Kau perintahkan ibadah hanya untuk-Mu, tapi aku meminta balas amalanku;
Kau perintahkan turut Nabi-Mu, tapi aku meminta jatah surgaku;
Kau cintai pelaku sunah-sunah nabi-Mu, kubuka lapak daganganku pada-Mu;
Kau bilang aku adalah titah-Mu, aku selalu memaksamu untuk penuhi kebutuhanku dalam tiap-tiap doaku;
Pantaskah surga untukku ? Tak ada ibadah, kecuali hanya bertumpuk dosa;
Kau bilang jangan berpaling dari-Mu, tapi aku selalu acuhkan-Mu;
aku lebih sayang pada banda dan bangga dengan penghormatan manusia;
Kau bilang jangan takut bila selalu disisih-Mu, tapi aku selalu tak yakin dengan-Mu;
Takut miskin, tak punya pekerjaan, sakit, dan takut mati;
Takut dicaci, dikucilkan, dihina, tak dihargai, dan seabrek ketakutan-ketakutan yang lain lagi;
Padahal Kau janjikan kemuliaan, bila hanya tertuju pada-Mu;
Bukankah yang seperti itu, tak benar syahadatku pada-Mu;
Sekarang atau nanti sama saja, takkan berubah;
Seumur hidupku untuk sujud pada-Mu, takkan berguna bila masih ada ketakabburanku;
Seumur hidupku ibadah kepada-Mu, bila masih bersemayam ketakutan-ketakutan selain diri-Mu;
Seumur hidupku beribadah kepada-Mu, takkan membawaku pada surga-Mu,
dan jauhkan dari neraka-Mu;
Sekarang atau nanti sama saja;
Hanya ampunan dan rahmat-Mu,serta kasih sayang Muhammad-Mu;
Tak ada harapan yang harus aku panjatkan, karena diri tak terpantaskan;
Pasrah dengan apa yang akan Kau berikan;
25 Ramadan, 1436 H
Jangan percaya tulisan-tulisan ini dan Penulisnya. Percayalah pada Tuhanmu, bila engkau dapat mengambil pelajaran bukan karena Penulis atau tulisannya melainkan Tuhan yang memberimu pemahaman.
Minggu, 12 Juli 2015
Rabu, 01 Juli 2015
Tak Berharap, Karena "Kau" Mengecewakan
Pohon mangga yang ku
gadang-gadang tumbuh besar dan berbuah banyak, ternyata belum berbunga
terendam air asin dan mati. Pohon pisang yang ditanam dibelakang rumah, kunanti buahnya
ternyata hilang dicuri tetangga. Begitu pula ikan yang dikolam hilang
tak satu pun tersisa, padahal kuberharap bisa panen raya.
Orang
yang kuharapkan melindungiku ternyata memberikan racun tiap hari dalam
piring nasiku. Kawan yang kuharapkan membantuku menyeberangi jembatan shirath,
sengaja mendorongku jatuh dalam lautan api. Tetanggaku yang kuharapkan
melindungi kehormatanku, bersilat lidah jualan ghibah menceritakan
fitnah.
Mungkin, Kau
mengajariku untuk tak berharap pada Pohon Mangga, Pisang, Ikan di
Kolam, Pemimpin, Tetangga dan kawan-kawanku serta semua makhluk yang ada di dunia. Karena mereka akan
mengecewakan, mereka bukan penentu apalagi mereka yang bisa mengutak-atik
otak dan hati yang mbolak-mbalik. Pagi bilang A, siang B, sore C dan
paginya lagi lupa apa yang disampaikan.
Tapi, bila kuberharap hanya kepada-Mu, apakah Kau juga akan mengecewakanku ?
Bukan aku tak mempercayai-Mu, namun sudah sekian lama aku mengecewakan-Mu. Mungkin sebaiknya aku juga tak berharap pada-Mu, aku takut bila harapan demi harapan aku sampaikan bahkan dengan tangisan malah Engkau tertawakan.
doel zemprull al Q-shud; 01/07/2015
Tapi, bila kuberharap hanya kepada-Mu, apakah Kau juga akan mengecewakanku ?
Bukan aku tak mempercayai-Mu, namun sudah sekian lama aku mengecewakan-Mu. Mungkin sebaiknya aku juga tak berharap pada-Mu, aku takut bila harapan demi harapan aku sampaikan bahkan dengan tangisan malah Engkau tertawakan.
doel zemprull al Q-shud; 01/07/2015
Selasa, 23 Juni 2015
Idealisme Mukena di Tangan Pasar
Mukena atau di kampung saya dikenal dengan "rukuh", merupakan pakaian khusus untuk wanita melakukan shalat. Biasanya berwarna putih, walau hingga berwarna kecoklatan seorang ibu-ibu tetap memakainya karena hanya satu-satunya yang ia miliki.
Kamis, 18 Juni 2015
Usang, Tak dibutuhkan lagi
Aku tak tahu kalau, dia ternyata isteri seorang yang kaya raya. Suaminya mempunyai perusahaan di Surabaya, Malang dan Bandung, bahkan akhir-akhir ini telah membeli lahan yang cukup luas di Riau untuk ditanami pohon cempaka atau kelapa sawit. Selain itu juga akan membangun peternakan ayam di lahan tersebut. Sebagai pengusaha, tentunya selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya.
Selasa, 12 Mei 2015
Aku Mah Apa Atuh....?
Kalimat di atas tak hanya bermakna sempit seperti apa yang dinyanyikan oleh Cita Citata, hanya sebagai selingkuhan, pacar gelap, simpanan atau sebatas cadangan yang diingat saat dibutuhkan, setelah usang atau tak dibutuhkan tak diingat dan dibuang.
Bernegosiasi Dengan Tuhan
Bulan Rajab, mau tidak mau mengingatkan kita pada peristiwa Isro' Mi'roj Nabi Muhammad saw. Perjalanan yang dimulai dari Masjid al Haram menuju Masjid al Aqsha dan dilanjutkan menuju sidratin al muntaha, untuk menerima perintah kewajiban shalat lima waktu.
Jumat, 08 Mei 2015
Suami - Istri Saling Membutuhkan
Suami bukan orang asing yang
pantas kau prenguti bahkan kau menggonggong seperti herder saat ia khilaf atau
telat puang ke rumah. Juga bukan mesin pencari duit, yang dapat dipaksa tanpa ada
syukur. Istri juga bukan budak nafsu atau pembantu yang kau
suruh-suruh seenak udelmu. Juga bukan objek penderitaan yang selalu
dipersalahkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok
Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...
-
Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat h...
-
Dalam obrolan mbang-mbung di Pagemblungan, tetiba Doel Kemplo melontar pertanyaan aneh bin ajaib: “Doel, sekotor apa Gusti Alah, sehingga ki...
-
Populer merupakan hasil dari sebuah proses baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Dalam perpolitikan penting te...