Senin, 27 Juni 2016

Oh....Lailah

Gusti, ijinkan aku menyapa Lailah walau dia enggan untuk mendengar sapaanku.

Lailah, kau dicari dan dinanti. Orang-orang menerka dan mengira-ira kedatanganmu. Di awal, pertengahan atau menjelang subuh. Orang-orang sibuk menyambutmu dengan murattilan, dzikir, shalat sunah. Mereka menunggumu, ada yang menantimu di bilik-bilik rumah dengan mengacuhkan kebutuhan syahwatnya hanya untuk bertemu denganmu.

Rabu, 25 Mei 2016

Jasad Tak Bernilai


Jasad akan menjadi bangkai tak bernilai;
dibingkai cantik pun tak kan ada yang membeli;
diberikan cuma-cuma akan ditolak manusia;
anjing pun enggan memakannya;


cacing hanya menjalankan sunnah;
mengurai jasad kembali ke tanah;
teman hanya berucap innalillah;
dan melakukan kewajiban mengurus jenazah;

Minggu, 22 Mei 2016

Bukan itu,....Tafsirku

gb diperoleh dari alfi-sahri-aja.blogspot.comSurga ditafsirkan dengan kemaluan, sehingga terbayang sehari-harinya akan bersenggama dengan 40 bidadari tanpa henti. Jihad hanya untuk mendapatkan kepuasan syahwat kemaluan.

Surga ditafsirkan dengan mulut dan perut, hingga terlena dengan segala fasilitas tak terbatas dengan makanan terhidang dengan sendirinya.

Surga ditafsirkan dengan keindahan mata memandang, keindahan alam dengan pepohonan rindang dan gemricik aliran air jernih, susu dan arak.

Senin, 18 April 2016

Pemimpin Budhek, Batal "Jamaahnya"

Pemimpin itu penggembala, yang menuntun gembalaannya untuk cari makan dan bila tak terlihat maka sang penggembala akan mencarinya. Bila menganut konsep "lir ilir Kanjeng Sunan", harus didasarkan pada " belimbing bergeligir lima", terserah kalian memaknainya. Artinya mereka mempunyai hubungan transendental dengan Allah dan baik kepada manusia serta makhluk yang ada di bumi. Mereka menangkap pesan langit dan menerjemahkan dalam kebijakannya.

Minggu, 10 April 2016

Pemimpin Sami'un Bashir

Pemimpin ada karena ada yang dipimpin yaitu pegawai atau masyarakat, dan atau diamanati untuk memimpin baik dipilih oleh anggota/masyarakat maupun ditunjuk oleh pimpinan yang lebih tinggi. Jabatan politis dipilih oleh anggota/masyarakat melalui pemilihan, sedangkan jabatan birokratif diangkat melalui prestasi atau promosi. Kedua kepemimpinan tersebut mempunyai tanggung jawab masing-masing dihadapan Allah dan manusia.

Senin, 14 Maret 2016

Dagelan Kehormatan

Orang-orang yang memiliki jabatan dan kedudukan "terpaksa" harus diletakkan pada maqom orang-orang yang terhormat. Kok terpaksa ?, iyalah,..kita juga tidak tahu apakah mereka berperilaku sebagai orang yang pantas dihormati atau tidak. Ada yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, tertangkap nyabu, korupsi, berbuat mesum dan tindakan-tindakan yang merendahkan kehormatannya.

Jumat, 11 Maret 2016

Was - was, Was-wis dan wis .....wis

Was-was dan curiga akhirnya menuduh sesama yang berpotensi menjadi fitnah. Kita dibuat saling curiga dan tidak percaya satu sama lain. Kemudian saling menghancurkan, bersoraklah mereka.

Apa adanya dibilang pencitraan, carimuka dibilang pengabdian, kaya dibilang nyupang, naik jabatan ditanyain "nyogok berapa'?, lama tak dipromosikan dibilang dibuang dan seabrek ketidak-percayaan atas fenomena yang ada dicurigai sebagai bukan kemurnian. Kita diberikan suguhan seperti itu dalam keseharian kita baik di lingkungan kerja, masyarakat maupun media, yang akan terus merusak hati kita.

Bukankah was-was itu tak baik (syarr), yang selalu was-wis di dalam hati kita (shudur). Dimana setan menjadi faktor pendorongnya, sehingga tidak yakin dengan apa yang kita lakukan atau mamang (syak). Keragu-raguan yang lebih fatal dapat meragukan keagungan Allah swt., atas Rahman dan Rahim-Nya terhadap makhluknya.  Oleh karena itu, kita harus berlindung kepada Allah dari hati yang was-was.

Setan, bukanlah makhluk yang terpisah dari diri kita karena mereka bersemayam dalam diri jin dan manusia. Bisa saja kita adalah penjelmaan setan yang mengkondisikan was-was, kecurigaan sesama dan akhirnya saling fitnah. Fitnah akan berdampak sangat mengerikan, karena itu fitnah merupakan perbuatan keji yang melebihi pembunuhan.

Wis....wis - sudahlah - bukan kewenangan kita untuk menghukumi batiniyah seseorang, lihatlah apa yang dikaryakan dan mari berlindung dari hati yang was-was yang was-wis dalam hati kita. Waspada itu boleh, persiapan yang matang itu juga boleh, merasa tidak sempurna itu baik tapi tidak boleh was-was. Hal-hal yang meragukan sebaiknya ditinggalkan, karena bila keraguan itu terbukti kebenarannya (buruk), yang tersisa hanya penyesalan. Moga Allah menetapkan hati kita pada agama-Nya dan menjadi hati yang selamat (qalbun salim). dz al Qishud, 11/03/2016

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...