Tampilkan postingan dengan label Percik Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percik Air. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2020

Pengetahuan Itu Linier Dengan Uripmu


Kamid: “Lulusan Pendidikan Agama Islam kok ngomong karbohidrat dan zat gula!!? Ga linier dan kamu bukan ahlinya!!”

Doelzemprull: “Iyakah!?”

Mengetahui nutrisi dalam makanan bukan berarti kita akan auto-pakar gizi, melainkan sebagai pengetahuan diri agar kita bisa memilih makanan baik dan bergizi (thayyiban) yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Bukan untuk buka praktik sebagai ahli gizi. Untuk mengkonsumsi vitamin C dari buah tidak harus dengan mengkonsumsi buah kiwi. Kita bisa membeli jeruk nipis, nanas, atau jambu merah untuk pemenuhan kebutuhan vitamin C dari buah yang harganya lebih murah tanpa harus membayar untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

Apakah untuk menjadi Presiden harus lulusan administrasi negara? begitu pula untuk menjadi anggota dewan perwakilan rakyat harus lulus mata kuliah kebijakan publik atau jurusan yang sesuai dengan kepakaran pada komisi-komisi masing-masing? Presiden pertama kita seorang insinyur, ke-2 seorang militer, ke-3 seorang pakar teknologi pesawat terbang, ke-4 seorang Kiai dan lulusan pesantren, ke-5 puteri proklamator, ke-6 seorang militer dan ke-7 lulusan kehutanan. Apakah pengetahuan para presiden linier dengan jabatannya?

Kita harus memiliki banyak pengetahuan untuk kehidupan kita. Tubuh membutuhkan nutrisi dari makanan, sehingga butuh cara untuk mencari makan dengan ilmu bercocok tanam, ilmu perdagangan, kelautan, cara berinteraksi, pertukangan dan dipecah-pecah menjadi cabang-cabang keilmuan. Bila kita lapar, maka yang harus dilakukan adalah makan. Bila tak punya makanan, carilah! Dengan apa? Kita dibekali organ tubuh agar kita berdaya upaya memenuhi kebutuhan hidup kita. Sederhana saja, lapar bukan berdoa; bekerjalah sehingga mendapatkan uang untuk membeli makanan. Bila tak ada yang bisa membayar kita, bekerjalah agar mendapatkan makan sebab yang kita butuhkan adalah makan. Kenapa kita pusing? Sebab kita bekerja agar kita kaya, mempunyai motor, mobil, dan simpanan uang beratus-ratus juta di bank.

Bila kita menguasai pengetahuan tentang berdagang, maka kita bisa berdagang dengan mengandalkan kepercayaan (amanah) sebagai modal utama kita. Bila kita menguasai ilmu bercocok tanam, maka kita bisa minta ijin mengelola lahan orang lain untuk ditanami dengan sistem yang diperbolehkan agama. Bila kita memiliki keahlian tertentu, maka kita bisa menawarkan jasa keahlian kita untuk orang lain. Bila kita hanya memiliki tenaga, kita bisa menawarkan jasa tenaga kita untuk bersih-bersih, kuli panggul, dan lainnya.

Hidup butuh sehat, ada pengetahuan tentang pengobatan dan kesehatan. Apakah pengetahuan ini harus dimonopoli oleh paramedis? Tidak. Sebelum ada dokter, perawat, bidan, mantri kesehatan, dan apoteker manusia sudah membutuhkan kesehatan itu sendiri. Mereka mengetahui tanaman obat-obatan, bagaimana hidup sehat, dan seterusnya dari pengalaman-pengalaman kehidupannya sehingga kemudian keilmuan kesehatan itu terlembagakan. Apakah sebagai orang awam tak boleh mengetahui pengetahuan tentang hidup sehat kita?

Hidup butuh Tuhan, maka pengetahuan tentang-Nya dibutuhkan melalui teks-teks agama. Manusia cenderung mempercayai kekuatan yang lebih dibandingkan dirinya. Tadbir kisah Ibrahim a.s., mencari Tuhan adalah bentuk bagaimana manusia sebagai homo religius membutuhkan Tuhan atau kekuatan supranatural. Kebutuhan manusia tentang Tuhan dibimbing dalam teks-teks agama, sehingga manusia dapat mencapai kehidupan yang sempurna (muttaqin). Apakah berbicara tentang spiritualitas, menjelaskan alasan menjalani kehidupan berdasarkan nash agama hanya diomonopoli oleh agamawan? Tidak.

Mengerti semua hal, bukan untuk atau menjadi pakar atau ahli. Melainkan sebagai makhluk hidup kita membutuhkan pengetahuan agar kehidupan kita lebih baik, lebih bermanfaat bagi kehidupan itu sendiri. Kepakaran merupakan kecenderungan seseorang menekuni bidang tertentu yang telah teruji dan dibuktikan keahliannya. Meskipun kita “pakar” terhadap pengobatan tradisional, untuk dianggap sebagai ahli harus diuji oleh orang yang hanya mengetahui secara teoritis tentang pengobatan tersebut. Palingan kita akan disebut sebagai dukun atau tabib atau orang pintar. Sedangkan mereka yang belajar di sekolahan, kemudian melakukan riset tentang pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat tertentu kemudian akan disebut sebagai ahli (pengetahuan) tentang pengobatan masyarakat tertentu meskipun tanpa dia sendiri mempraktikannya.

Pengetahuan itu harus linier dengan kebutuan kehidupan kita dalam segala bidang kehidupan. Dan kebutuhan kehidupan kita ada dalam kehidupan kita sendiri, seperti butuh papan, sandang, pangan, butuh sehat, dan butuh Allah Swt. Carilah pengetahuan atas kehidupan kita sendiri, sehingga tidak tergantung pada lainnya kecuali memang kita dalam keadaan darurat diri (dz).

Selasa, 03 Juli 2018

GILA, Kau akan Merdeka


Banyak orang yang menyalahkan ketidak-nyenyakan tidurnya karena tidak di kasur, springbed, kasur busa, ber-AC atau tidak dkeloni sama suami atau isteri dan seabrek alasan lainnya. Cobalah kita lihat orang-orang gila yang tidur dimana tempat tanpa kasur,  AC, kasur busa atau deng isteri/suaminya. 


"Iyalah, pantas! wong dia GILA!" 

Bukan karena kegilaannya!, melainkan karena ketiadaan berpikir rasa lelap karena semua alasan di atas. Bila kita bisa meniadakan ketakutan dan kehawatiran yang ada dibenak kita, maka merdekalah kita dari penjajahan rasionalitas. 

Belajarlah pada mereka yang membebaskan rasionalitasnya denagn keyakinan yang teguh pada Tuhan yang menguasasi diri kita.

(DZ al-Qishud)

Jumat, 16 Juni 2017

Laila al-(a)Kadar

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, dimana dalam bulan tersebut terdapat satu malam setara dengan seribu bulan dalam beribadah kepada Allah swt., yaitu Laila al-Qadar. Semua umat islam berharap bertemu dengan malam tersebut dalam rangkaian malam Ramadhan dengan memperbanyak peribadatan sunah. Banyak riwayat yang mengatakan Laila al-Qadar akan turun pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. 

Dengan apa kita menyambutnya ?
Bila malam tersebut adalah malam istimewa, maka kita pun harus menyiapkan jamuan-jamuan peribadatan yang istimewa pula sebagai ritual penyambutannya. Seperti halnya Nabi saw., para sahabat, tabiin, kyai, dan orang-orang khusus memperbanyak amalan ibadah pada sepuluh malam terakhir. 

Apakah malam istimewa itu akan menemui orang-orang istimewa ?
Bila Laila al Qadar adalah malam sebagai pergantian siang, maka setiap muslim yang beribadah pada malam hari pada rangkaian malam bulan Ramadhan pasti akan mendapatkan malam tersebut. Namun bila malam tersebut adalah malam istimewa yang akan menemui orang-orang istimewa, maka tidak semua dari kita (muslim) akan menemuinya. Mereka totalitas berpuasa di siang hari, tidak hanya menahan makan dan minum saja melainkan totalitas menahan (membuang) apa yang menjadi keinginan dan pada malam harinya memperbanyak ibadah hingga subuh berkumandang.

Layakkah kita ditemuinya ?
Ibadah kita hanya alakadarnya, hanya terawih dan tadarus alakadarnya. Puasa kita juga alakadarnya, hanya menahan makna dan minum saja. Mungkin kita tidak akan ditemui Laila al Qadar, kita hanya akan ditemui oleh Laila al-(a)kadar, karena ibadah kita hanya alakadarnya tidak bersungguh-sungguh untuk layak bertemu Laila al-Qadar.

Apakah kita akan berjumpa dengan Laila al-Qadar atau Laila al-(a)kadar ?
Selamat menyambut Laila, mana yang lebih pantas menjumpai kita sesuai dengan persembahan ritual penyambutan kita padanya.

Kamis, 16 Februari 2017

0, 1, 2, 3, ....9, kembali angka 0

Angka-angka itu seakan merupakan tangga kehidupan yang harus dilakukan kita. Kita dilahirkan tanpa memiliki apapun, agama menyebutkan dalam keadaan fitrah, teori mengatakan manusia dilahirkan dalam keadaan kosong seperti kertas putih yang harus dicorat-coret sehingga kehidupan mencapai puncak kesempurnaan.

Pertama yang harus diisikan dalam diri kita dan anak-anak kita adalah angka 1, tauhid atau keesaan Allah.  Luqman al Hakim berpesan pada anaknya; "Hai anakku, Janganlah kamu menyekutukan Allah, karena sesungguhnya menyekutukan-Nya adalah dosa (kesesatan) yang sangat-sangat besar". Dan "Allah tidak akan mengampuni bila kita menyekutukan-Nya dan mengampuni dosa selainya kepada orang-orang yang dikehendaki". 

Tauhid (agama) menjadi landasan utama dalam mencapai angka sembilan (9) atau kesempurnaan. Kesempurnaan dapat kita maknai dengan baik di dunia dan akhirat (hasanah fi al dunya wa fil akhirah), juga dapat kita maknai sebagai pencapaian derajat yang tinggi di sisi Allah, yaitu taqwa. Kesempurnaan bukan menafikan dunia, bukan tidak boleh sukses dalam pekerjaan, bukan tidak boleh kaya raya, melainkan semua itu hanyalah hasil sementara dari proses kebaikan yang digunakan sebagai alat untuk taqarruban ila Allah (dalam rangka mencapai takwa).

Setelah mencapai puncak, maka kita pun harus kembali pada Allah 0 (nol), menjadi nir dan tidak memiliki apapun. Ibadah kita, amalan baik kita, shalat, puasa dan sedekah kita, haji kita, dan seluruh kebaikan kita menjadi tak berarti di-nol-kan dihadapan Allah swt. Kita pun dikembalikan kepada Allah hanya berbekal kain kaffan, meninggalkan seluruh kesuksesan yang telah kita upayakan di dunia. Selamat menapaki, jalan kehidupan seperti hitungan angka-angka matematika kehidupan.


Sabtu, 11 Februari 2017

Blumbang (Tempat Sampah) Kearifan

Dulu, saat kecil bapak sering menggali tanah dengan ukuran 1 meter kubik, sebagai tempat sampah alami. Sebelum banyak sampah-sampah tak terurai dari bahan plastik, kaca, dan karet, sampah-sampah organik membantu proses penggemburan dan peninggian tanah. Dengan adanya mikro organisme atau pengurai, sampah diubah menjadi kompos dan tanah pun semakin subur. 

Blumbang harus siap menerima semua sampah, sampah terurai membuat tanah gembur dan subur. Yang tidak dapat diurai terkubur dalam tanah tak tampak lagi, meskipun limbah tersebut mengganggu kesuburan tanah. Bisakah kita menjadi "Blumbang" untuk menampung dan mengubah sampah-sampah cacian, makian, hinaan, keluhan, kemarahan orang, cerita bahagia, sapaan, pujian, dan lain sebagainya, dengan menyiapkan pengurai yang bisa menyuburkan dan meninggikan derajat kita ? hingga orang lain menuai manisnya kebaikan kita.

Senin, 28 November 2016

By Design ,............

Kita menjadikan al Qur'an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup bahkan sesekali melihat ijtihad ulama' bila keduanya tak ada tuntunanya. Bahkan budaya yang tidak dilarang oleh keduanya pun diperbolehkan. Seperti halnya pisau, adalah benda pasif yang memiliki fungsi memotong dan kemanfaatan atau kemadharatannya tergantung penggunanya. Begitu pula apa yang kita yakini tentang al Qur'an dan as Sunnah, akan bermanfaat sebagai pedoman hidup menuju taqwa atau tidak tergantung penggunanya.

Senin, 10 Oktober 2016

AHOK Muslim pun Takkan Kalian Pilih

Fenomena al Maidah ayat 51, memunculkan banyak komentar baik yang mendukung maupun yang menolak dengan alasan telah melakukan penistaan agama. Masing-masing menyodorkan tafsiran meskipun bukan keahliannya dalam ilmu tafsir al Qur’an dan ngerinya, merasa paling benar atas tafsirannya. Seorang ulama tafsir yang mencoba meluruskan pemahaman atas ayat tersebut pun dicaci dan dihina oleh para haters di dunia maya. Mereka sudah dibutakan dengan fenomena Pilkada DKI. Benarkah, Pilkada ini untuk mengusung perjuangan Islam ?

Minggu, 13 Desember 2015

Pemimpin Miskin Yang Meninggikan Bangunannya Melupakan Amanat Mendekatkan Kiamat

Berbicara Kiamat merupakan hal yang samar yang merupakan rahasia Allah swt., hingga nabi saw. pun tidak diperkenankan untuk mengungkapkannya - sebagai adab orang yang dipercaya pada kegaiban - hanya menyampaikan tanda-tanda yang semakin nampak tanda-tanda tersebut. Salah satu tanda-tanda kiamat adalah perlombaan meninggikan bangunan oleh para pengembala kambing, sebagaimana tertuang dalam hadits di bawah ini;   

واذاتطاول رعاء البهم فى البنيان فذاك من اشراطها
 "....jika para pengembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah diantara tanda-tandanya (kiamat)". HR. Bukhari-Muslim. 

Dalam riwayat lainnya, Imam Muslim mengungkapkan وأن ترالحفاة العراة العالةَ رِعاءالشاء يتطوّالون البنيان
"Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, teanjang lagi miskin yang menggembala domba, berlomba-lomba mendirikan bangunan yang tinggi". 

Trus, siapakah para pengembala kambing/domba tersebut ?
Lahan semakin menyempit, telah didirikan bangunan dan perumahan dan profesi tersebut tidaklah menarik lagi. Bila di kampung, mereka dicari saat ada slametan mitoni (tingkeban) sebagai bocah angon yang membutuhkan bekal ngangon gembalaannya. Bila kita mengingat sirah para nabi, hampir semua dari mereka menjadi pengembala, misalnya Nabi Musa dan Harun a.s, Nabi Dawud as. dengan seruling gembalanya yang merdu, bahkan Nabi Muhammad saw, sedniri pun pernah menjadi cah angon. 

Dalam syair "lir ilir" karya Kanjeng Sunan Kalijaga, disebutkan "bocah angon - bocah angon, penekno belimbing kui" yang kemudian ditafsiri oleh Cak Nun sebagai para pemimpin yang tidak disebutkan secara spesifik dengan Pak Jendral, melainkan semua pemimpin dari tingkat terendah hingga pejabat negara, dari pemimpin masyarakat hingga pemuka agama, yang harus mempertanggung-jawabkan kepemimpinan untuk keselamatan umatnya (kullukum ro'in wakullukum mas'ulun 'an ro'iyatih). 

Dari konteks hadits di atas, bisa jadi mereka (para pengembala) adalah para pemimpin yang mementingkan diri sendiri untuk mendirikan bangunan megah; memperbanyak rumah, korporasi atau dinasti ekonomi tanpa memperhatikan tanggung jawab mereka untuk kemakmuran dan keselamatan umatnya. Mereka hanya berpikir untuk keberlangsungan dinasti keluarga, lihatlah perputaran kepemimpinan negara melalui partai politik bukankah tak beda dengan kerajaan-kerajaan politik yang berkutat pada keturunan darah biru yang layak sebagai pemimpinnya.

Mereka juga "tidak memakai sandal dan telanjang"; artinya untuk mencapai kekuasaan sebenarnya mereka tidak memiliki bekal atau modal untuk menggapainya. Political cost yang tinggi tidak dapat dipenuhi dengan modal dengkul, mereka dibiayai oleh para pengusaha/swasta yang juga berkepentingan untuk keberlangsungan bisnisnya, melalui percaturan politik. Dalam perpolitikan kemudian dikenal politik balas budi atau dagang sapi. Sehingga kita jangan gampang gumun/getun alias keheranan bila terjadi kegaduhan politik yang saling mengunci satu sama lain, politis yang terjerat kasus-kasus tertentu sehingga harus menjadi korban atau dikorbankan atau memang benar-benar menjadi pelaku atas tindakan koruptif. 

Meskipun dalam riwayat lain dipertegas dengan "orang-orang arab", saya lebih memilih bahwa mereka semua adalah para pemimpin yang hanya meminting diri sendiri dan golongan hingga terjadi kerusakan. Nabi saw., dikenal sebagai orang arab Quraisy dan diturunkan di tanah arab, namun merupakan Nabi-nya seluruh umat manusia. 

Dari tanda ini, telah nampak jelas kedekatan kiamat menghampiri kita. Satu persatu yang dianggap mengancam kepentingannya akan berbunyi terompet "ISROFIL" kemudian datang "IZROIL" nya, dan dicabut segala bentuk aktifitasnya. Mereka yang mengganggu kepentingan ekonomi dan bisnisnya akan tumbang hingga menjadi miskin tanpa tahu penyebab dimiskinkannya. Mereka yang bersuara lantang akan dicatat oleh "ROKIB-ATID" nya untuk kemudian harus ditanya oleh "MUNKAR-NAKIR" nya hingga dipertemukan dengan "MALIK"nya untuk memperoleh hukuman atas tindakannya.

Setelah mereka menuhankan diri, maka yang datang adalah kemurkaan Allah yang sesungguhnya dengan mengutus IMAM MAHDI dan Nabi ISA a.s, untuk menghalau watak DAJJAL berbalut "TUHAN" kekuasaan dan menolong orang-orang yang masih memiliki keimanan dalam dada mereka. Hingga kemudian hancurlah dunia dan isinya karena ulah-ulah para pemimpin yang tidak amanah dalam kepemimpinannya.

Jadilah pemimpin yang amanah untuk kemakmuran umat, sehingga kiamat dapat menjauh. Walau hanya satu tanda yang dapat kita halau, paling tidak kita sudah berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik sesuai dengan tuntunan agama.

Rabu, 15 Juli 2015

Tangan Kanan atau Tangan Kiri ?

Tangan kanan selalu ada dimana Penguasa, Raja, Pejabat, Boss, Si Kaya, atau Preman kecil-kecilan. Dia bahagia atas kebanggaannya dekat dengan tuannya, apa pun akan dilakukan hingga harus njotos atau melukai hingga mbunuh orang yang tidak disukai tuannya. 

Tangan kiri, selalu apes menerima bagian bebersih diri hingga bau TAI. TAI manipulasi,TAI arogansi, TAI korupsi, dan segala bentuk TAI-TAI penyimpangan-penyimpangan diri. Dia bahagia dengan kebanggaannya menutupi aib tuannya dari kebusukan-kebusukan TAI.

Kyai banyak didekati oleh para penguasa atau calon penguasa, eksekutif, legislatif atau yudikatif, begal, berandal, orang biasa, dan segala macam profesi. Mulai dari minta didoakan untuk sukses, minta aji kebal, minta fatwa, minta air doa untuk keluarga yang sakit, atau sekedar ikut ngaji hingga minta di"ceboki" karena belepotan kotoran, bahkan ada yang memilih mendekat dengan penguasa.

Ad pula yang terjebak, merasa sebagai tangan kanan namun sebenarnya dianggap oleh penguasa sebagai tangan kiri. Hingga harus dipaksa untuk keluarkan dalil dan fatwa untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Kedua tangan tersebut hanyalah alat untuk peroleh makanan dan kekuasaan.

Mana yang akan kau pilih ? menjadi Tangan Kanan atau Tangan Kiri.
Keduanya sangat mulia bila dimiliki oleh orang-orang yang dimuliakan Sang Maha Mulia.

Mencari Ilmu Itu Untuk Kemuliaan

Mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi tiap individu, wajib bukan berarti persoalan hanya sekedar menggugurkan keawjiban saja. Melainkan, bagaiamana ilmu tersebut dapat memberikan kemanfaatan bagi diri, orang lain dan lingkungan.

Jumat, 08 Mei 2015

Suami - Istri Saling Membutuhkan

Suami bukan orang asing yang pantas kau prenguti bahkan kau menggonggong seperti herder saat ia khilaf atau telat puang ke rumah. Juga bukan mesin pencari duit, yang dapat dipaksa tanpa ada syukur. Istri juga bukan budak nafsu atau pembantu yang kau suruh-suruh seenak udelmu. Juga bukan objek penderitaan yang selalu dipersalahkan.

Kamis, 30 April 2015

Istri Yang Dirindukan

Jadilah pelacur bagi suamimu, yang memuaskan dalam menservis pelanggan tetapnya, dan sesekali pelangganmu di sms nakal. Sehingga selalu dirindukan, untuk cepat pulang. Kepuasannya membawa keikhlasan suami dlm memberikan maisyah tak terhingga dan menjalaninya adalah ibadah.

Jadilah koki yang hebat, sehingga masakannya selalu diingat suami yanh akan mengurungkan niatnya makan di warung/rumah makan. Masakan dengan tangan keikhlasanmu ada berkah dan pahala serta memalingkan suami dari keramahan si pelayan.

Dan jadilah pramu swami yang baik. Menyiapkan segala kebutuhan suami saat dia akan berangkat kerja, dinas luar, dan sepulangnya disambut dengan ramah. Sehingga tiada lagi seorang yang dibutuhkannya selain istrinya untuk selalu disisihnya. Saat kamu meninggal dunia pun akan selalu diingatnya, akan sangat merasa kehilangan.

Mungkin itu saja, semoga kalian menjadi istri yang terbaik bagi suami kalian. Ibadahmu dengan Tuhan itu urusanmu bukan urusanku.

Selasa, 28 April 2015

Suami yang dirindukan...??

Jadilah tentara hatinya, yang selalu menjaga keamanan dan kenyamanan hati dan perasaan saat jauh maupun dekat. Berusahalah untuk memenuhi kebutuhan dhohir dan batinnya sehingga tiada kekhawatiran kefakiran istrimu.

Jumat, 24 April 2015

Tuhan Maha Asyik

Tak diminta telah tersedia begitu banyak fasilitas yang lengkap. Segala jenis makanan, buah segar, ikan segar, mentari dan udara segar bahkan dipersilakan tiap malam kau nikmati susu segar perempuanmu yang telah dihalalkan. 

Dia begitu seksama mendengarkan curhat, keluh kesah dan tangisanmu, dan semua yang engkau sampaikan akan seksama didengarkan. Tanpa menghakimi, Dia tersenyum saat kau ceritakan segala kesalahanmu dan berjanji tak mengulanginya. 

Short time, semaleman, seminggu bahkan kau booking sepanjang usiamu dia akan melayani dan memuaskanmu. Engkau beribadah atau tidak, Dia tak terpengaruh olehmu. Sebesar apapun kesalahan yang kita lakukan, Dia tersenyum ramah saat kita menyapa. Dia lebih sayang lagi, bila kita selalu bersama-Nya tanpa meninggalkan kemanusiaan kita. 

Terlalu asyik untuk digambarkan, diceritakan, dan dituliskan. Hampiri Dia, kau akan merasakan kehangatan cinta-Nya dan tak ingin beranjak meninggalkan-Nya.

Dibanding hubungan kita dengan manusia lainya, dipenuhi dengan kebencian dan kepura-puraan serta tipu daya. Bahkan mending berteman dengan kambing, kerbau, atau hewan lainnya. Atau dengan tumbuhan dan rerumputan, yang tak pernah menghianati kita.


doel Zemprull

Selasa, 14 April 2015

Selamat Berkenalan dengan Tuhanmu

Dalam beribadah kita diberikan pilihan HIKMAH (faedah), KAROMAH dan TUHAN itu sendiri. Mana yang akan kamu pilih...???.  Bila kita milih Tuhan akan memperoleh ketiganya. Bila kita memilih selain Tuhan, selamanya tak akan bertemu Tuhan sekalipun masuk surga.

Selama ini kita beragama, berikrar syahadat, beribadah, shalat, puasa, zakat bahkan berhaji dengan mengucap, lillahi ta'ala. Untuk Tuhan atau kepentinganmu..?? Bila untuk Tuhan, apakah kau mengenali-Nya sehingga hadiahmu sampai pada-Nya ?? Dan kau tahu alamat untuk mengantarkan hadiah persembahanmu ?? Bahkan Sayidina Ali kw, "tidak akan menyembah Tuhan yang tidak dia kenali".

Kenalilah Tuhanmu, sehingga kita tidak kesasar dalam beribadah. Mulailah dengan mengenali dirimu sendiri, sehingga kau mengetahui alamat yang akan dituju. Selamat berkenalan dengan Tuhanmu, yang telah lama kalian tipu dalam keseharianmu.

Rabu, 25 Maret 2015

Pemanis Buatan Bukan Ciri Mukmin

Dewasa ini banyak orang terkena penyakit gula atau lebih dikenal dengan diabetes militus. Penyebabnya kurang lebih karena menumpuknya kadar gula dalam darah. Zat gula merupakan salah satu cadangan tenaga sela in karbohidrat dan lemak. 

Selasa, 24 Maret 2015

Kerelaan dan Cinta;

Ada ruang tipis diantara keduanya,
yang tak kau mengerti dan berusaha membukanya;

Cinta asmara, kau ingin selalu bersamanya dan tak ingin ditinggalkannya;
Bahkan kau tak rela dia bahagia bersama lelaki yang menikahinya;


Kau bergelut dan berusaha untuk dapatkan dunia,
Kau tak rela bila Tuhan mengambilnya dengan cara yang Dia suka;

Kau hanya memanfaatkan bukan memilikinya;
Kau bilang cinta pada Tuhan, tapi tak bersikap seperti para pecinta-Nya;
Bahkan kau tak rela mati untuk bertemu dengan-Nya;

Rela dan cinta akan selalu bersama,
Bila dapat menyatukan mereka kau lebih tenang dan bahagia;

Dz al Qishud; Jakarta 24/03/15

Selasa, 17 Maret 2015

Transparan Itu Lebih Seksi

Sangat menegangkan bila kita melihat perempuan memakai pakaian transparan, mengundang birahi dan kita ingin segera meniduri. Coba saja bila perempuan itu telanjang, senyam-senyum di pinggir jalan masihkah mau kita menidurinya...? kecuali mereka yang ukuran mentalnya yang tidak jauh berbeda dengannya.

Sabtu, 22 November 2014

Al Quran dan Seperangkat Alat Sholat -- Tradisi Maskawin ??

Al Qur'an dan seperangkat alat sholat sering dijadikan sebagai maskawin, mungkin karena sudah tradisi atau ketidaktahuan mereka, atau murah dan sebagai bentuk eksistensi dirinya sebagai muslim. Kemudian setelah menjadi suami istri dan beranak pinak, tak ingat lagi apa yang telah diijabkan saat akad nikah. 

Shalat Kehidupan

Sholat merupakan ibadah yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri salam. Takbiratul ihram hanya diperdebatkan mengangkat atau tidaknya tangan kita atau bersedakep atau tidaknya. Tidakkah kita mawas diri atas kebesaran-Nya kita dihidupkan dan ditanggung segala kebutuhan kehidupan kita.

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...