“Dasar kuwi
lebih kuat dibanding ajar”, ungkapan orang tua saat mengomentari fenomena
sosial masyarakat. Saat itu saya berpikir, bahwa manusia tidak bia diubah
dengan proses pendidikan. Namun, pada kenyataannya ada orang yang memiliki
sifat keras, melunak saat memperoleh pendidikan. Dan ada orang hingga
pendidikan tinggi namun tak bisa menjaga moralitas diri sebagai seorang yang
terdidik. Keduanya saling berlawanan, apakah ada kaitannya dengan pernyataan
orang tua dulu?
Jangan percaya tulisan-tulisan ini dan Penulisnya. Percayalah pada Tuhanmu, bila engkau dapat mengambil pelajaran bukan karena Penulis atau tulisannya melainkan Tuhan yang memberimu pemahaman.
Kamis, 23 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kebutuhan Dasar: Kesehatan Diri
Setelah mengetahui
tentang apa yang dimakan, cara memasak, mencari, dan menikmati makanan, kita
juga harus mengetahui tentang kebutuhan dasar hidup kita lainnya, yaitu sehat
atau tidak sakit. Sehat akan memperlancar aktivitas kita, sedangkan sakit dapat
menghambatnya.
Kamis, 16 Juli 2020
Kebutuhan Dasar: Ngelmuni Makanan
Dalam hidup kita harus ngelmuni makanan, kesehatan diri, dan kebutuhan ruhani. Bila kita makan nasi, maka kita harus mengetahui cara memasak nasi. Memasak nasi adalah keahlian dasar bagi setiap orang yang makan nasi, pembelajarannya dilakukan dengan disuruh-suruh orang tua untuk membantu masak nasi. Belum lagi diminta bantu menggoreng, ngulek bumbu, menyiangi ikan dan seterusnya untuk lauk nasi.
Jumat, 26 Juni 2020
Pengetahuan Itu Linier Dengan Uripmu
Kamid: “Lulusan
Pendidikan Agama Islam kok ngomong karbohidrat dan zat gula!!? Ga linier dan kamu
bukan ahlinya!!”
Doelzemprull:
“Iyakah!?”
Mengetahui nutrisi
dalam makanan bukan berarti kita akan auto-pakar gizi, melainkan sebagai
pengetahuan diri agar kita bisa memilih makanan baik dan bergizi (thayyiban) yang
dibutuhkan oleh tubuh kita. Bukan untuk buka praktik sebagai ahli gizi. Untuk mengkonsumsi
vitamin C dari buah tidak harus dengan mengkonsumsi buah kiwi. Kita bisa
membeli jeruk nipis, nanas, atau jambu merah untuk pemenuhan kebutuhan vitamin
C dari buah yang harganya lebih murah tanpa harus membayar untuk berkonsultasi
dengan ahli gizi.
Apakah untuk
menjadi Presiden harus lulusan administrasi negara? begitu pula untuk menjadi
anggota dewan perwakilan rakyat harus lulus mata kuliah kebijakan publik atau jurusan
yang sesuai dengan kepakaran pada komisi-komisi masing-masing? Presiden pertama
kita seorang insinyur, ke-2 seorang militer, ke-3 seorang pakar teknologi
pesawat terbang, ke-4 seorang Kiai dan lulusan pesantren, ke-5 puteri
proklamator, ke-6 seorang militer dan ke-7 lulusan kehutanan. Apakah
pengetahuan para presiden linier dengan jabatannya?
Kita harus
memiliki banyak pengetahuan untuk kehidupan kita. Tubuh membutuhkan nutrisi
dari makanan, sehingga butuh cara untuk mencari makan dengan ilmu bercocok
tanam, ilmu perdagangan, kelautan, cara berinteraksi, pertukangan dan dipecah-pecah
menjadi cabang-cabang keilmuan. Bila kita lapar, maka yang harus dilakukan
adalah makan. Bila tak punya makanan, carilah! Dengan apa? Kita dibekali organ
tubuh agar kita berdaya upaya memenuhi kebutuhan hidup kita. Sederhana saja,
lapar bukan berdoa; bekerjalah sehingga mendapatkan uang untuk membeli makanan.
Bila tak ada yang bisa membayar kita, bekerjalah agar mendapatkan makan sebab
yang kita butuhkan adalah makan. Kenapa kita pusing? Sebab kita bekerja agar
kita kaya, mempunyai motor, mobil, dan simpanan uang beratus-ratus juta di
bank.
Bila kita
menguasai pengetahuan tentang berdagang, maka kita bisa berdagang dengan
mengandalkan kepercayaan (amanah) sebagai modal utama kita. Bila kita menguasai
ilmu bercocok tanam, maka kita bisa minta ijin mengelola lahan orang lain untuk
ditanami dengan sistem yang diperbolehkan agama. Bila kita memiliki keahlian
tertentu, maka kita bisa menawarkan jasa keahlian kita untuk orang lain. Bila
kita hanya memiliki tenaga, kita bisa menawarkan jasa tenaga kita untuk
bersih-bersih, kuli panggul, dan lainnya.
Hidup butuh
sehat, ada pengetahuan tentang pengobatan dan kesehatan. Apakah pengetahuan ini
harus dimonopoli oleh paramedis? Tidak. Sebelum ada dokter, perawat, bidan,
mantri kesehatan, dan apoteker manusia sudah membutuhkan kesehatan itu sendiri.
Mereka mengetahui tanaman obat-obatan, bagaimana hidup sehat, dan seterusnya
dari pengalaman-pengalaman kehidupannya sehingga kemudian keilmuan kesehatan
itu terlembagakan. Apakah sebagai orang awam tak boleh mengetahui pengetahuan
tentang hidup sehat kita?
Hidup butuh
Tuhan, maka pengetahuan tentang-Nya dibutuhkan melalui teks-teks agama. Manusia
cenderung mempercayai kekuatan yang lebih dibandingkan dirinya. Tadbir kisah
Ibrahim a.s., mencari Tuhan adalah bentuk bagaimana manusia sebagai homo
religius membutuhkan Tuhan atau kekuatan supranatural. Kebutuhan manusia
tentang Tuhan dibimbing dalam teks-teks agama, sehingga manusia dapat mencapai
kehidupan yang sempurna (muttaqin). Apakah berbicara tentang spiritualitas,
menjelaskan alasan menjalani kehidupan berdasarkan nash agama hanya diomonopoli
oleh agamawan? Tidak.
Mengerti
semua hal, bukan untuk atau menjadi pakar atau ahli. Melainkan sebagai makhluk
hidup kita membutuhkan pengetahuan agar kehidupan kita lebih baik, lebih
bermanfaat bagi kehidupan itu sendiri. Kepakaran merupakan kecenderungan
seseorang menekuni bidang tertentu yang telah teruji dan dibuktikan
keahliannya. Meskipun kita “pakar” terhadap pengobatan tradisional, untuk
dianggap sebagai ahli harus diuji oleh orang yang hanya mengetahui secara
teoritis tentang pengobatan tersebut. Palingan kita akan disebut sebagai dukun
atau tabib atau orang pintar. Sedangkan mereka yang belajar di sekolahan,
kemudian melakukan riset tentang pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat
tertentu kemudian akan disebut sebagai ahli (pengetahuan) tentang pengobatan
masyarakat tertentu meskipun tanpa dia sendiri mempraktikannya.
Pengetahuan
itu harus linier dengan kebutuan kehidupan kita dalam segala bidang kehidupan. Dan
kebutuhan kehidupan kita ada dalam kehidupan kita sendiri, seperti butuh papan,
sandang, pangan, butuh sehat, dan butuh Allah Swt. Carilah pengetahuan atas
kehidupan kita sendiri, sehingga tidak tergantung pada lainnya kecuali memang
kita dalam keadaan darurat diri (dz).
Sabtu, 15 Desember 2018
Apakah kamu yang selalu menyisakan makan?
Kamis, 13 Desember 2018
Ah Ngentut,...Tak Sopan !!
Doel mesan Go-Jek, internetnya muter-muter
lama,....eh ternyata ga nyadar kuota internet
habis. Keluar dari stasiun, doel gugup dan cepet-cepet nyari angkutan
umum sambil cengar-cengir menahan sesuatu. Akhirnya dapatlah angkot 01 jurusan
Terminal Bekasi – Pulo Gadung.
“Ah,...alhamdulillah, legaaa,....”, Doel sudah
dapat angkutan meskipun duduknya ingsat-ingsut tak tenang.
Selasa, 11 Desember 2018
Mental Penanam Pohon, Kangkung dan Tengkulak
Ada orang yang suka menanam biji atau bibit pohon berkayu besar. Dengan
sabar penanam pohon itu memiliki harapan yang lebih luas, agar lingkungannya
rindang, sumber air sumur, ada burung prenjak atau kutilang yang bercuitan
sambil mengais ulat di pepohonan, dan pohon-pohon itu kelak berbuah untuk dimakan.
Mereka tak hanya berbagi antar sesama manusia, namun codot, lalat buah, ulat
buah, tikus pohon dapat menikmati buah tanaman tersebut. Disamping itu ada
pencari kayu bakar yang mengais ranting kering, tumbuh jamur, dan perdu di
sekitar pohon dan akhirnya akan menjadi rumah besar ekosistem baru yang saling
menjalankan fungsi untuk keberlangsungan hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)
Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok
Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...
-
Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat h...
-
Dalam obrolan mbang-mbung di Pagemblungan, tetiba Doel Kemplo melontar pertanyaan aneh bin ajaib: “Doel, sekotor apa Gusti Alah, sehingga ki...
-
Populer merupakan hasil dari sebuah proses baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Dalam perpolitikan penting te...
