Kamis, 22 Januari 2026

Istighfar Harus Melatihmu Sebagai Pemaaf

Berapa kali kita memohon ampun kepada Allah (istighfar) dalam sehari semalam? Nabi saw, membaca istighfar minimal 70 kali sehari semalam. Perbuatan keji, salah dan dosa akan diampuni oleh Allah dengan mengingat Allah untuk kembali (dzikir) dan memohon ampun (istighfar) serta tidak akan pernah mengulangi perbuatan salahnya (QS. Ali Imran:135). Bersegera minta ampunan kepada Allah atas dosa diperintahkan dan merupakan salah satu ciri orang-orang yang bertakwa.

Allah mengampuni dosa para hambanya (al-Ghaffar-al-Ghofur), bila mereka kembali dan memintanya (istighfar), kecuali atas dosa-dosa yang menyekutukan (syirik). Innallaha laa yaghfiru an yusyraka bihi waghfiru ma duuna dzalika liman yasyaa’ (QS. An-Nisa:116); sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni kesyirikan atasnya, dan akan mengampuni dosa selainnya bagi orang-orang yang dikehendaki (menghendaki).

Istighfar yang kita baca seharusnya membentuk karakter pemaaf pada diri kita. Allah akan mengampuni setiap kesalahan, sementara kita tidak mengampuni dan tidak memberikan toleransi kepada kesalahan orang lain yang menimpa kita. Mencegah amarah dan menjadi pemaaf adalah ciri lain orang-orang yang bertakwa, dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (QS. Ali Imran:134).

Dengan tidak memberikan maaf kepada orang lain, kita menyimpan banyak penyakit hati seperti amarah, ghibah, dengki dan pendendam. Satu kesalahan orang yang tidak kita maafkan, minimal ada empat bara penyakit yang tersimpan dalam hati. Tidak hanya mengabaikan anjuran sebagai pemaah, kita berpotensi meninggal dunia dalam keadaan su’ul khatimah karena menyimpan penyakit hatit.

Cobalah kita tengok dalam diri kita, apakah ratusan bahkan ribuan istighfar yang keluar dari lisan kita berdampak pada karakter pemaaf kita? Atau kita masih egois, hanya meminta maaf tanpa bisa memberi permaafan kepada orang lain. Maaf bukan sekedar ucapan atau permintaan maaf, melainkan ikrar diri untuk tidak mengulangi perbuatan salah tersebut. bila kita mengetahui kesalahan orang lain pada diri kita, maka tidak melakukan hal yang sama terhadap orang lain. Bila sakit dicubit, jangan mencubit orang lain. Bila sakit dicaci, maka jangan pernah mencaci orang lain.

Istighfar adalah upaya lisan memohon ampun kepada Allah, dengan menanamkan sifat ghaffar dalam diri kita untuk menjadi mudah memaafkan kesalahan orang lain. Dengan memaafkan kita bisa menghilangkan amarah, dengki, ghibah dan pendendam di hati kita. Semoga tetap selalu berusaha untuk menginsertasi sifat jamaliyah Allah dalam diri kita sesuai dengan kadar kemanusiaan kita sebagai makhluk. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Istighfar Harus Melatihmu Sebagai Pemaaf

Berapa kali kita memohon ampun kepada Allah (istighfar) dalam sehari semalam? Nabi saw, membaca istighfar minimal 70 kali sehari semalam. Pe...