Senin, 10 Desember 2018

Generasi Dispenser

Di era millenial kita diperkenalkan dengan istilah jaman old dan jaman now, sebuah perpaduan lucu-lucuan atau karena seringnya orang Indonesia mencampur-adukkan bahasa Indonesia dan Inggris dalam percakapan. Padahal saat ini yang disebut sebagai jaman now, pada waktunya akan menjadi jaman old di era generasi berikutnya.

Rabu, 08 Agustus 2018

Korosi
Besi yang korosi terbelet lumpur takkan pernah tertarik oleh magnet. Dia harus dicuci dan dibuang daki-daki korosinya, barulah ia bisa tertarik pada magnet. Magnet terbesar adalah Nabi Sallahu alaihi wassalam, semetara para kinasih menjadi magnet-magnet karena gesekkan dengan beliau.

Selasa, 03 Juli 2018

GILA, Kau akan Merdeka


Banyak orang yang menyalahkan ketidak-nyenyakan tidurnya karena tidak di kasur, springbed, kasur busa, ber-AC atau tidak dkeloni sama suami atau isteri dan seabrek alasan lainnya. Cobalah kita lihat orang-orang gila yang tidur dimana tempat tanpa kasur,  AC, kasur busa atau deng isteri/suaminya. 


"Iyalah, pantas! wong dia GILA!" 

Bukan karena kegilaannya!, melainkan karena ketiadaan berpikir rasa lelap karena semua alasan di atas. Bila kita bisa meniadakan ketakutan dan kehawatiran yang ada dibenak kita, maka merdekalah kita dari penjajahan rasionalitas. 

Belajarlah pada mereka yang membebaskan rasionalitasnya denagn keyakinan yang teguh pada Tuhan yang menguasasi diri kita.

(DZ al-Qishud)

Jumat, 13 April 2018

Ra Ngandel, Koen Modaroo wae Booo!!

“Doel, saya dibidngah-bidngahkan bahkan dituduh syirik dan dianggap doa saya terhadap simbok ga sampai. Bener ga Doel?”, Rasbo mengadu pada Doel Zemprull sepulang ziarah kubur simboknya.

“Kok kamu ga percoyo dengan dhawuhe Kiai Ahmad, Bo?” Malah kamu gampang ragu dengan pernyataan mereka. Mbok kamu itu punya prinsip dalam menjalankan perintah-perintah agama. selain itu kamu juga harus melibatkan rosomu, ojo mung anggo utek lan emosi.”, Doel coba menenangkan Rasbo.

Sabtu, 07 April 2018

Harapan Ahli Kubur

Pernahkah kita berempati pada orang-orang mati. Mereka tidak bisa membalasa rasa empati kita, namun rasa kita dibutuhkan mereka. Coba kita berpikir sebagai mereka yang berada dalam liang kubur, memperoleh siksa hingga menunggu hari kebangkitan. Terhadap keluarga kita bisa melakukan ziarah kubur, tahlilan, dan sedekah untuk keluarga kita. bagaimana dengan orang lain, bukan sanak-saudara kita? Saat kita ziarah, khikmah apa yang anda ambil saat melihat atau saat ziarah kubur?
https://alifdankayla.files.wordpress.com/2008/07/kuburan.jpg
Add caption
Saat melihat atau melewati kuburan kita diperintahkan untuk “uluk salam” dengan kalimat “assalamualaikum ya ahlil kubur, fainna insyaallahu bikum lahiqqun” yang artinya “kesalamatan untuk kalian wahai ahli kubur, sesungguhnya atas kehendak Allah saya akan beserta kalian”. Dari kalimat itu, kita diminta untuk selalu mendokan kepada orang lain hingga terhadap orang mati sekalipun. Dan melakukan penyadaran diri bahwa kita suatu saat akan masuk ke liang lahat seperti mereka (yang mati).

Kira-kira, apa yang kita butuhkan bila kita menjadi mereka (yang mati)?

Amal ibadah kita? doa yang hidup? Atau apa!? Amal ibadah kita serentak terhenti saat kita tercabut nyawanya, kecuali tiga amaliya; sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan anak yang shaleh. Pahala ketiga amaliyah tersebut akan mengalir meskipun kita telah bersemayam di kuburan, hingga tiga aset amaliyah kita tidak bermanfaat lagi.
Bagaimana bila kita tidak memiliki ketiganya?
Kita berharap kaum muslimin berdoa dengan men-cawel kita, menyebut dalam rapal doa dengan “.....muslimiin-muslimaat, mukminin-mukminaat”. Disanalah mereka akan berebut doa-doa tersebut, seperti memperebutkan makanan. Pernahkah anda melihat pesta gunungan yang diperebutkan oleh masyarakat, begitulah gambaran sederhananya. Benarkah kita memperoleh jatah? Karena keislaman dan keimanan kita yang dimungkinkan tidak masuk dalam kelompok-kelompok tersebut.
Beruntunglah bagi mereka yang sholeh dan sholehah, karena di setiap bacaan tahiyat mereka disebut “...assalamu ‘alaina wa’ala ‘ibadillahi ash-shalihin”. Sebanyak sembilan kali untuk seorang muslim taat akan mendoakannya melalui bacaan tahiyyat/tasyahud dalam shalat maktubah. Akan semakin banyak didoakan apabila seorang taat mengerjakan shalat-shalat sunnah. Dan akan dilipatgandakan dengan jumlah muslim di seluruh penjuru dunia.
Bila kita tak memiliki tiga aset amaliyah, bukan termasuk orang sholeh dan ketidakjelasan status muslim dan mukminnya kita. Apa yang akan kita harapkan?
Berharap pada anak-anak kita yang berusaha mengundang tetangga untuk mendoakan kita dengan tahlilan, menghadiahkan pahala sedekah/infak/wakaf untuk kita, dan usaha mereka untuk menjadi orang yang baik.  
Bila tidak ada yang melakukan semua itu, apa yang hendak kita harapkan?
Hanya tangisan setiap saat hingga menjelang hari kebangkitan. Berharap ada orang shaleh yang lewat di depan kubur kita dan mendoakan keselamatan kita. Untuk itu ber”uluk salam”lah kepada para ahli kubur saat kita melewati kuburan. Semoga memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan dan berharap doa dari sanak keluarganya.

Minggu, 31 Desember 2017

Sapi Nasrani, Mbokne Majusi dan Malaikat Yahudi

“Dulur-dulur, nanti malem pergantian tahun masehi. Kira-kira kita mau ngapain, yaaak”, tanya Doel Semprull pada dulur di Pagemblungan.

“Doel, bukannya membunyikan lonceng sama dengan kaum nasrani?”, tanya Kemplo.

“Iya, Doel. Kata penceramah mushalla sebelah, bermain kembang api itu seperti orang Majusi. Dan membunyikan terompet seperti orang Yahudi, gimana Doel?”, sambung Rasdan.

“Wong EDAAAAAN!!”, Doel Zemprull

“Sopo Doel!?”, tanya Kemplo penasaran. “Penceramah tadi ya, Doel?”, lanjut Kemplo

“Kowe kabeh sing podo UEEDAAAAN!!!”, sergah Doel jawab pertanyaan Kemplo

“Makanya otak itu digunakan untuk berpikir, jangan ditaruh di dengkul apalagi di silitmu (pantat). Punya mata yaa mbok digunakan untuk baca,....iqra’...iqraaa’...

"Dan kalau kupingmu (telinga) masih waras lhaaa mbok banyak ngaji!!”, Doel mencoba menjelaskan bahwa akar masalahnya pada ketidak-tajaman dalam menganalisa karena kurangnya ilmu.

“Apa hubungannya, dengan kita-kitaaa!?”, Rasdan masih penasaran.

“Coba kamu lihat, sapine Wastono,....ada klintihingane guidee (lonceng) kaaan!?, opo gok arep diarani Kristen opo Nasroni?. Jajal mbok pikiren, anggo utekmu!!”, Doel memulai mengambil contoh yang ada di sekitar kehidupannya.
gambar dari website pixaboy; https://pixabay.com/en/cow-cow-bells-sky-blue-feldberg-245691/

“Mbokmu, kalau mau ke mushalla pake obor bambu atau klaras untuk penunjuk jalan. Opo Koen lilooo (rela), kalau Mbokmu dianggep Majusi?”, Doel masih mencoba membuka cara berpikir temen-temen di Pagemblungan.

“Yooo,....gaah, ora keree...tak JOTOSI sik ngarani Mbokku!”, jawab Rasbo.
“Teruuuus, yen arep kiamat Malaikat Israfil niup terompet guideee (sangka-kala), teruuuusss Koen arep ngarani Malaikat Isrofil iku Yahudi!?”, lebih dalam lagi Doel memberi contoh tugas Malaikat Israfil.

“Yooo,...ORA!”, jawab Rasudi

“Naaah,....Piye kesimpulane?”
“Otekmu jik arep ditaruh nang silit!?”, tanya Doel pada dulur-sulur Pagemblungan.

“Ngaji sing paripurna, jangan menelan mentah-mentah sesuatu yang membutuhkan penjelasan lebih dalam. Ngomong kopra-kapir meniru budaya, namun kita memakai teknologi mereka; watshapan, pesbukan, andoritan, BBM-an, seabrek produk yang kita pakai merupakan produk budaya mereka. Beginilah kita,...... seharusnya mampu menciptakan budaya untuk rahmat alam semesta, malah ribut karena kita ga ganteng terus cermin yang kita pecah”, panjang penjelasan Doel Semprull.

“Bila budaya-budaya perayaan pergantian tahun baru Masehi, dianggap mengarah pada hal-hal kurang baik, maka kita rayakan dengan Mbakar telo, Pisang, dan Jagung. Kita makan setelah wirid, selawatan dan doa bareng, serta mendengarkan pengajiannya Kiai Ahmad”, sambung Doel Semprull.

SELAMAT MERAYAKAN TAHUN BARU DENGAN KEGIATAN BAIK

Jumat, 22 September 2017

Film Animasi Butuh Kehadiran Negara

Kontroversi anjuran nonton bareng (nobar) film Gestapu (Gerakan September Tiga puluh) oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadikan Presiden angkat bicara untuk merekonstruksi film sejarah tersebut sesuai dengan generasi milenial saat ini. Bila tujuan rekonstruksi film Gestapu adalah bagian dari pendidikan sejarah melalui film untuk membangkitkan nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa.  Selain film-film sejarah, negara juga harus hadir untuk menyajikan film-film keindonesiaan, seperti; kekayaan alam Indosia, ragam budaya, multikutural, gotong royong, kebhinekaan dan lain sebagainya.
Kita memiliki ragam kuliner, seperti; nasi padang, nasi goreng, soto, sate, konro, sego megono, nasi uduk, nasi lengko, ketoprak, bakso, dan segala macamnya yang harus diperkenalkan oleh anak-anak tentang kekayaan kuliner kita. Kita memiliki ragam kesenian daerah, tarian, wayang, ludruk, ketoprak, musik, lagu daerah dan lainnya. Kita memiliki kontruksi bangunan rumah adat yang berbeda antara suku-suku yang ada di Indonesia, termasuk pakaian adat, bahasa daerah yang berbeda-beda. Kekayaan yang dimiliki oleh kita bangsa Indonesia harus diperkenalkan kepada generasi bangsa sejak dini.
Film kartun atau animasi anak sangat menarik bagi anak-anak sebagai media pendidikan sejarah dan kebudayaan bangsa. Film kartun/animasi semacam Si Unyil yang diproduksi oleh PNFI harus direkonstruksi atau membuat film animasi baru untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa sejak dini. Selama ini anak-anak menikmati tontonan animasi dari luar seperti Jepang, India, Malaysia, Amerika dan lainnya. Anak-anak mengetahui wayang, permainan tradisional, kekayaan alam dan kebudayaan dari tayangan Upin-Ipin. Usia dini sebagai golden age, sangat potensial untuk menyimpan memori dari pesan yang mereka lihat/tonton.
Saatnya negara hadir dalam misi pendidikan sejarah dan kebudayaan bangsa melalui film, sesuai dengan usia mereka. Di era digital ini, dimana anak-anak sudah memegang gadget, handpone, i-phone, dan media yang dapat mengakses internet untuk mengunduh aplikasi atau film dibandingkan dengan membaca buku-buku sejarah dan kebudayaan.
Negara dapat melibatkan anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan animasi untuk membuat film-film animasi nusantara sehingga biaya pembuatan film animasi lebih murah sebagai misi penanaman cinta tanah air dan bangsa melalui perfilman (animasi). (abdul basid; 22/09/2017)


Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...