Jumat, 15 Mei 2026

Haji Kok Nunggu Panggilan

Kalimat yang sering terucap ketika kita bertanya pada seseorang terkait dengan kewajiban berhaji, yaitu nunggu panggilan dan belum mampu (istithoah). Bila ngitung berapa panjang daftar waiting list, “nunggu panggilan” itu adalah menunggu panggilan untuk pelunasan Biaya Haji dari Kementeraian Haji, yang dulu dikelola Kementerian Agama.

Kamis, 14 Mei 2026

Okehno Solawat Ben Dikenal Nabi Muhammad

“Doel, okehno awakmu moco solawat”, tetiba Kiai Ahmad menasihati Doel Semprul.

“Kata orang-orang kae, berselawat kui mengikuti (ittiba’) ro Kanjeng Nabi, Yai? Opo cukup moco thok?”, sahut Doel Kemplo.

“Wis, rasah didawak-dawakno. Koen kabeh rung karuan bisa mengikuti nabi dengan sempurna. Yang penting usaha untuk menjalankan ibadah karena taat pada Allah dan ikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi, sahabat, tabiin dan para ulama”

“Yang seneng baca barzanji, dziba, burdah, simthudduror, dan kitab maulid lainnya dilanjutkan. Anggonmu moco yo karena seneng ro nabi, berkah oleh kenduri. Sinambi dibaca, dipahami dan ikuti apa yang menjadi teladan nabi. Bila belum sempat duduk bareng di majelis untuk baca sirah nabawi (kitab maulid), sempatkan perbanyak baca solawat agar awakmu tetap nyambung dengan Kanjeng Rasul”.

“Mpean ra sah bidngah-bidngahne wong-wong sing seneng moco barzanji, maulid, solawat nang mesjid. Mereka itu berusaha memahami sejarah dan mengikuti nabi yang butuh cukup waktu”.

“Yai, saiki yo aneh-aneh, solawat nggo ben sugeh. Aku ra sugeh-sugeh Yai….”, sela Rasdan memprotes niatan bersolawat agar kaya tetapi belum mendapatkan kekayaan.

Gusti Alah mengerti tentang kita, bukan diberi harta melimpah tetapi Dia lebih sayang terhadap kita agar tetap istiqomah selalu berada bersimpuh setiap malam. Ingatlah, Tsa’labah yang didoakan nabi diberik kekayaan melimpah binatang gembalaannya hingga akhirnya jauh dari agama.

Jamaah Gendheng Wal Gemblung (di majelis Pagemblungan), sejak dakwah nabi hingga saat ini berapa banyak jumlah ummat islam sesuai dengan tingkatan masing-masing. Ada sahabat, tabiin, tabiuttabiin, ulama, kiai, ustadz, syuhada, para shalihin, para penulis kitab-kitab, dan orang-orang mulia lainnya.

Lhah…., Koen modelane ngene. Guendheng kabeh, rep saingan dengan mereka yang status keilmuan, jasa dan spiritualnya lebih tinggi dari kalian. Koen kui sampah, boro-boro dianggep, dilirik wae nggak, rung karuan masuk surga. Makanya perbanyak shalawat kepada Gusti Nabi.

Ingatlah, sekali Koen solawat bakal dibales kanjeng nabi dengan sepuluh jawaban (solawat: didoakan), Koen moco 10 solawat dibales 100 jawaban. Berapapun solawat yang kau baca akan dibalas sepuluh kali lipatnta (10x lipat). Bacalah sebanyak-banyaknya, agar Kanjeng Nabi Muhammad penasaran atasmu sehingga beliau akan mengunjungimu, mengenal dan kelak mendapatkan syafaat dalam hidup dan matimu kelak. Kala di surga tak ada dirimu, Kanjeng Nabi akan mengingat dan menanyakannya kepada Jibril as.

“Dapuranmu itu susah untuk ikuti Nabi secara ideal, ngaji wae bolong-bolong. Dzikir – wirid Pagemblungan saja jarang-jarang dilakukan. Terus, opo sing mok arep-arep?”, tandas Doel.

“Masuk surgalah, Doel!!, sela Doel Gemblung

“Surgooo Mbahmu!!”, Jawab Doel Semprul

“Sudah-sudah, kalian jangan saling menyalahkan”, Kiai Ahmad menasihati jamaah Pagemblungan.  

“Kalian jangan meremehkan solawat, Orang badui modal cinta nabi saja masuk surga, bahkan dengan modal cerita dan sangat mencintai nabi akhirnya menjadi ahli surga (cerita ya karim). Ada sahabat yang memeluk nabi agar harum wangi badan nabi menjadi saksi di hadapan Allah. Ada yang da’imushalawat, saat meninggal didatangi nabi”.

“Okehno anggonmu solawat dan jangan bosan, semoga Kanjeng Nabi mengenali kita dan kita bisa berkumpul bersama dengan beliau”

“Aamiiiiin………….”, serempak jamaah Pagemblungan mengaminkan doa Kiai Ahmad.

Rabu, 13 Mei 2026

Kau Dikenal Penduduk Langit?

Populer merupakan hasil dari sebuah proses baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Dalam perpolitikan penting tetap menjaga popularitas diri agar tidak tenggelam dan dianggap tidak penting dan kontributif. Isu ijasah palsu bisa jadi merupakan bagian dari pemanfaatan objek isu agar popularitas tetap terjaga bagi orang-orang tertentu. Isu makin populer juga akan menghasilkan cuan dari bisnis media. Percuma, populer di dunia tetapi tidak populer di langit sebagai orang yang dicintai langit.

Sahabat Bilal bin Rabah, sendal terompahnya terdengar di surga padahal Bilal belum meninggal dunia. Uwais al-Qorni masyhur di kalangan malaikat, karena begitu baktinya kepada ibunya yang lumpuh, taat beribadah dan menjaga ketakwaannya. Kedua sahabat tersebut adalah contoh orang-orang yang populer di langit tetapi tak terkenal hebat di bumi. Bilal seorang budak hitam yang dibebaskan sayyidina Umar r.a. dan Uwais adalah pemuda miskin yang hanya fokus berbakti pada ibunya.

Selain itu ada ada seseeorang hilang popularitasnya di kalangan malaikat, setelah makan sebutir kurma “curian”. Doa-doanya yang selalu membuat penasaran para malaikat di langit tetiba tak ada jejak doa itu menembus ‘arsy. Untuk memulihkan popularitasnya, dia harus minta keikhlasan penjual kurma. Penjual tersebut sudah meninggal dunia, dia harus mencari tiga anak penjual kurma hingga diikhlaskan sebutir kurma tersebut.

Ada cerita lain tentang seseorang yang harus menanggung beban bekerja setahun hanya untuk meminta ikhlas sebuah delima yang dia temukan di aliran sungai. Dia juga harus menikahi anak petani tersebut yang dikondisinya diceritakan tidak “sempurna” oleh petanu tersebut. Pemuda tersebut adalah manusia pilihan yang kemudian melahirkan salah satu imam dari empat imam madzhab.

Apakah kita dikenal penduduk langit? Boro-boro populer, dikenal saja tidak. Orang-orang tertentu yang populer di langit adalah orang istimewa yang saat Allah mencintai-Nya, maka Dia akan memamerkan pada para malaikat. Kemudian mereka diminta untuk mencintainya juga hingga suatu saat akan diceritakan kepada para kekasih lainnya.

Para penduduk langit akan selalu mengintip penduduk bumi, mereka yang bersinar akan membuat penasaran para penduduk langit. Kita diciptakan dari dua unsur cahaya (nur) dan kegelapan (dhulumat), keduanya tidak bisa bercampur. Bila ingin bercahaya dan dilihat oleh penduduk langit, maka kita harus meninggalkan perilaku gelap (dholim). Keimanan seseorang bisa bertambah (yazid) karena ibadah dan ketakwaannya, dan bisa mengurang (yanqush) karena kedzaliman dan kekufuran yang dilakukannya.

Kau telah sibuk mengejar sesuatu yang menambah gelap dan tak nampak oleh penduduk langit. Rakus, culas, dzalim, membuat kerusakan (fasad), memelihara dosa (fasik), inkar nasihat (kufur), dan perbuatan lain yang mencegah cahaya masuk dalam hati (qalb-sirr-latifah). Bila hati gelap, maka cahaya tidak bisa dipantulkan ke langit, sehingga nampak terlihat oleh mereka.

Bila kau masih keluar masuk ruangan penguasa dan menunjuk diri, merendahkan lainnya, mengumpulkan receh yang akan menjadikan hatimu tambah kelam. Uang yang kau dapatkan secara culas, akan menambah nafsumu berkobar dan membakar hatimu yang semakin jauh untuk nampak di langit. Popularitasmu di dunia tak bisa menyinarkan hatimu, bukankah Fir’aun, Qorun, dan Haman populer di eranya?

Ingatlah, sekalah hatimu agar kembali bercahaya dan mendapatkan doa dari penduduk langit. Dan kemudian kau akan dikenal mereka, kelak disapa saat kau sampai disana. Bila hatimu bercahaya, maka seluruh anggota tubuhmu akan konsisten pada ketaatan. Santun dan lembut dalam berbicara, tegas dalam kebenaran. Kembalilah segera …………

Minggu, 10 Mei 2026

Eco Teologi: Beragama dengan Baik

Eco Theology menjadi salah satu prioritas dari delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama. Eco Theology berasal dari kata Ecology dan Theology, penggabungan kata tersebut (eco theology) dalam bahasa Inggris dapat berarti teologi lingkungan. Eco Theology merupakan ilmu yang membahas tentang inter relasi antara pandangan teologis-filosofis yang terkandung dalam ajaran agam dengan alam, khususnya lingkungan. Dalam kajian fiqih ada fikih lingkungan atau fiqh al biah, yaitu cabang ilmu fikih yang mengatur norma perilaku manusia terhadap alam dan lingkungan berdasarkan Alquran dan sunnah.

Sabtu, 11 April 2026

Mungkinkah Dibentuk "Desa Pesantren"?

Pesantren memiliki lima unsur yaitu; Kiai, Santri, Masjid, Kitab Kuning (kurikulum), dan pondok sebagian menambahkan adanya maqbarah para muassis (makam pendiri). Pesantren dikenal dengan kemandiriannya, terintegrasi dengan masyarakat, dan tidak menggunakan pendekatan klasikal melainkan sorogan dan bandongan serta menganut ketuntatasan dalam pembelajaran (mastery learning).

Kamis, 09 April 2026

Ampunilah, Gusti

Ya Allah, Jangankan bersua, berharap surg-Mu saja tak pantas bagiku yang ahli maksiat ini. Jasad sempurna yang Kau berikan, setiap saat bermaksiat mulai dari kepala hingga ujung kaki. Ruh yang telah ikrar kepadamu, bermaksiat menuruti hawa nafsu. Ampunilah ruh dan jasadku ini ya Gusti.

Rabu, 01 April 2026

Inna Ma’al ‘usri Yusran Bukan Mantra

Apa yang Anda pkirikan kala melihat status orang dengan ayat inna ma’al ‘usri yusran? Saya hanya menilai bahwa orang tersebut sedang merasa mengalami kesulitan hidup. Dengan memosting potongan ayat tersebut dengan segara hilang kesulitan kemudian datang kemudahan. Atau kemudian potongan ayar tersebut diwiridkan dengan jumlah tertentu, kemudian terjadi keajaiban kesulitan menjadi kemudahan.

Inna ma’al usri yusran, yang diartikan “sesungguh sesudah/beserta kesulitan itu ada kemudahan” sering digunakan untuk status seseorang sepertinya masih dalam keadaan kesusahan. Dengan mengunggah postingan tersebut berharap menjadi energi positif bahkan pelipur lara. Kemudahan bukan “ujug-ujug” datang sebagai keajaiban. Kemudahan yang bersifat given dari Allah hanya diperuntukkan bagi manusia yang dikehendaki. Kemudahan yang ikhtiyari adalah penggunaan akal pikiran untuk mencari solusi atas kesulitan tersebut sebagai doa (pengharapan) implementatif.

Ingatkah dengan cerita Willian Kamkwamba dari Malawi, Afrika Timur yang mencari solusi atas kekeringan yang melanda desanya. Kamkwamba memanfaatkan angin sebagai sumber energi yang diubah menjadi energi listrik untuk menggerakkan mesin air rakitannya mengeluarkan air dari dalam tanah untuk mengairi lahan dan penghidupan warga desa.

Di Indonesia ada Mak Eroh dari Tasikmalaya yang membelah bukit cadas lereng Gunung Galunggung untuk mencari sumber air pengairan sawah warga yang kekeringan (1980-an). Mbah Sadiman dari Wonogiri yang mengkonservasi air tanah dengan menanam ribuan pohon beringin di lahan tandus, kemudian sukses mengairi sawah-sawah dan sumber air warga sekitar.

Selain cerita heroik lingkungan, banyak juga cerita inspiratif dari para pengusaha yang bangkit dari keterpurukan ekonomi. Bob Sadino, yang rela berjualan telor ayam setelah kecelakaan dan akhirnya memiliki banyak perusahaan. Kisah Dokter Eca (Eka Nur Prasetyawati) dibalik cerita viral “Layangan Putus” yang terpuruk karena menolak poligami dan mengalami KDRT kembali bangkit membuka usaha untuk menghidupi anak-anaknya. Dan masih banyak cerita-cerita inspiratif lainniya yang bisa kita jadikan motivasi dari kala sedang terpuruk. Jangan merasah seakan diri kita adalah orang-orang yang paling susah. Sementara ada orang-orang yang diberikan keterbatasan fisik tetap semangat menjalankan hidup penuh dengan rasa syukur.

Bila masalah diibaratkan batu besar yang berat kita pikul, bukan menempelkan potongan ayat di atas pada batu tersebut atau mewiridkannya sehingga batu tersebut menjadi ringan. Berpikirlah bagaimana cara memindahkan batu tersebut agar lebih mudah dan ringan. Bisa saja dibelah menjadi belahan yang mudah diangkat atau menggunakan alat berat untuk memindahkan batu tersebut.

Nabi saw pernah menegur sahabat yang setiap harinya dzikir di masjid dan tidak bekerja untuk menafkahi keluarganya. Berdzikir merupakan perintah (wadzkurullah dzikran katsiran), dzikir juga bisa menenangkan batin (yathmainnul qulub) dan melangkah untuk mencari solusi problematika hidup juga dianjurkan (fantasyiru fil ardh wabtaghu min fadhlillah wadzkurullah dzikran katsiran). Penting untuk menggabungkan antara dzikir dan doa (pengharapan) dengan implementatif problem solving idea (mengimplementasikan ide penyelesaian masalah).

Dan perlu kita ketahui bahwa kesulitan dan kemudahan itu adalah siklus, masalah dengan penyelesainnya. Siklus tersebut akan dihadapi manusia sepanjang hidupnya, baik itu terkait dengan perekonomian, problem interaksi sosial, pekerjaan, teknologi, masyarakat, hingga negara bangsa. Satu masalah telah selesai, maka akan ada haral rintang kembali saat kita menjalankan kebaikan (faidza faraghta fanshob).

Penyelesaian problem harus sesuai kaidah ketuhanan, bukan semakin menjauhkan diri pada Tuhan YME. Sesuai dengan kaidah ketuhanan adalah tidak melanggar aturan, misalnya kesulitan ekonomi diselesaikan dengan bekerja bukan mencuri atau merampok dan kriminal lainnya. Kesulitan perekonomian juga tidak kemudian pergi ke dukun, gunung kawi, atau tempat pesugihan lainnya yang menjauhkan diri pada Tuhan.

Dalam ayat terakhir “wa ila rabbika farghob: dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah”, kita tidak boleh melakukan tindakan yang dilarang oleh Allah swt, seperti kriminal, kemusyrikan, kecurangan, dan lainnya yang akan menjauhkan kita pada Allah swt. Harapan harus dilangitkan dengan doa dan ibadah agar ketenangan diri membantu kita untuk lebih optimis dalam menjalankan solusi yang menjadi pilihan kita.

Haji Kok Nunggu Panggilan

Kalimat yang sering terucap ketika kita bertanya pada seseorang terkait dengan kewajiban berhaji, yaitu nunggu panggilan dan belum mampu ( i...