teologi: Beragama dengan Baik

Eco Theology menjadi salah satu prioritas dari delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama. Eco Theology berasal dari kata Ecology dan Theology, penggabungan kata tersebut (eco theology) dalam bahasa Inggris dapat berarti teologi lingkungan. Eco Theology merupakan ilmu yang membahas tentang inter relasi antara pandangan teologis-filosofis yang terkandung dalam ajaran agam dengan alam, khususnya lingkungan. Dalam kajian fiqih ada fikih lingkungan atau fiqh al biah, yaitu cabang ilmu fikih yang mengatur norma perilaku manusia terhadap alam dan lingkungan berdasarkan Alquran dan sunnah.

Sabtu, 11 April 2026

Mungkinkah Dibentuk "Desa Pesantren"?

Pesantren memiliki lima unsur yaitu; Kiai, Santri, Masjid, Kitab Kuning (kurikulum), dan pondok sebagian menambahkan adanya maqbarah para muassis (makam pendiri). Pesantren dikenal dengan kemandiriannya, terintegrasi dengan masyarakat, dan tidak menggunakan pendekatan klasikal melainkan sorogan dan bandongan serta menganut ketuntatasan dalam pembelajaran (mastery learning).

Kamis, 09 April 2026

Ampunilah, Gusti

Ya Allah, Jangankan bersua, berharap surg-Mu saja tak pantas bagiku yang ahli maksiat ini. Jasad sempurna yang Kau berikan, setiap saat bermaksiat mulai dari kepala hingga ujung kaki. Ruh yang telah ikrar kepadamu, bermaksiat menuruti hawa nafsu. Ampunilah ruh dan jasadku ini ya Gusti.

Saudara Penguasamu Vs Teman Raja Diraja

Tuhan adalah Raja Diraja ( Malikal Mulk ), penguasa yang tiada tak ada tandingannya. Siapapun dan apapun bisa diperintahkan untuk menghancur...