Rabu, 01 April 2026

Inna Ma’al ‘usri Yusran Bukan Mantra

Apa yang Anda pkirikan kala melihat status orang dengan ayat inna ma’al ‘usri yusran? Saya hanya menilai bahwa orang tersebut sedang merasa mengalami kesulitan hidup. Dengan memosting potongan ayat tersebut dengan segara hilang kesulitan kemudian datang kemudahan. Atau kemudian potongan ayar tersebut diwiridkan dengan jumlah tertentu, kemudian terjadi keajaiban kesulitan menjadi kemudahan.

Inna ma’al usri yusran, yang diartikan “sesungguh sesudah/beserta kesulitan itu ada kemudahan” sering digunakan untuk status seseorang sepertinya masih dalam keadaan kesusahan. Dengan mengunggah postingan tersebut berharap menjadi energi positif bahkan pelipur lara. Kemudahan bukan “ujug-ujug” datang sebagai keajaiban. Kemudahan yang bersifat given dari Allah hanya diperuntukkan bagi manusia yang dikehendaki. Kemudahan yang ikhtiyari adalah penggunaan akal pikiran untuk mencari solusi atas kesulitan tersebut sebagai doa (pengharapan) implementatif.

Ingatkah dengan cerita Willian Kamkwamba dari Malawi, Afrika Timur yang mencari solusi atas kekeringan yang melanda desanya. Kamkwamba memanfaatkan angin sebagai sumber energi yang diubah menjadi energi listrik untuk menggerakkan mesin air rakitannya mengeluarkan air dari dalam tanah untuk mengairi lahan dan penghidupan warga desa.

Di Indonesia ada Mak Eroh dari Tasikmalaya yang membelah bukit cadas lereng Gunung Galunggung untuk mencari sumber air pengairan sawah warga yang kekeringan (1980-an). Mbah Sadiman dari Wonogiri yang mengkonservasi air tanah dengan menanam ribuan pohon beringin di lahan tandus, kemudian sukses mengairi sawah-sawah dan sumber air warga sekitar.

Selain cerita heroik lingkungan, banyak juga cerita inspiratif dari para pengusaha yang bangkit dari keterpurukan ekonomi. Bob Sadino, yang rela berjualan telor ayam setelah kecelakaan dan akhirnya memiliki banyak perusahaan. Kisah Dokter Eca (Eka Nur Prasetyawati) dibalik cerita viral “Layangan Putus” yang terpuruk karena menolak poligami dan mengalami KDRT kembali bangkit membuka usaha untuk menghidupi anak-anaknya. Dan masih banyak cerita-cerita inspiratif lainniya yang bisa kita jadikan motivasi dari kala sedang terpuruk. Jangan merasah seakan diri kita adalah orang-orang yang paling susah. Sementara ada orang-orang yang diberikan keterbatasan fisik tetap semangat menjalankan hidup penuh dengan rasa syukur.

Bila masalah diibaratkan batu besar yang berat kita pikul, bukan menempelkan potongan ayat di atas pada batu tersebut atau mewiridkannya sehingga batu tersebut menjadi ringan. Berpikirlah bagaimana cara memindahkan batu tersebut agar lebih mudah dan ringan. Bisa saja dibelah menjadi belahan yang mudah diangkat atau menggunakan alat berat untuk memindahkan batu tersebut.

Nabi saw pernah menegur sahabat yang setiap harinya dzikir di masjid dan tidak bekerja untuk menafkahi keluarganya. Berdzikir merupakan perintah (wadzkurullah dzikran katsiran), dzikir juga bisa menenangkan batin (yathmainnul qulub) dan melangkah untuk mencari solusi problematika hidup juga dianjurkan (fantasyiru fil ardh wabtaghu min fadhlillah wadzkurullah dzikran katsiran). Penting untuk menggabungkan antara dzikir dan doa (pengharapan) dengan implementatif problem solving idea (mengimplementasikan ide penyelesaian masalah).

Dan perlu kita ketahui bahwa kesulitan dan kemudahan itu adalah siklus, masalah dengan penyelesainnya. Siklus tersebut akan dihadapi manusia sepanjang hidupnya, baik itu terkait dengan perekonomian, problem interaksi sosial, pekerjaan, teknologi, masyarakat, hingga negara bangsa. Satu masalah telah selesai, maka akan ada haral rintang kembali saat kita menjalankan kebaikan (faidza faraghta fanshob).

Penyelesaian problem harus sesuai kaidah ketuhanan, bukan semakin menjauhkan diri pada Tuhan YME. Sesuai dengan kaidah ketuhanan adalah tidak melanggar aturan, misalnya kesulitan ekonomi diselesaikan dengan bekerja bukan mencuri atau merampok dan kriminal lainnya. Kesulitan perekonomian juga tidak kemudian pergi ke dukun, gunung kawi, atau tempat pesugihan lainnya yang menjauhkan diri pada Tuhan.

Dalam ayat terakhir “wa ila rabbika farghob: dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah”, kita tidak boleh melakukan tindakan yang dilarang oleh Allah swt, seperti kriminal, kemusyrikan, kecurangan, dan lainnya yang akan menjauhkan kita pada Allah swt. Harapan harus dilangitkan dengan doa dan ibadah agar ketenangan diri membantu kita untuk lebih optimis dalam menjalankan solusi yang menjadi pilihan kita.

Inna Ma’al ‘usri Yusran Bukan Mantra

Apa yang Anda pkirikan kala melihat status orang dengan ayat inna ma’al ‘usri yusran? Saya hanya menilai bahwa orang tersebut sedang merasa ...