Kalimat di atas tak hanya bermakna sempit seperti apa yang dinyanyikan oleh Cita Citata, hanya sebagai selingkuhan, pacar gelap, simpanan atau sebatas cadangan yang diingat saat dibutuhkan, setelah usang atau tak dibutuhkan tak diingat dan dibuang.
Jangan percaya tulisan-tulisan ini dan Penulisnya. Percayalah pada Tuhanmu, bila engkau dapat mengambil pelajaran bukan karena Penulis atau tulisannya melainkan Tuhan yang memberimu pemahaman.
Selasa, 12 Mei 2015
Bernegosiasi Dengan Tuhan
Bulan Rajab, mau tidak mau mengingatkan kita pada peristiwa Isro' Mi'roj Nabi Muhammad saw. Perjalanan yang dimulai dari Masjid al Haram menuju Masjid al Aqsha dan dilanjutkan menuju sidratin al muntaha, untuk menerima perintah kewajiban shalat lima waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Saudara Penguasamu Vs Teman Raja Diraja
Tuhan adalah Raja Diraja ( Malikal Mulk ), penguasa yang tiada tak ada tandingannya. Siapapun dan apapun bisa diperintahkan untuk menghancur...
-
Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat h...
-
Dalam obrolan mbang-mbung di Pagemblungan, tetiba Doel Kemplo melontar pertanyaan aneh bin ajaib: “Doel, sekotor apa Gusti Alah, sehingga ki...
-
Populer merupakan hasil dari sebuah proses baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Dalam perpolitikan penting te...