Tampilkan postingan dengan label Khikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juli 2026

Kampung Apung: Solusi Bagi Wilayah Terdampak Abrasi dan Banjir Rob

Di beberapa wilayah pesisir pantai utara seperti Demak, Semarang, Batang, Pekalongan dan Pemalang, hampir tiap tahun terkena banjir karena peningkatan debit air karena hujan atau rob. Beberapa penanganan yang telah dilakukan adalah memperbaiki saluran air, membangun talud, meninggikan jalan, dan merelokasi rumah terdampak. Mayarakat yang tetap tinggal karena mata pencaharian sebagai nelayan atau berbasis hasil perikanan menguruk tanah atau meninggikan rumah-rumah mereka.

Upaya menguruk rumah, jalanan, atau pembuatan talud dalam jangka panjang tidak menjadi solusi yang efektif. Bukit yang diambil tanah dan batuan untuk bahan material urukan akan menjadikan dataran rendah, yang juga akan berdampak pada bajir yang semakin mengarah ke daratan. Air pada dasarnya tidak bisa ditimbun, menguruk areal banjir maka akan menambah aliran air ke arah selatan atau daratan.

Sejenak mari melihat rumah-rumah Suku Bajo, yang berada di tepi-tepi laut. Rob besar mereka tidak kebanjiran, bahkan bisa mendapatkan ikan tangkapan yang terbawa oleh rob. Rumah-rumah Suku Baju berbentuk panggung dengan material bambu sebagai penyangganya. Selain rumah Suku Bajo, kita bisa melihat rumah-rumah di pantai Kalimantan, Lampung dan masyarakat yang tinggal di pinggir kali (Girli) atau sungai. Mereka tetap bisa beraktivita bermata pencaharian berbasis perikanan, juga tidak terkena dampak banjir.

Rumah Panggung atau rumah apung bisa ditawarkan bagi masyarakat yang terdampak banjir rob. Pemerintah bisa membuatkan kampung apung hingga pasar apung serta jalur lalu lintas air untuk membantu aktivitas masyarakat ke kota. Selain rumah-ramah suku Bajo dan pesisir pantai Kalimantan, Lampung dan lainnya, terdapat Kampung Apung Teko di Jakarta Barat dan Ayapoo di Papua.

Tidak hanya di dalam negeri, ada kampung apung di luar negeri seperti Santa Cruz Del Islote di Kolombia, Koh Ponyee di Thailand, Waterbuurt di Belanda, Desa Fadaoth di Senegal, Ha-Long Bay di Vietnam, Kampong Ayer di Brunei, Desa Ganvie di Afrika, dan Mexcaltitan di Meksiko.

Nah, para pengabdi masyarakat dan masyarakat terdampak abrasi dan banjir rob sudah harus memulai membuat solusi inovatif dengan membuat rumah apung, kampung apung, pasar apung dan jalur transportasi air sebagai solusi. Dan meninggalkan solusi klasik dengan menguruk rumah, jalanan dan lahan-lahan yang dapat mengakibatkan bajir meluas dan menenggelamkan seluruh daratan di pulau jawa.

Kamis, 22 Januari 2026

Istighfar Harus Melatihmu Sebagai Pemaaf

Berapa kali kita memohon ampun kepada Allah (istighfar) dalam sehari semalam? Nabi saw, membaca istighfar minimal 70 kali sehari semalam. Perbuatan keji, salah dan dosa akan diampuni oleh Allah dengan mengingat Allah untuk kembali (dzikir) dan memohon ampun (istighfar) serta tidak akan pernah mengulangi perbuatan salahnya (QS. Ali Imran:135). Bersegera minta ampunan kepada Allah atas dosa diperintahkan dan merupakan salah satu ciri orang-orang yang bertakwa.

Minggu, 09 Maret 2025

Puasa: Menyehatkan Itu Bonus

Puasa menjadi pembahasan dalam talkshow dan podcast yang bersliweran di media sosial. Salah satunya, yang menyatakan bahwa puasa itu menyehatkan. Puasa juga dikaitkan dengan diet intermittent fasting (IF) yang mengharuskan orang berpuasa selama 12 (dua belas) jam. Dengan berpuasa selama itu dapat memicu tubuh mengubah simpanan lemak menjadi energi, melepaskan keton ke dalam darah, menurunkan berat badan, memberi waktu istirahat pada sistem pencernaan, meningkatkan metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan.

Beberapa peneliti menghubungkan puasa dengan kesehatan. Penelitian dari Jordan University Hospital menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan kolesterol berbahaya, kadar lemak, dan tekanan darah.  Penelitian dari World Journal of Diabetes menemukan bahwa puasa dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes mellitus tipe 2 (dua). Penelitian dari American Journal of Cardiology menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan hingga lima kali lipat. Penelitian dari National Institute on Aging menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan biomarker penyakit, mengurangi stres oksidatif, dan menjaga fungsi pembelajaran dan memori.

Puasa merupakan perintah bagi umat muslim dan pemeluk agama dahulu agar kita lebih bertaqwa (QS. Al-Baqarah:183). Kewajiban tersebut memiliki manfaat jasmani, ruhani, dan ukhrawi. Manfaat jasmani termasuk didalamnya adalah seperti yang diungkap di atas, tentang metabolisme tubuh, mengurangi kadar gula, menurunkan berat badan dan lain sebagainya. Puasa bermanfaat bagi ruhani atau kejiwaan seperti mengendalikan syahwat, menyadarkan bahwa manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan, melemahkan hawa nafsu dan membersihkan jiwa. Dan ketiga, bermanfaat secara ukhrowi yaitu tentang balasan atas puasa mukmin yang ikhlas dan bersemangat dalam mengisi waktunya dengan meningkatkan nilai ibadahnya.

Manfaat puasa itu jelas bila kita menjalankan perintah dengan ikhlas penuh dengan ketundukan. Sedangkan niatan untuk kesehatan jasmani dan ruhani serta kehidupan lebih baik setelah mati adalah bonus dari Allah Swt atas keimanan dan keikhlasan serta ketundukan dalam menjalankan perintah tersebut. Momen mulia ini jangan dikotori dengan niatan selain tunduk kepada Allah untuk mencapai derajat muttaqin.

Senin, 03 Februari 2025

Shalat Kok Ben Sehat

 Shalat dianggap sebuah hadiah perintah Allah kepada umat islam melalui nabi Muhammad saw saat peristiwa Is’ra’ Mi’raj. Shalat dzuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh kemudian disebut sebagai shalat lima waktu. Dalam perjalanan dakwah penyebaran Islam, ada yang mendakwahkan “shalat wektu telu”, shalat tiga waktu (bukan lima waktu). Ini didasarkan pada ayat aqimi al-shalata liduluki al-syamsi ila ghasaqi al-laili wa qur’an al fajr yang artinya dirikan shalat saat waktu matahari, malam hari, dan pagi hari. Saat terang sinar matahari ada shalat dzuhur dan ashar, saat malam ada maghrib dan isya, dan saat fajar ada shalat subuh.

Shalat adalah perintah, dengan banyak permaknaan sesuai dengan kepentingan masing-masing. Ada orang yang menganggap efek shalat itu sehat, atau rangkaian gerakan shalat bisa menyehatkan. Penelitian di FKUI yang menunjukkan bahwa shalat merupakan rangkaian gerakan berirama yang dapat menyebabkan kontraksi dan relaksasi otot yang harmonis. Penelitian di Jurnal Kesehatan yang menunjukkan bahwa shalat dapat menjaga kesehatan hati dan urat nadi. Penelitian di FEBI UINSI Samarinda yang menunjukkan bahwa shalat dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian di Tipa ftk.uin-suska.ac.id yang menunjukkan bahwa shalat dapat membantu pencernaan. Penelitian di Jurnal Emerald dan NCBI yang menunjukkan bahwa shalat dapat membantu terapi psikologis.

Ada yang mendasarkan diri bahwa shalat harus dalam kesadaran untuk menerapkan impactnya dalam bermasyarakat (tanha an al-fahsya’ wa al-munkar). Shalat rajin kemudian masih berbuat keji dan munkar, maka shalatnya tidak dianggap memberikan dampak positif diri. Bila ada seseorang itu baik sekali sehingga tidak nampak keburukannya, tetapi dia ga pernah shalat (non muslim), apa yang membedakan dengan muslim bila ukuran shalat dari pencegahan perbuatan keji dan munkar?

Ada yang mendasarkan bahwa menjalankan shalat karena diperintah saja, kalau tidak ada kewajiban pasti tidak dikerjakan atau sesekali saja. Mereka hanya mengikuti keabsahan fiqhiyah, terpenting terpenuhi syarat dan rukun shalat. Ada yang memaknai shalat sebagai tiket awal checking entry ke surga. Mereka serius dalam shalatnya, sehingga nampak berlebih-lebihan mengkhusyukkan diri. Secara psikis dapat memberikan dampak buruk others judgment, tidak baik shalatnya. Benci terhadap orang-orang yang tidak memprioritaskan shalat dan kerjakan atau aktivitas lainnya.

Ada shalat goyang, yen lego sembahyang (shalat bila sempat). Mereka yang diberikan nikmat kesibukan sehingga ingat shalat saat dia tidak sibuk, atau merasa tidak bisa menyempatkan waktu dalam kesibukannya untuk menjalankan shalat. Ada pula yang menjalankan shalat lima waktu sambil melengkapi sunah shalatnya, hingga menjalankan shalat-shalat sunah.

Dalam menjalankan shalat sunnah pun ragam motivnya. Mereka serius menjaga shalat dhuhanya agar rejeki lancar dan tambah berkah. Ada yang menjaga shalat malamnya, agar mendapatkan tempat yang mulia (maqam mahmudah). Ada menjaga shalat fajar, karena lebih mulia dari dunia dan seisinya. Ada yang menjaga shalat sunah rawatibnya untuk menambal bolong-bolong shalat fardhunya. Ada yang menjaga shalat taubat, shalat tasbih, shalat-shalat sunah mutlak lainnya menurut motivasi masing-masing.

Tuhan tidak mengintervensi motivasi shalat kita, bahkan memberikan karunia-Nya sesuai degan motivasi kita termasuk motivasi jahat. Shalat merupakan rangkaian doa, dan setiap doa pengharapan serta motivasi dalam mengerjakannya bakal dikabulkan oleh Allah Swt (ud’uni astajiblakum). Pu demikian, kita juga harus mempertimbangkan motivasi kita dalam mengerjakan shalat. Bila niatan kita untuk kepentingan kita dunia maupun akhirat hanya akan diberikan sesuai dengan motivasi kita. Motivasi jahat, Allah menugaskan setan untuk membantu memnyempurnakan motivasi kita.

Kita akan diberikan apa yang kita harapkan dari motivasi beribadah, bila dunia yang diharapkan maka dkan diberikan kesehatan, kesejahteraan, kehormatan dan lainnya di dunia. Bila shalat itu diibaratkan koin untuk bermain di playground, atau voucher hadiah, maka tatkala voucher yang digunakan untuk menukarkan kesejahteraan duniawiyah itu habis maka kita tak punya lagi voucher untuk masuk ke surga atau nirvana apalagi tiket privieage untuk bertemu Sang Idola.

Allah menggarisbawahi, bila niatan peribadatan itu hanya diperuntukkan diri-Nya maka akan diberikan keutamaan dibandingkan dunia dan seisinya. Berat untuk menjaga konsistensi kelurusan motivasi peribadatan kita, meski telah dituntun dalam pelafalan lillahi ta’ala. Apa yang dijanjikan itu “abstrak” sedangkan motivasi kesejahteraan, kehormatan, dan fasilitas untuk memperoleh kebahagiaan itu nampak nyata.

Untuk itu agar tidak tersesat motivasi kita, semua peribadatan atau yang berpotensi menjadi ibadah harus di-elmoni. Kesempuranaan membutuhkan ilmu dan latihan, sehingga kita mengetahui apa yang sebenarnya dikehendaki Allah atas perintah-perintah yang tertuang dalam al-Quran dan yang dicontohkan oleh nabi saw., dan para shabat-sahabatnya (abdul basid).

Minggu, 02 Februari 2025

Isra' Mi'raj Kita

Rajab telah berkahir, dan menjejaki Sya’ban yang merupakan bulannya Nabi, seperti dalam hadits Rajab syahrullah, wasya’ban syahriy, wa Ramadhan syahru ummatiy. Untuk mencapai ramadhan mubarok dan bermakna, kita harus menyiapkan diri paling tidak sejak bulan Rajab dengan ibadah dan memperbanyak sunnah serta kebutuhan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga di Ramadhan fokus beribadah meraih kemenangan yang sebenarnya.

Tiap bulan Rajab kita akan mendengar ceramah atau taushiyah tentang isra’ mi’raj dan kupasan shalat sebagai hadiah dari mi’rajurrasul. Surat Isra’ ayat 1 menjadi landasan cerita tentang diperjalankan nabi pada malam hari dari masjid al-haram ke masjid al-aqhsa, kemudian mi’raj hingga sidratil muntaha dan mendapatkan perintah shalat lima waktu (baca: Isra’-Mi’raj).

Hidup sejatinya dari tempat satu ke tempat yang lainnya adalah sujud atau tunduk pada Allah swt., dengan shalat serta dampak dalam kehidupan. Masjid berarti tempat (isim makan), dimana pun kita berada baik di pasar, rumah, terminal, transportasi, dan segal hal wal makan diperintahkan untuk sujud atau tunduk pada aturan-aturan Allah swt. Masjid tidak dimaknai sebagai tempat shalat, melainkan tempat sujud ketundukan.

Sujud secara fisik yang nampak adalah shalat lima waktu yang memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial diri dalam berinteraksi di segala bidang. Setelah sujud secara fisik, manusia harus menghadirkan ketundukan secara batiniah, ketundukan pikiran (sujud al-fikri) dan hati (sujud al-qalbi) tidak melenceng dari Allah swt.

Sujud al-fikri lebih kepada menggunakan potensi kritis dan akal untuk menghasilkan pikiran yang positif dalam membangun tatanan sosial masyarakat. Sedangkan sujud hati (sujud al-qalbi) mengelola hati untuk tunduk kepada Allah dan terhindar dari hal-hal yang menggoyahkan dari selain-Nya.

Sidratil Muntaha adalah simbol saat kita diperjalankan oleh Allah dari tempat ke tempat di bumi tetap tunduk (sujud) hingga akhir kehidupan kita, maka kita akan sampai dan bertemu Allah swt. Yang kemudian disebutkan bahwa shalat merupakan mi’rajnya orang mukmin, tidak kemudian setiap kita shalat bisa wushul dan bertemu dengan Allah swt (abdul basid).

Sabtu, 19 Agustus 2023

Bersihkan Cawanmu

Ilmu ibarat air jernih yang bersumber dari Tuhan melalui wahyu yang diturunkan kepada utusannya di muka bumi. al-Quran sebagai sumber keilmuan yang bisa menjadi petunjuk, klarifikan, obat, dan sumber bacaan yang dikuatkan dengan manifestasi utusannya yang kita sebut sebagai sunnah. Sunnah merupakan prototype baik ucapan (qauliyah), perbuatan (fi’liyah) ataupun pernyataan (taqririyah) rasul yang hidup. Yang mendekati sunnah rasul adalah sunah sahabat nabi saw., kemudian para generasi berikutnya (tabiin) dan yang paling mendekati untuk digugu dan ditiru adalah ahli ilmu (ulama). sesuai dengan sabda Nabi saw., al-ulama’ warasatu al-anbiya: ulama adalah pewaris para nabi.

Senin, 06 Desember 2021

BENDERA KUNING BERNOMOR

Kurang lebih sebulan lalu isteri bercerita tentang mimpinya. Dia diberi bendera antrian berwarna kuning dengan nomor 48. Setelah mengantri panjang, dia tidak dipanggil-panggil oleh petugas. Akhirnya, isteri mendekati petugas dan menanyakan antriannya:

Isteri          : “Kok saya belum dipanggil?”

Petugas    : “Nomor berapa?”

Isteri          : “nomor 48”

Petugas    : ‘Saya beri nomor antrian lagi ya”

Kemudian nomor tersebut diberikan ke isteri dengan nomor 52, dan isteri membawa bendera kuning dengan nomor 52 tersebut pulang ke rumah.

“Apa artinya, Mas?”, tanya isteri setelah menceritakan kisah mimpinya tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa mimpi adalah buah tidur yang dipengaruhi oleh kondisi psikis seseorang saat terjaganya. Misalnya, orang takut dikejar-kejar anjing dan kemudian terbawa ke dalam mimpinya itu kisahnya berlanjut. Ada pula, saat menjelang tidur dia makan dan belum minum minum, di mimpinya dia kehausan membutuhkan air minum.

Mimpi juga bisa merupakan informasi yang diberikan oleh Allah saat tertidurnya seseorang. Nabi Yusuf a.s., kecil pernah menceritakan dirinya mimpi menelan bulan. Ayahandanya mengetahuinya, kelak Yusuf akan menjadi orang pilihan yang akan menjadi seorang nabi.

Terkait dengan mimpi di atas, hanya bisa mengira-kira dengan melihat realita yang ada di sekitar kita. Bendera kuning biasa digunakan untuk memberikan tanda bahwa di lingkungan tersebut ada orang yang meninggal. Sehingga saat orang-orang melihat bendera tersebut, mengetahui bahwa di lingkungan tersebut ada yang meninggal dunia. Dan mereka bisa menelusuri bendera tersebut hingga ke rumah duka. Selain bendera kuning, bendera putih juga digunakan sebagai lambang duka di beberapa daerah dan negara.

Angka 48 dan 52 bisa saja merupakan simbol dari usia manusia, yaitu 48 tahun dan 52 tahun. Bisa jadi, jatah usia dari 48 tahun diundur menjadi usia 52 tahun, atau satu di usia 48 tahun dan yang satu di usia 52 tahun. Bila mimpi tersebut hanya sebagai bunga tidur, maka hanya cerita kita setelah bangun tidur.

Bila mimpi it
u merupakan kabar kebenaran yang diberikan melalui mimpi, maka merupakan peringatan dan perintah agar memperbaiki diri sebelum ada tamu yang menjemput pulang. Kita harus mempersiapkan diri sehingga layak bertemu dzat yang mengutus kita lahir di dunia. Menjadi diri kita sebagai jiwa yang muthmainnah dan kembali dengan penuh keridhaan-Nya. Sesuai dengan QS. Al-Fajr 27-28. Semoga Allah menjadikan usia kita dalam ketaatan kepada-Nya dan mengikuti sunah-sunah Nabiyyina Muhammadin saw.

Rabu, 07 Juli 2021

Bismillah: Sehat, Waras dan Brigas

Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat hamdalah. Perintah pertama kali turun kepada Nabi Saw adalah QS. al-Alaq, "iqra bismirabbika alladzi khalaq": bacalah, dengan nama Tuhanmu!". Ketika kita memulai membaca, beraktivitas, berbicara, dan lainnya harus memulai dengan nilai-nilai Ketuhanan (ism Allah). Sesuatu yang dimulai tidak dengan pertimbangan Ketuhanan maka akan musnah (kullu syai'in halikun illa wajhah). Demikian pula, bismillah untuk memulai berdoa dengan menyebut nama Allah. Maka berdoalah kapada-Nya dengan asma'ul husna (fad'uu lahu al-asma'ul husna). 

Sehat adalah tuntutan jasmaniyah kita agar selalu dapat dijalan sesuai dengan fungsinya. Bila kita batuk-batuk maka ada organ tubuh kita yang terganggu. Tenggorokan kering dan paru-paru abnormal atau karena peradangan dan pernafasan kita tersengal-sengal. Hidung kita tidak bisa mendeteksi bau, maka indra penciuman kita terganggu (anosmia). Badan kita demam, lemas dan keluar keringat dingin menunjukkan tubuh kita kurang/tidak sehat karena virus atau bakteri. Ini membutuhkan tindakan berobat untuk mencegah agar tidak memperparah keadaan. Menjaga diri agar tubuh kita tetap menjalankan fungsinya dengan baik melalui makan bergisi dengan seimbang, minum multivitamin, istirahat dengan cukup dan lainnya merupakan bagian dari bersyukur kepada Allah. 

Waras, terkait dengan kejiwaan kita. Kefakiran atau kemiskinan kita, dapat menyebabkan ketidak-warasan kita dalam berpikir dan bertindak. Kejadian baik atau buruk yang menimpa kita dapat mengganggu kewarasan kita. Kita mendapatkan kedudukan dan kelimpahan harta, otak kita bisa tak waras. Kebiasaan baik kita berubah, kita menyisipkan aktivitas buruk kita main cewek, ke klub-klub malam, berjudi dan lainnya. Kedudukan dan kekayaan adalah kejadian baik, namun berpengaruh buruk pada kejiwaan kita. Lebih-lebih kejadian buruk (na'udhzubillah min dzalik), dapat membuat kita terganggu kewarasan kita. 

Bila sehat itu terkait fisik jasmaniah kita, yang membutuhkan asupan makanan. Maka, kewarasan terkait dengan kejiwaan. Bila kita terganggu kewarasan kita secara terus menerus, bisa naik ke level yang lebih tinggi yaitu gila. Kejiwaan yang mempengaruhi kita dalam dalam berpikir dan bertindak. Kejiwaan dipengaruhi oleh ilmullah dan spiritualitas kita. Untuk menjada kewarasan kita perbanyak ilmu dan dzikir kepada Allah Swt. 

Brigas dari bahasa Jawa, begeur (Sunda) atau bugar dalam bahasa Indonesia. Orang yang memiliki kesehatan jasmani dan kewarasan ruhani sudah seharusnya brigas. Mereka memilki semangat hidup (be positif) yang tinggi dan menebarkan senyum keceriaan. Brigas lebih kepada manifestasi sehat dan waras dalam tindakan sehari-hari. Orang yang "ngethuthur", murung cenderung tidak brigas. Kejiwaannya pasti ada masalah, dalam tempo yang lama dapat mempengaruhi kewarasannya (gila). 

Bismillah, jaga diri kita agar tetap sehat dalam kewarasan serta bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jaga keseimbangan makanan kita dan beri asupan ilmu dan dzikir unsur-unsur kejiwaan kita sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kesempurnaan penciptaan diri kita. 

Bekasi, 07/07/2021

Abdul Basid





Kamis, 23 Juli 2020

Dasar dan Ajar, lebih kuat mana?

“Dasar kuwi lebih kuat dibanding ajar”, ungkapan orang tua saat mengomentari fenomena sosial masyarakat. Saat itu saya berpikir, bahwa manusia tidak bia diubah dengan proses pendidikan. Namun, pada kenyataannya ada orang yang memiliki sifat keras, melunak saat memperoleh pendidikan. Dan ada orang hingga pendidikan tinggi namun tak bisa menjaga moralitas diri sebagai seorang yang terdidik. Keduanya saling berlawanan, apakah ada kaitannya dengan pernyataan orang tua dulu?

Sabtu, 07 April 2018

Harapan Ahli Kubur

Pernahkah kita berempati pada orang-orang mati. Mereka tidak bisa membalasa rasa empati kita, namun rasa kita dibutuhkan mereka. Coba kita berpikir sebagai mereka yang berada dalam liang kubur, memperoleh siksa hingga menunggu hari kebangkitan. Terhadap keluarga kita bisa melakukan ziarah kubur, tahlilan, dan sedekah untuk keluarga kita. bagaimana dengan orang lain, bukan sanak-saudara kita? Saat kita ziarah, khikmah apa yang anda ambil saat melihat atau saat ziarah kubur?
https://alifdankayla.files.wordpress.com/2008/07/kuburan.jpg
Add caption
Saat melihat atau melewati kuburan kita diperintahkan untuk “uluk salam” dengan kalimat “assalamualaikum ya ahlil kubur, fainna insyaallahu bikum lahiqqun” yang artinya “kesalamatan untuk kalian wahai ahli kubur, sesungguhnya atas kehendak Allah saya akan beserta kalian”. Dari kalimat itu, kita diminta untuk selalu mendokan kepada orang lain hingga terhadap orang mati sekalipun. Dan melakukan penyadaran diri bahwa kita suatu saat akan masuk ke liang lahat seperti mereka (yang mati).

Kira-kira, apa yang kita butuhkan bila kita menjadi mereka (yang mati)?

Amal ibadah kita? doa yang hidup? Atau apa!? Amal ibadah kita serentak terhenti saat kita tercabut nyawanya, kecuali tiga amaliya; sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan anak yang shaleh. Pahala ketiga amaliyah tersebut akan mengalir meskipun kita telah bersemayam di kuburan, hingga tiga aset amaliyah kita tidak bermanfaat lagi.
Bagaimana bila kita tidak memiliki ketiganya?
Kita berharap kaum muslimin berdoa dengan men-cawel kita, menyebut dalam rapal doa dengan “.....muslimiin-muslimaat, mukminin-mukminaat”. Disanalah mereka akan berebut doa-doa tersebut, seperti memperebutkan makanan. Pernahkah anda melihat pesta gunungan yang diperebutkan oleh masyarakat, begitulah gambaran sederhananya. Benarkah kita memperoleh jatah? Karena keislaman dan keimanan kita yang dimungkinkan tidak masuk dalam kelompok-kelompok tersebut.
Beruntunglah bagi mereka yang sholeh dan sholehah, karena di setiap bacaan tahiyat mereka disebut “...assalamu ‘alaina wa’ala ‘ibadillahi ash-shalihin”. Sebanyak sembilan kali untuk seorang muslim taat akan mendoakannya melalui bacaan tahiyyat/tasyahud dalam shalat maktubah. Akan semakin banyak didoakan apabila seorang taat mengerjakan shalat-shalat sunnah. Dan akan dilipatgandakan dengan jumlah muslim di seluruh penjuru dunia.
Bila kita tak memiliki tiga aset amaliyah, bukan termasuk orang sholeh dan ketidakjelasan status muslim dan mukminnya kita. Apa yang akan kita harapkan?
Berharap pada anak-anak kita yang berusaha mengundang tetangga untuk mendoakan kita dengan tahlilan, menghadiahkan pahala sedekah/infak/wakaf untuk kita, dan usaha mereka untuk menjadi orang yang baik.  
Bila tidak ada yang melakukan semua itu, apa yang hendak kita harapkan?
Hanya tangisan setiap saat hingga menjelang hari kebangkitan. Berharap ada orang shaleh yang lewat di depan kubur kita dan mendoakan keselamatan kita. Untuk itu ber”uluk salam”lah kepada para ahli kubur saat kita melewati kuburan. Semoga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan dan berharap doa dari sanak keluarganya.

Selasa, 12 Mei 2015

Bernegosiasi Dengan Tuhan

Bulan Rajab, mau tidak mau mengingatkan kita pada peristiwa Isro' Mi'roj Nabi Muhammad saw. Perjalanan yang dimulai dari Masjid al Haram menuju Masjid al Aqsha dan dilanjutkan menuju sidratin al muntaha, untuk menerima perintah kewajiban shalat lima waktu.

Rabu, 08 Januari 2014

Menjadi Zemprull al Qishud

Semenjak berkumpul dengan orang-orang gendheng, nama abdul menjadi kurang populis di mata orang-orang gendheng. Akhirnya abdul mendekalarasikan nama barunya,…seperti orang-orang desa yang di kota memodernkan namanya. Zakky menjadi Jack… Paimin menjadi Emen, Kadariah dipanggil ria, Nur Laila minta dipanggil Ela…akhirnya dia menggendhengkan dirinya. 

Rabu, 24 Juli 2013

Belajar Dari Orang Gila

Kita menganggap orang gila sangat menjijikkan, kotor dan mengganggu pemandangan kota. Mereka dengan pakaian kumal, tidak utuh, bahkan sebagian lain tidak mengenakan baju sama sekali ( telanjang ). Kita menganggap diri kita lebih mulia dari mereka karena menggunakan baju, pernak-pernik, sepatu, berkendara, makan higienis, olah raga dan ngumpul bersosialita. Berpendidikan tinggi, bekerja di perusahaan multi nasional, menjadi pegawai negeri, wakil rakyat dan pejabat.

Rabu, 10 Juli 2013

Bertasbih dengan Menasbihkan Diri

Semua makhluk Allah yang ada di bumi dan langit serta seisinya menasbihkan keEsaan Allah. Manusia diperintahkan menasbihkan Allah SWT, bukan berarti Allah itu membutuhkan makhluknya untuk mensucikan-Nya. 

Selasa, 04 Juni 2013

Memuliakan Badan Wadhak Bangkai…..

Tempat kerja merupakan skala kecil berkumpulnya orang-orang yang membentuk masyarakat tersendiri, sesuai dengan pekerjaan yang digelutinya. Watak manusia yang mengisinya juga dapat sama dengan watak-watak manusia di lingkungan masyarakat luas bahkan suatu kaum tersendiri.
Ada yang seperti Adam dan Hawa yang tertipu oleh bisikan manis dari buah segar nan enak rasanya yang menjerumuskan pada pengingkaran terhadap amanah Allah. Ada yang seperti Zulaikha dan rekan-rekan wanitanya yang gampang takjub dengan kemolekan duniawi yang disimbulkan pada wajah Yusuf. Karena layaknya sebagai kaum ada pula yang ditugasi sebagai penyeimbang yang digambarkan antara cahaya dan kegelapan. Ada yang seperti sengkuni dalam kisah pewayangan, yang cukup lihai memainkan perannya sebagai sengkuni.

Kamis, 30 Mei 2013

"Mengundur-Lamakan Qiyamat"

Sebagai seorang mukmin harus mengimani adanya hari akhir atau qiyamat. Suatu hari dimana proses kehidupan individu maupun jamak berakhir untuk mengawali proses penegakan hokum Allah Yang Maha Adil. Akhir dari sebuah perjalanan bukanlah tanpa proses (ujug-ujug ) tetapi ada kabar dan tanda-tanda sebelumnya. 

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...