Senin, 26 Desember 2022

Data Berserak, Silakan Dipungut

Meneliti pekerjaan yang sangat menarik, bahkan ibu-ibu majelis gibah pun akan menggali informasi yang dianggap akurat tentang objek gibahnya. Prinsip sama, namun berbeda teknik dan peruntukannya antara gibah dan penelitian. Begitu pula prinsip riset sederhana dalam dunia pendidikan, discovery learning.

Penelitian merupakan bagian dari tugas Dosen yaitu mengajar/mendidik, meneliti dan mengabdi sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi. Dosen bisa mengajar sambil menggunakan mahasiswa sebagai responden. Dosen memiliki banyak sumber data yang bisa dipungut, dikelompokkan dan dianalisis menjadi sebuah tulisan yang menarik.

Sabtu, 24 Desember 2022

Jin: Informan Penelitian?

Di sela-sela makan siang di Rumah Makan Alaska, Karanganyar Pekalongan ada pembicaraan menarik. Menurut Ketua LP2M, Prof. Imam Khanafi; kampus dipeseni sama Habib Luthfi untuk mengeksplorasi sejarah-sejarah makam di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Hasil riset diharapkan dapat memetakan penyebaran Islam di wilayah Pekalongan. Bagaimana cara mengungkapkan fakta dalam sebuah situs makam atau peninggalan cagar budaya berbentuk benda yang memiliki sejarah?

Selasa, 29 November 2022

Pembangunan Bukan 5 Tahunan

Pemilu 2024 masih jauh, para calon atau orang yang menginginkan menjadi calon sudah kasak kusuk memantaskan diri layak dicalonkan sebagai Calon Presiden (Capres) atau Calon Wakil Presiden (Cawapres). Beberapa nama seperti Ganjar Pranowo, Probowo, Anis Baswedan, Erick Thohir, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono, Puan Maharani, dan nama-nama lainnya sudah mulai "dijajakan" hingga menggunakan polling-pollingan. 

Jumat, 03 Juni 2022

Bila Tuhan “tak ada”, piye yo?

Ada ucapan tokoh nasional, “Bila aku dah meninggal, piye yo bangsa ini?”

Pertanyaan tersebut dapat kita dapat menjawab; “Biasa-biasa saja”, seperti jawaban Mas Gibran dalam wawancara talkshow Mata Najwa.

Rabu, 01 Juni 2022

Jangan Meremehkan

Semua orang akan merasa bangga memiliki teman atau saudara orang hebat, pejabat, profesor, orang kaya, dan kedudukan tinggi lainnya. Coba kita lihat kebanggaan mereka dengan tingkah dan cerita kebanggaannya dan memajang foto-foto kedekatannya di akun media sosialnya untuk menunjukkan kelasnya pada follower. 

Orang yang mengenal orang-orang “besar” dapat lupa daratan, sehingga tatkala turun di landasan akhirnya tergelincir, jatuh dan malu. ini terjadi karena mereka melupakan teman, tetangga, dan orang-orang yang dulu sama-sama “rendah” status sosial ekonominya. Kita tidak boleh memandang remeh dan menghinakan orang-orang tersebut, bisa jadi mereka berubah nasibnya baik melalui ikhtiyar diri atau karena anak-anak mereka hingga kemudian sukses.  Dan status sosial kita lebih rendah dari mereka.

Sabtu, 28 Mei 2022

KODRAH LURAH: Penanaman Tauhid Melalui Pemilihan Kepala Desa

Masing-masing wilayah memiliki kearifan sendiri dengan penyebutan pemimpin desanya (kepala desa).  Sebutan geuchik (Aceh), wali nagari (Sumatera Barat), pambakal (Kalimantan Selatan), hukum tua (Sulawesi Utara), perbekel (Bali), kuwu (Pemalang, Brebes, Tegal, Cirebon dan Indramayu), pangulu (Simalungun, Sumatera Utara), peratin (Pesisir Barat, Lampung), dan Kapala Lembang (Tana Toraja & Toraja Utara, Sulawesi Selatan) (sumber: wikipedia). Dan di sebagian wilayah Jawa menyebutnya dengan Ki Lurah, namun setelah perubahan istilah desa dan kelurahan menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1979, lambat laun panggilan Ki Lurah menjadi Pak Kades (Kepala Desa).

Setelah pemberlakukan Undang-undang tersebut, Kepala Desa dipilih oleh masyarakat desa secara demokratis, sedangkan Lurah merupakan jabatan karir yang ditunjuk oleh Bupati atau Walikota untuk memimpin wilayah tingkat kelurahan. Proses pemilihan Kepala Desa dulu dikenal sebagai “KODRAH LURAH”.

Bila kita telusuri, kata KODRAH merupakan serapan dari Bahasa Arab dari akar kata qa-da-ra yang artinya kuasa. Kodrah juga merupakan salah satu sifat dua puluh Allah qudrat yang berarti Maha Kuasa. Kodrah Lurah dapat dimaknai sebagai menjemput pemimpin desa sesuai dengan kuasa Allah. Orang yang menerima pulung disinyalir merupakan orang pilihan Allah. Masyarakat menyebutnya sebagai pulung keprabon atau wahyu keprabon dan ada yang menyebut ndaru.

Pulung berarti mendapatkan anugerah dan keprabon dapat berarti kepemimpinan. Pulung Keprabon berarti anugerah untuk memimpin, sesuai keinginan para leluhur. Pulung ditandai dengan jatuhnya "bintang" atau cahaya dari langit kepada orang terpilih yang akan menduduki jabatan lurah (Kepala Desa). Orang-orang waskito kemudian menggunakan petunjuk itu untuk memberitahukan kepada masyarakat untuk memilih calon yang ketiban pulung.

Proses pemilihan kepala desa yang dilakukan oleh masyarakat adalah ikhtiyar secara demokratis untuk menunjukkan kelayakan kepada masyarakat. Kelayakan tersebut dapat dilihat dari syarat administratif, penyampaian visi-misi-program kerja dan perilaku keseharian para calon. Di sisi lain, para kandidat harus memperjuangkan kelayakan diri di mata leluhur dan Sang Penguasa dengan pertanda Pulung tersebut sebagai anugerah atau kepercayaan.

Pengistilahan Kodrah Lurah, memberikan pesan bahwa kepemimpinan Kepala Desa adalah anugerah dari Allah Swt sebagai perwujudan dari sifat Qadrat (berkuasa) atas segalanya; innnallah ‘ala kulli syai’in qadir. Serapan ajaran Islam banyak kita temukan dalam peristilahan di Jawa, seperti sekaten (syahadatain), merah delima (dal-lima: surat al-ikhlas) dan lainnya. Dan sudah seharusnya setelah Kodrah Lurah (pemilihan Kepala Desa), situasi dan kondisi desa tetap adem ayem sebab masyarakat harus menerima kuasa Allah (Qadrat-Iradat) atas seseorang yang terpilih menjadi kepala desa atau lurah.

Semoga masyarakat desa memahami makna "KODRAH LURAH" yang merupakan penauhidan ajaran agama melalui penyelenggaraan pemilihan kepala desa. Sehingga masyarakat tetap harus mencari petunjuk, siapa sosok yang tepat menjadi pemimpin, dan menerimanya sebagai suatu pemberian dari Allah swt atas kuasa-Nya.

Perubahan istilah “Kodrah Lurah” menjadi Pilkades (Pemilhan Kepala Desa) menghilangkan nilai-nilai filosofis yang dibangun oleh para leluhur. Apalagi praktik Pilkades mengadopsi Pilkada dan Pemilu legislatif yang cenderung menggunakan materi untuk menghimpun dukungan dari masyarakat. Pemilihan pemimpin dengan modal yang besar cenderung memupuk perilaku koruptif untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan untuk meraih kursi kepemimpinan.

Senin, 06 Desember 2021

BENDERA KUNING BERNOMOR

Kurang lebih sebulan lalu isteri bercerita tentang mimpinya. Dia diberi bendera antrian berwarna kuning dengan nomor 48. Setelah mengantri panjang, dia tidak dipanggil-panggil oleh petugas. Akhirnya, isteri mendekati petugas dan menanyakan antriannya:

Isteri          : “Kok saya belum dipanggil?”

Petugas    : “Nomor berapa?”

Isteri          : “nomor 48”

Petugas    : ‘Saya beri nomor antrian lagi ya”

Kemudian nomor tersebut diberikan ke isteri dengan nomor 52, dan isteri membawa bendera kuning dengan nomor 52 tersebut pulang ke rumah.

“Apa artinya, Mas?”, tanya isteri setelah menceritakan kisah mimpinya tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa mimpi adalah buah tidur yang dipengaruhi oleh kondisi psikis seseorang saat terjaganya. Misalnya, orang takut dikejar-kejar anjing dan kemudian terbawa ke dalam mimpinya itu kisahnya berlanjut. Ada pula, saat menjelang tidur dia makan dan belum minum minum, di mimpinya dia kehausan membutuhkan air minum.

Mimpi juga bisa merupakan informasi yang diberikan oleh Allah saat tertidurnya seseorang. Nabi Yusuf a.s., kecil pernah menceritakan dirinya mimpi menelan bulan. Ayahandanya mengetahuinya, kelak Yusuf akan menjadi orang pilihan yang akan menjadi seorang nabi.

Terkait dengan mimpi di atas, hanya bisa mengira-kira dengan melihat realita yang ada di sekitar kita. Bendera kuning biasa digunakan untuk memberikan tanda bahwa di lingkungan tersebut ada orang yang meninggal. Sehingga saat orang-orang melihat bendera tersebut, mengetahui bahwa di lingkungan tersebut ada yang meninggal dunia. Dan mereka bisa menelusuri bendera tersebut hingga ke rumah duka. Selain bendera kuning, bendera putih juga digunakan sebagai lambang duka di beberapa daerah dan negara.

Angka 48 dan 52 bisa saja merupakan simbol dari usia manusia, yaitu 48 tahun dan 52 tahun. Bisa jadi, jatah usia dari 48 tahun diundur menjadi usia 52 tahun, atau satu di usia 48 tahun dan yang satu di usia 52 tahun. Bila mimpi tersebut hanya sebagai bunga tidur, maka hanya cerita kita setelah bangun tidur.

Bila mimpi it
u merupakan kabar kebenaran yang diberikan melalui mimpi, maka merupakan peringatan dan perintah agar memperbaiki diri sebelum ada tamu yang menjemput pulang. Kita harus mempersiapkan diri sehingga layak bertemu dzat yang mengutus kita lahir di dunia. Menjadi diri kita sebagai jiwa yang muthmainnah dan kembali dengan penuh keridhaan-Nya. Sesuai dengan QS. Al-Fajr 27-28. Semoga Allah menjadikan usia kita dalam ketaatan kepada-Nya dan mengikuti sunah-sunah Nabiyyina Muhammadin saw.

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...