Saat kita lahir, orang-orang disekitar kita
tersenyum bahagia padahal kita bayi menangis meraung-raung dilahirkan di dunia.
Namun apakah suatu saat meninggalkan dunia ini mereka akan sedih atau bahagia
dengan ketiadaan kita. Para kekasih sangat disedihkan oleh pecintanya, hingga
langit dan bumi pun ikut menangis sedih. Matahari takkan menampakkan sinarnya, langit
kelam, angin tak menghembuskan diri karena kesedihan itu.
Jangan percaya tulisan-tulisan ini dan Penulisnya. Percayalah pada Tuhanmu, bila engkau dapat mengambil pelajaran bukan karena Penulis atau tulisannya melainkan Tuhan yang memberimu pemahaman.
Kamis, 22 Desember 2016
Kamis, 15 Desember 2016
Allah Heran
Allah pun
heran kepada 9 (sembilan) orang, sebagai berikut:
- orang yang percaya terhadap pastinya maut tetapi mereka masih sombong dan membanggakan diri;
- orang yang mengetahui hari perhitungan, tetapi mereka masih sibuk menumpuk-nimpuk harta;
- orang yang paham bahwa dia pasti akan masuk lobang kubiran, tetapi mereka sanggup tertawa terbahak-bahak;
- orang yang yakin terhadap hari akhirat tetapi mereka masih berpanjang-panjang dalam kesenangan dan lalai
- orang yang mengerti bahwa dunia ini fana tetapi ia masih terus saja menambatkan hati kepadanya
- orang yang pandai bicara tetapi ia bodoh di dalam menyelami pengertian
- orang yang hari-harinya habis (sibuk) membicarakan aib orang lain tetapi ia lupa melihat cacatnya (aibnya) sendiri
- orang yang sadar bahwa Aku memperhatikan tingkah lakunya (kapan dan dimana pun saja) tetapi tetap saja ia durhaka;
- orang-orang yang tahu bahwa ia akan mati sendirian danmasuk kuburan sendirian tetapi masih saja menggantungkan kebahagiaan kepada senda gurau dan main-main dengan banyak orang.
Selasa, 06 Desember 2016
Tuhan e wes Mengkeret.
"Tuhan e wes tambah mengkeret, Agamane
semakin sempit, pikire cupet, akale mampet, atine wes podo empet", doel
semprull moring-moring saat bangun tidur di Pagemblungan.
"Ono opo doel..!!, bangun tidur kok uni-uni gak karuan seperti itu. Dapat mimpi apa...?, tanya Kamid.
"Ono opo doel..!!, bangun tidur kok uni-uni gak karuan seperti itu. Dapat mimpi apa...?, tanya Kamid.
"Ngelu Ndase,...!!
"Mules Wetenge...!!.
"Pengen ngising....Negg !!,
(doel jawab pertanyaan Kamid dan dilanjutkan sederetan omelan yang ga berhenti)
"Mules Wetenge...!!.
"Pengen ngising....Negg !!,
(doel jawab pertanyaan Kamid dan dilanjutkan sederetan omelan yang ga berhenti)
Senin, 28 November 2016
By Design ,............
Kita menjadikan al Qur'an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup bahkan
sesekali melihat ijtihad ulama' bila keduanya tak ada tuntunanya. Bahkan
budaya yang tidak dilarang oleh keduanya pun diperbolehkan. Seperti halnya pisau, adalah benda pasif yang memiliki fungsi memotong
dan kemanfaatan atau kemadharatannya tergantung penggunanya. Begitu
pula apa yang kita yakini tentang al Qur'an dan as Sunnah, akan
bermanfaat sebagai pedoman hidup menuju taqwa atau tidak tergantung
penggunanya.
Kamis, 20 Oktober 2016
Wajah Cerah atau Ramah
Kita ingin wajah kita putih, bersih dan
cerah hingga menggunakan cream pemutih yang berlebihan nampak kontras
dan lucu (blontang) antara putih wajah dan warna kulit di bagian tubuh
lainnya. Ketidak-terimaan manusia atas karunia warna kulit yang diberikan Tuhan hingga harus memutihkannya. Proses kimiawi memutihkan wajah putih tersebut akan berpotensi
terkena kanker karena terkena sinar ultraviolet dari sinar matahari.
Alih-alih menghindari cream pemutih yang disinyalir mengandung logam
berat berbahaya seperti mercuri/raksa/hidrargirum (Hg), dengan menggunakan Vit-C injection yang
juga tidak jaminan aman bila berlebihan. Tubuh memiliki sistem
metabolisme canggih yang tanpa alat pun dapat mengontrol zat-zat yang
dibutuhkan tubuh, yang tidak dibutuhkan akan dikeluarkan melalui proses
eksresi dengan tidak berlebihan (israf).
Kamis, 13 Oktober 2016
Pilkada adalah Pestamu
Pidato AHOK di depan warga Kepulauan Seribu menjadi sebuah kegaduhan, karena Sang Gubernur menyitir sebuah ayat yang dianggap digunakan untuk melakukan "kebohongan" publik dalam memilih pemimpin. Surat al Maidah ayat 51 adalah teks absolut yang diributkan tafsirannya, sedangkan munculnya pembahasan tersebut adalah sebuah konteks yang tak bisa dilepaskan dari hajat pilkada khususnya di Propinsi DKI Jakarta.
Senin, 10 Oktober 2016
AHOK Muslim pun Takkan Kalian Pilih
Fenomena al Maidah ayat 51, memunculkan banyak komentar baik yang
mendukung maupun yang menolak dengan alasan telah melakukan penistaan
agama. Masing-masing menyodorkan tafsiran meskipun bukan keahliannya
dalam ilmu tafsir al Qur’an dan ngerinya, merasa paling benar atas
tafsirannya. Seorang ulama tafsir yang mencoba meluruskan pemahaman atas
ayat tersebut pun dicaci dan dihina oleh para haters di dunia maya.
Mereka sudah dibutakan dengan fenomena Pilkada DKI. Benarkah, Pilkada
ini untuk mengusung perjuangan Islam ?
Langganan:
Postingan (Atom)
Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok
Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...
-
Bismillah, dengan nama (-nama) Allah kita memulai aktivitas dengan kebaikan dan mengakhirinya dengan rasa syukur (kebaikan) dengan kalimat h...
-
Dalam obrolan mbang-mbung di Pagemblungan, tetiba Doel Kemplo melontar pertanyaan aneh bin ajaib: “Doel, sekotor apa Gusti Alah, sehingga ki...
-
Populer merupakan hasil dari sebuah proses baik yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Dalam perpolitikan penting te...