Kamis, 22 Desember 2016

A Pathetic Farewell ( Kepergian Yang Dinanti )

Saat kita lahir, orang-orang disekitar kita tersenyum bahagia padahal kita bayi menangis meraung-raung dilahirkan di dunia. Namun apakah suatu saat meninggalkan dunia ini mereka akan sedih atau bahagia dengan ketiadaan kita. Para kekasih sangat disedihkan oleh pecintanya, hingga langit dan bumi pun ikut menangis sedih. Matahari takkan menampakkan sinarnya, langit kelam, angin tak menghembuskan diri karena kesedihan itu. 

Kamis, 15 Desember 2016

Allah Heran

Allah pun heran kepada 9 (sembilan) orang, sebagai berikut:
  1. orang yang percaya terhadap pastinya maut tetapi mereka masih sombong dan membanggakan diri;
  2.  orang yang mengetahui hari perhitungan, tetapi mereka masih sibuk menumpuk-nimpuk harta;
  3. orang yang paham bahwa dia pasti akan masuk lobang kubiran, tetapi mereka sanggup tertawa terbahak-bahak;
  4. orang yang yakin terhadap hari akhirat tetapi mereka masih berpanjang-panjang dalam  kesenangan dan lalai
  5.  orang yang mengerti bahwa dunia ini fana tetapi ia masih terus saja menambatkan hati kepadanya
  6.  orang yang pandai bicara tetapi ia bodoh di dalam menyelami pengertian
  7. orang yang hari-harinya habis (sibuk) membicarakan aib orang lain tetapi ia lupa melihat cacatnya (aibnya) sendiri
  8.  orang yang sadar bahwa Aku memperhatikan tingkah lakunya (kapan dan dimana pun saja) tetapi tetap saja ia durhaka;
  9. orang-orang yang tahu bahwa ia akan mati sendirian danmasuk kuburan sendirian tetapi masih saja menggantungkan kebahagiaan kepada senda gurau dan main-main dengan banyak orang.

Selasa, 06 Desember 2016

Tuhan e wes Mengkeret.

"Tuhan e wes tambah mengkeret, Agamane semakin sempit, pikire cupet, akale mampet, atine wes podo empet", doel semprull moring-moring saat bangun tidur di Pagemblungan.

"Ono opo doel..!!, bangun tidur kok uni-uni gak karuan seperti itu. Dapat mimpi apa...?, tanya Kamid.
"Ngelu Ndase,...!!
"Mules Wetenge...!!.
"Pengen ngising....Negg !!,
(doel jawab pertanyaan Kamid dan dilanjutkan sederetan omelan yang ga berhenti)

Senin, 28 November 2016

By Design ,............

Kita menjadikan al Qur'an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup bahkan sesekali melihat ijtihad ulama' bila keduanya tak ada tuntunanya. Bahkan budaya yang tidak dilarang oleh keduanya pun diperbolehkan. Seperti halnya pisau, adalah benda pasif yang memiliki fungsi memotong dan kemanfaatan atau kemadharatannya tergantung penggunanya. Begitu pula apa yang kita yakini tentang al Qur'an dan as Sunnah, akan bermanfaat sebagai pedoman hidup menuju taqwa atau tidak tergantung penggunanya.

Kamis, 20 Oktober 2016

Wajah Cerah atau Ramah

Kita ingin wajah kita putih, bersih dan cerah hingga menggunakan cream pemutih yang berlebihan nampak kontras dan lucu (blontang) antara putih wajah dan warna kulit di bagian tubuh lainnya. Ketidak-terimaan manusia atas karunia warna kulit yang diberikan Tuhan hingga harus memutihkannya. Proses kimiawi memutihkan wajah putih tersebut akan berpotensi terkena kanker karena terkena sinar ultraviolet dari sinar matahari. 

Alih-alih menghindari cream pemutih yang disinyalir mengandung logam berat berbahaya seperti mercuri/raksa/hidrargirum (Hg), dengan menggunakan Vit-C injection yang juga tidak jaminan aman bila berlebihan. Tubuh memiliki sistem metabolisme canggih yang tanpa alat pun dapat mengontrol zat-zat yang dibutuhkan tubuh, yang tidak dibutuhkan akan dikeluarkan melalui proses eksresi dengan tidak berlebihan (israf).

Kamis, 13 Oktober 2016

Pilkada adalah Pestamu

Pidato AHOK di depan warga Kepulauan Seribu menjadi sebuah kegaduhan, karena Sang Gubernur menyitir sebuah ayat yang dianggap digunakan untuk melakukan "kebohongan" publik dalam memilih pemimpin. Surat al Maidah ayat 51 adalah teks absolut yang diributkan tafsirannya, sedangkan munculnya pembahasan tersebut adalah sebuah konteks yang tak bisa dilepaskan dari hajat pilkada khususnya di Propinsi DKI Jakarta.

Senin, 10 Oktober 2016

AHOK Muslim pun Takkan Kalian Pilih

Fenomena al Maidah ayat 51, memunculkan banyak komentar baik yang mendukung maupun yang menolak dengan alasan telah melakukan penistaan agama. Masing-masing menyodorkan tafsiran meskipun bukan keahliannya dalam ilmu tafsir al Qur’an dan ngerinya, merasa paling benar atas tafsirannya. Seorang ulama tafsir yang mencoba meluruskan pemahaman atas ayat tersebut pun dicaci dan dihina oleh para haters di dunia maya. Mereka sudah dibutakan dengan fenomena Pilkada DKI. Benarkah, Pilkada ini untuk mengusung perjuangan Islam ?

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...