Doel diajak Kiai Ahmad silaturahim ke teman akrabnya dulu saat nyantri. Rumah teman karib Kiai Ahmad berada di belakang kawasan setengah elit Jakarta, masuk 200meter masuk di gang sempit. Dalam perjalanan menuju ke rumah teman Kiai Ahmad tetiba pandangan Doel tertuju pada jemuran di depan rumah deret, sepertinya rumah tersebut adalah kos-kosan putri berlantai dua. Pandangan Doel sesekali menoleh ke jemuran meski sudah terlewat cukup jauh.
Jangan percaya tulisan-tulisan ini dan Penulisnya. Percayalah pada Tuhanmu, bila engkau dapat mengambil pelajaran bukan karena Penulis atau tulisannya melainkan Tuhan yang memberimu pemahaman.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mungkinkah Dibentuk "Desa Pesantren"?
Pesantren memiliki lima unsur yaitu; Kiai, Santri, Masjid, Kitab Kuning (kurikulum), dan pondok sebagian menambahkan adanya maqbarah para mu...
-
Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat h...
-
Gb. Di Depan Kantor Urusan Haji Indonesia Makkah Dini hari waktu Makkah saat itu mendapatkan pesan wattshap, mengabarkan wafatnya Mbah Moen...
-
Dalam obrolan mbang-mbung di Pagemblungan, tetiba Doel Kemplo melontar pertanyaan aneh bin ajaib: “Doel, sekotor apa Gusti Alah, sehingga ki...