Tampilkan postingan dengan label Balsem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balsem. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2017

Agama Tanpa Nyawa, Seperti Suara Melewati TOA

Anda mengupas ilmu dan ketinggian derajat karenanya, namun anda biarkan pendidikan di sekitar anda tak berkualitas untuk meningkatkan derajat anak-anak didiknya.

Anda mengupas thaharoh, sementara anda membutakan diri setiap hari melewati lingkungan yang kumuh. Membiarkan orang-orang membuang sampah sembarangan.

Anda mengupas shalat dan manfaatnya, bahkan seringkali menjadi imam. Namun anda tak bisa merapatkan barisan umat di luar shalat, mereka dihujat dianggap tidak taat padahal sang imam khianat.

Anda mengupas kewajiban zakat dan anjuran infak serta sedekah, anda sendiri berharap upah saat ceramah. Mengapa anda tidak membuatkan wadah ?

Anda membahas puasa dan faedahnya, namun anda tak rela mengencangkan ikat pinggang dan mengulurkan tangan memberi makan yang membutuhkan.

Anda membicarakan riba dan ancamanya, namun membiarkan tetangga dan jamaah mempraktekannya tanpa mencegahnya dengan pinjaman lunak atau sedekah untuk mereka.

Ceramah menguap, agama tanpa nyawa, dan anda tanpa rupa. Tak ubahnya suara melewati Toa, begitu pula islam hanya lewat dari mulut anda, terdengar ada suara dan hilang menguap mengudara.

Selasa, 27 Desember 2016

Satrio Wirang

Tanpa tanding di medan perang;
Tak bisa kau cerita pertempuran;
Tak bisa berkata menang, kecuali pecundang;


Perang tak hanya kata-kata propaganda;
Atau provokasi belaka;
Tanpa kau di depan sebagai pandega;

Jumat, 01 Juli 2016

SAJAK UNTUKMU GUS

Gus,
Cintamu belum pernah ada contohnya
Melebihi romeo kepada juliet, si majnun qais kepada laila
Temu-pisahmu lebih bermakna
Dibandingkan dengan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha
Dan rindu-dendammu melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa
Kekasih takkan jauh dari pengasihnya, tersayang takkan jauh dari penyayangnya
Kerinduan hilang dengan perjumpaan, perpisahan akan hilang dengan penyatuan;

Rabu, 25 Mei 2016

Jasad Tak Bernilai


Jasad akan menjadi bangkai tak bernilai;
dibingkai cantik pun tak kan ada yang membeli;
diberikan cuma-cuma akan ditolak manusia;
anjing pun enggan memakannya;


cacing hanya menjalankan sunnah;
mengurai jasad kembali ke tanah;
teman hanya berucap innalillah;
dan melakukan kewajiban mengurus jenazah;

Selasa, 17 November 2015

SYAHADAT



By Gus Mus

inilah kesaksianku;
inilah pernyataanku;
Inilah ikrarku;

Laa ilaha illallah,
Tak ada yang memperhambaku kecuali Allah; Tapi nafsu terus memperhambaku;

Laa ilaha illallah;
Tak ada yang boleh menguasaiku kecuali Allah; Tapi kekuasaan terus menguasaiku;


Laa ilaha illallah;
Tak ada yang boleh menjajahku kecuali Allah;
Tapi materi terus menjajahku;

Laa ilaha illallah;
Tak ada yang boleh mengaturku kecuali Allah;
Tapi benda mati terus mengaturku;

Laa ilaha illallah;
Tak ada yang boleh memaksaku kecuali Allah;
Tapi syahwat terus memaksaku;

Laa ilaha illallah;
Tak ada yang boleh mengancamku kecuali Allah;
Tapi rasa takut mengancamku;

Laa ilaha illallah;
Tak ada yang boleh merekayasaku kecuali Allah;
Tapi kepentingan terus merekayasaku;

Laa Ilaha illallah;
Hanya kepada Allah aku mengharap;
Tapi kepada siapapun, maa sya’a Allah aku mengharap;

Laa ilaha illallah;
Hanya kepada Allah aku memohon;
Tapi kepada siapapun, maa sya’a Allah aku terus memohon;

Laa ilaha illallah;
Hanya kepada allah aku bersimpuh;
Tapi kepada apapun, maa sya’a Allah aku bersimpuh;

Laa ilaha illallah;
Hanya kepada Allah aku bersujud;
Tapi kepada apapun, aku terus bersujud;

Laa ilaha illallah, Maa sya’a Allah

Senin, 16 November 2015

Kaum Beragama di Negeri Ini



by Gus Mus 
Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini, Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain  di negri-negeri lain;

Demi mendapatkan ridho-Mu, mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka; untuk merebut tempat terdekat di sisi-Mu, mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hamba-Mu sendiri;

Demi memperoleh rahmat-Mu, mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran, bahkan mendukung kelaliman; Untuk membuktikan keluhuruan budi mereka terhadap setan pun mereka tak pernah berburuk sangka;

Tuhan, lihatlah betapa baik kaum beragama di negeri ini;
Mereka terus membuatkan-Mu rumah-rumah mewah diantara gedung-gedung kota, hingga di tengah-tengah sawah dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang untuk meneriakkan nama-Mu; menambah segan dan keder hamba-hamba kecil-Mu yang ingin sowan kepada-Mu;

Nama-Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan hingga pesta agung kenegaraan; Mereka merasa begitu dekat dengan-Mu, hingga masing-masing merasa berhak mewakili-Mu; Yang memiliki kelebihan harta membuktikan kedekatannya dengan  harta yang Engkau berikan; yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan; yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan kedekatannya dengan ilmu yang Engkau kurniakan;

Mereka yang Engkau anugerahi kekuatan seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri; Mereka bukan saja ikut menentukan ibadah, tapi juga menetapkan siapa ke sorga- siapa ke neraka; mereka sakralkan pendapat mereka dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan hingga takbir dan ikrar mereka yang kosong bagai perut bedug.

Allahu akbar walillahil hamd

Senin, 27 Juli 2015

Mengeja Setan

Tugasmu menjaga keseimbangan ibadah;
neraka tempatmu aku mengira;
namun bisa berubah surga bila tobatmu diterima;
untuk sujud pada adam yang mewakili kemuliaan manusia;
dan taat pada titah Sang Pembuatnya;


ngkau rela selamanya menjadi terlaknat;
engkau rela dikambing-hitamkan seluruh umat;
tugasmu terucap dalam janjimu menggoda umat;
tak pernah lelah sampai kiamat;

aku caci engkau,
sementara engkau bersemayam dalam tubuhku;
tak cukup ilmuku melawanmu...
tak cukup ibadahku tandingi sujudmu;

aku tak memujimu;
apalagi harus menyembahmu;
dilarang aku mengikuti tingkah polahmu;
sungguh indah sandiwara Tuhanku;
untuk menguji ketakwaan dan imanku;

aku merasa rendah bila dibandingkanmu;
hanya berharap ampunan dan rahmat Tuhanku;
serta syafaat nabi-ku;

doelzemprull, Bogor, 16-12-2013

Jumat, 24 Juli 2015

INDONESIAKU

Indonsesia Tanah Airku,
hanya tinggal tanah dan airnya.
Itupun telah kalian cemari
isinya telah kalian eksploitasi.

Indonesia Raya,
Kenapa Indonesia-ku seperti bancakan (kenduren) ?
Kalian berkumpul ramai-ramai untuk raya-han
Raya-han kedudukan, Raya-han jabatan, Raya-han kekuasaan dan penguasaan.
Sampai lahan parkirpun jadi raya-han (rebutan)

Indonesia Tumpah Darahku,
Cukuplah darah tertumpah saat kami dilahirkan;
Cukuplah darah ditumpahkan para pendiri dan pejuang bangsa;
Jangan lagi tertumpah, demi alasan apapun.

Indonesia Kebangsaanku,
Jangan kalian jadikan kami bangsa arab, sekalipun bisa berbahasa arab;
Jangan anggap kami orang barat, sekalipun menguasi bahasa mereka,
Jangan jadi orang asing di negeri sendiri, setelah kau ambil lalu pergi ke luar negeri.
Kami, Indonesia walaupun suku berbeda, jangan berpecah belah.

Indonesia Merdeka,
Merdeka dari terjajah, dari bangsa penghibah;
Merdeka dari kacung dan budak penjajah;
Merdeka untuk menentukan kemajuan bangsa;

termasuk terjajah oleh diri sendiri untuk berjuang demi upah;

dz al Q-shod

Minggu, 12 Juli 2015

Sekarang atau Nanti Sama Saja

Kau perintahkan ibadah hanya untuk-Mu, tapi aku meminta balas amalanku;
Kau perintahkan turut Nabi-Mu, tapi aku meminta jatah surgaku;
Kau cintai pelaku sunah-sunah nabi-Mu, kubuka lapak daganganku pada-Mu;
Kau bilang aku adalah titah-Mu, aku selalu memaksamu untuk penuhi kebutuhanku dalam tiap-tiap doaku;
Pantaskah surga untukku ? Tak ada ibadah, kecuali hanya bertumpuk dosa;

Kau bilang jangan berpaling dari-Mu, tapi aku selalu acuhkan-Mu;
aku lebih sayang pada banda dan bangga dengan penghormatan manusia;
Kau bilang jangan takut bila selalu disisih-Mu, tapi aku selalu tak yakin dengan-Mu;

Takut miskin, tak punya pekerjaan, sakit, dan takut mati;
Takut dicaci, dikucilkan, dihina, tak dihargai, dan seabrek ketakutan-ketakutan yang lain lagi;
Padahal Kau janjikan kemuliaan, bila hanya tertuju pada-Mu;
Bukankah yang seperti itu, tak benar syahadatku pada-Mu;

Sekarang atau nanti sama saja, takkan berubah;
Seumur hidupku untuk sujud pada-Mu, takkan berguna bila masih ada ketakabburanku;
Seumur hidupku ibadah kepada-Mu, bila masih bersemayam ketakutan-ketakutan selain diri-Mu;
Seumur hidupku beribadah kepada-Mu, takkan membawaku pada surga-Mu,
dan jauhkan dari neraka-Mu;

Sekarang atau nanti sama saja;
Hanya ampunan dan rahmat-Mu,serta kasih sayang Muhammad-Mu;
Tak ada harapan yang harus aku panjatkan, karena diri tak terpantaskan;
Pasrah dengan apa yang akan Kau berikan;

25 Ramadan, 1436 H

Rabu, 01 Juli 2015

Tak Berharap, Karena "Kau" Mengecewakan

Pohon mangga yang ku gadang-gadang tumbuh besar dan berbuah banyak, ternyata belum berbunga terendam air asin dan mati. Pohon pisang yang ditanam dibelakang rumah, kunanti buahnya ternyata hilang dicuri tetangga. Begitu pula ikan yang dikolam hilang tak satu pun tersisa, padahal kuberharap bisa panen raya.

Orang yang kuharapkan melindungiku ternyata memberikan racun tiap hari dalam piring nasiku. Kawan yang kuharapkan membantuku menyeberangi jembatan shirath, sengaja mendorongku jatuh dalam lautan api. Tetanggaku yang kuharapkan melindungi kehormatanku, bersilat lidah jualan ghibah menceritakan fitnah. 

Mungkin, Kau mengajariku untuk tak berharap pada Pohon Mangga, Pisang, Ikan di Kolam, Pemimpin, Tetangga dan kawan-kawanku serta semua makhluk yang ada di dunia. Karena mereka akan mengecewakan, mereka bukan penentu apalagi mereka yang bisa mengutak-atik otak dan hati yang mbolak-mbalik. Pagi bilang A, siang B, sore C dan paginya lagi lupa apa yang disampaikan.

Tapi, bila kuberharap hanya kepada-Mu, apakah Kau juga akan mengecewakanku ?
Bukan aku tak mempercayai-Mu, namun sudah sekian lama aku mengecewakan-Mu. Mungkin sebaiknya aku juga tak berharap pada-Mu, aku takut bila harapan demi harapan aku sampaikan bahkan dengan tangisan malah Engkau tertawakan.

doel zemprull al Q-shud; 01/07/2015

Selasa, 24 Maret 2015

Sirnalah Mereka

Bila kau rindu dengan syahwatku, ambillah semua nafsuku;
tinggalkanlah muthmainnah untuk kembali pada-Nya;

Bila kau cinta denganku karena hartaku, ambillah....jangan ada sisa,
sehingga aku menjadi faqir, dan tak butuh selain diri-Nya;

Bila kau sayang padaku karena pekerjaanku, ambillah semua hasil kerjaku,
hingga aku tak berharap bayaran selain bayaran dari-Nya;

Bila kau cinta padaku karena ketampananku, ambillah semuanya;
sehingga hanya nampak keindahan Tuhanku, saat kau melihatku;

Aku tak sudi kau rindu karena syahwatku;
Aku tak sudi kau cinta karena hartaku;
Aku tak sudi kau sayang karena pekerjaanku;
Aku tak sudi kau cinta karena ketampananku;

Peluklah mereka !!
Tidurilah mereka !!
Bersenggamalah dengan mereka !!

Ingatlah....!!!
Selain diri-Nya, semua akan sirna.....

 Dz al Qishud, 22/03/2015

Rabu, 11 Maret 2015

Senin, 05 Januari 2015

Cemburu

Enak saja, apakah yang bisa cemburu itu engkau saja. Saya juga cemburu, bila ada temanmu merayu atau berbincang mesra denganmu apalagi janjian lebih-lebih bertemu. Apa engkau tahu itu,..

Jumat, 02 Januari 2015

Selamat Tahun Baru

Ha ha ha Selamat Tahun Baru...
Kau tertipu,....
tahun-mu telah renta,..tua;
dimakan usia....ha ha;
Kalian masih belum menyadarinya;

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...