Kamis, 16 Juli 2020

Kebutuhan Dasar: Ngelmuni Makanan


 Dalam hidup kita harus ngelmuni makanan, kesehatan diri, dan kebutuhan ruhani. Bila kita makan nasi, maka kita harus mengetahui cara memasak nasi. Memasak nasi adalah keahlian dasar bagi setiap orang yang makan nasi, pembelajarannya dilakukan dengan disuruh-suruh orang tua untuk membantu masak nasi. Belum lagi diminta bantu menggoreng, ngulek bumbu, menyiangi ikan dan seterusnya untuk lauk nasi. 

Jumat, 26 Juni 2020

Pengetahuan Itu Linier Dengan Uripmu


Kamid: “Lulusan Pendidikan Agama Islam kok ngomong karbohidrat dan zat gula!!? Ga linier dan kamu bukan ahlinya!!”

Doelzemprull: “Iyakah!?”

Mengetahui nutrisi dalam makanan bukan berarti kita akan auto-pakar gizi, melainkan sebagai pengetahuan diri agar kita bisa memilih makanan baik dan bergizi (thayyiban) yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Bukan untuk buka praktik sebagai ahli gizi. Untuk mengkonsumsi vitamin C dari buah tidak harus dengan mengkonsumsi buah kiwi. Kita bisa membeli jeruk nipis, nanas, atau jambu merah untuk pemenuhan kebutuhan vitamin C dari buah yang harganya lebih murah tanpa harus membayar untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

Apakah untuk menjadi Presiden harus lulusan administrasi negara? begitu pula untuk menjadi anggota dewan perwakilan rakyat harus lulus mata kuliah kebijakan publik atau jurusan yang sesuai dengan kepakaran pada komisi-komisi masing-masing? Presiden pertama kita seorang insinyur, ke-2 seorang militer, ke-3 seorang pakar teknologi pesawat terbang, ke-4 seorang Kiai dan lulusan pesantren, ke-5 puteri proklamator, ke-6 seorang militer dan ke-7 lulusan kehutanan. Apakah pengetahuan para presiden linier dengan jabatannya?

Kita harus memiliki banyak pengetahuan untuk kehidupan kita. Tubuh membutuhkan nutrisi dari makanan, sehingga butuh cara untuk mencari makan dengan ilmu bercocok tanam, ilmu perdagangan, kelautan, cara berinteraksi, pertukangan dan dipecah-pecah menjadi cabang-cabang keilmuan. Bila kita lapar, maka yang harus dilakukan adalah makan. Bila tak punya makanan, carilah! Dengan apa? Kita dibekali organ tubuh agar kita berdaya upaya memenuhi kebutuhan hidup kita. Sederhana saja, lapar bukan berdoa; bekerjalah sehingga mendapatkan uang untuk membeli makanan. Bila tak ada yang bisa membayar kita, bekerjalah agar mendapatkan makan sebab yang kita butuhkan adalah makan. Kenapa kita pusing? Sebab kita bekerja agar kita kaya, mempunyai motor, mobil, dan simpanan uang beratus-ratus juta di bank.

Bila kita menguasai pengetahuan tentang berdagang, maka kita bisa berdagang dengan mengandalkan kepercayaan (amanah) sebagai modal utama kita. Bila kita menguasai ilmu bercocok tanam, maka kita bisa minta ijin mengelola lahan orang lain untuk ditanami dengan sistem yang diperbolehkan agama. Bila kita memiliki keahlian tertentu, maka kita bisa menawarkan jasa keahlian kita untuk orang lain. Bila kita hanya memiliki tenaga, kita bisa menawarkan jasa tenaga kita untuk bersih-bersih, kuli panggul, dan lainnya.

Hidup butuh sehat, ada pengetahuan tentang pengobatan dan kesehatan. Apakah pengetahuan ini harus dimonopoli oleh paramedis? Tidak. Sebelum ada dokter, perawat, bidan, mantri kesehatan, dan apoteker manusia sudah membutuhkan kesehatan itu sendiri. Mereka mengetahui tanaman obat-obatan, bagaimana hidup sehat, dan seterusnya dari pengalaman-pengalaman kehidupannya sehingga kemudian keilmuan kesehatan itu terlembagakan. Apakah sebagai orang awam tak boleh mengetahui pengetahuan tentang hidup sehat kita?

Hidup butuh Tuhan, maka pengetahuan tentang-Nya dibutuhkan melalui teks-teks agama. Manusia cenderung mempercayai kekuatan yang lebih dibandingkan dirinya. Tadbir kisah Ibrahim a.s., mencari Tuhan adalah bentuk bagaimana manusia sebagai homo religius membutuhkan Tuhan atau kekuatan supranatural. Kebutuhan manusia tentang Tuhan dibimbing dalam teks-teks agama, sehingga manusia dapat mencapai kehidupan yang sempurna (muttaqin). Apakah berbicara tentang spiritualitas, menjelaskan alasan menjalani kehidupan berdasarkan nash agama hanya diomonopoli oleh agamawan? Tidak.

Mengerti semua hal, bukan untuk atau menjadi pakar atau ahli. Melainkan sebagai makhluk hidup kita membutuhkan pengetahuan agar kehidupan kita lebih baik, lebih bermanfaat bagi kehidupan itu sendiri. Kepakaran merupakan kecenderungan seseorang menekuni bidang tertentu yang telah teruji dan dibuktikan keahliannya. Meskipun kita “pakar” terhadap pengobatan tradisional, untuk dianggap sebagai ahli harus diuji oleh orang yang hanya mengetahui secara teoritis tentang pengobatan tersebut. Palingan kita akan disebut sebagai dukun atau tabib atau orang pintar. Sedangkan mereka yang belajar di sekolahan, kemudian melakukan riset tentang pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat tertentu kemudian akan disebut sebagai ahli (pengetahuan) tentang pengobatan masyarakat tertentu meskipun tanpa dia sendiri mempraktikannya.

Pengetahuan itu harus linier dengan kebutuan kehidupan kita dalam segala bidang kehidupan. Dan kebutuhan kehidupan kita ada dalam kehidupan kita sendiri, seperti butuh papan, sandang, pangan, butuh sehat, dan butuh Allah Swt. Carilah pengetahuan atas kehidupan kita sendiri, sehingga tidak tergantung pada lainnya kecuali memang kita dalam keadaan darurat diri (dz).

Sabtu, 15 Desember 2018

Apakah kamu yang selalu menyisakan makan?

"Mubazir!!!,....."  bukan hanya memubazirkan saja, karena makanan sisamu bisa saja dimakan ayam, cacing dan hewan pengurai lainnya. Melainkan ada hal-hal yang tidak kita sadari:

Kamis, 13 Desember 2018

Ah Ngentut,...Tak Sopan !!


Doel mesan Go-Jek, internetnya muter-muter lama,....eh ternyata ga nyadar kuota internet  habis. Keluar dari stasiun, doel gugup dan cepet-cepet nyari angkutan umum sambil cengar-cengir menahan sesuatu. Akhirnya dapatlah angkot 01 jurusan Terminal Bekasi – Pulo Gadung. 

“Ah,...alhamdulillah, legaaa,....”, Doel sudah dapat angkutan meskipun duduknya ingsat-ingsut tak tenang. 

Selasa, 11 Desember 2018

Mental Penanam Pohon, Kangkung dan Tengkulak


Ada orang yang suka menanam biji atau bibit pohon berkayu besar. Dengan sabar penanam pohon itu memiliki harapan yang lebih luas, agar lingkungannya rindang, sumber air sumur, ada burung prenjak atau kutilang yang bercuitan sambil mengais ulat di pepohonan, dan pohon-pohon itu kelak berbuah untuk dimakan. Mereka tak hanya berbagi antar sesama manusia, namun codot, lalat buah, ulat buah, tikus pohon dapat menikmati buah tanaman tersebut. Disamping itu ada pencari kayu bakar yang mengais ranting kering, tumbuh jamur, dan perdu di sekitar pohon dan akhirnya akan menjadi rumah besar ekosistem baru yang saling menjalankan fungsi untuk keberlangsungan hidup. 

Senin, 10 Desember 2018

Generasi Dispenser

Di era millenial kita diperkenalkan dengan istilah jaman old dan jaman now, sebuah perpaduan lucu-lucuan atau karena seringnya orang Indonesia mencampur-adukkan bahasa Indonesia dan Inggris dalam percakapan. Padahal saat ini yang disebut sebagai jaman now, pada waktunya akan menjadi jaman old di era generasi berikutnya.

Rabu, 08 Agustus 2018

Korosi
Besi yang korosi terbelet lumpur takkan pernah tertarik oleh magnet. Dia harus dicuci dan dibuang daki-daki korosinya, barulah ia bisa tertarik pada magnet. Magnet terbesar adalah Nabi Sallahu alaihi wassalam, semetara para kinasih menjadi magnet-magnet karena gesekkan dengan beliau.

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...