Rabu, 15 Februari 2017

Agama Tanpa Nyawa, Seperti Suara Melewati TOA

Anda mengupas ilmu dan ketinggian derajat karenanya, namun anda biarkan pendidikan di sekitar anda tak berkualitas untuk meningkatkan derajat anak-anak didiknya.

Anda mengupas thaharoh, sementara anda membutakan diri setiap hari melewati lingkungan yang kumuh. Membiarkan orang-orang membuang sampah sembarangan.

Anda mengupas shalat dan manfaatnya, bahkan seringkali menjadi imam. Namun anda tak bisa merapatkan barisan umat di luar shalat, mereka dihujat dianggap tidak taat padahal sang imam khianat.

Anda mengupas kewajiban zakat dan anjuran infak serta sedekah, anda sendiri berharap upah saat ceramah. Mengapa anda tidak membuatkan wadah ?

Anda membahas puasa dan faedahnya, namun anda tak rela mengencangkan ikat pinggang dan mengulurkan tangan memberi makan yang membutuhkan.

Anda membicarakan riba dan ancamanya, namun membiarkan tetangga dan jamaah mempraktekannya tanpa mencegahnya dengan pinjaman lunak atau sedekah untuk mereka.

Ceramah menguap, agama tanpa nyawa, dan anda tanpa rupa. Tak ubahnya suara melewati Toa, begitu pula islam hanya lewat dari mulut anda, terdengar ada suara dan hilang menguap mengudara.

Sabtu, 11 Februari 2017

Blumbang (Tempat Sampah) Kearifan

Dulu, saat kecil bapak sering menggali tanah dengan ukuran 1 meter kubik, sebagai tempat sampah alami. Sebelum banyak sampah-sampah tak terurai dari bahan plastik, kaca, dan karet, sampah-sampah organik membantu proses penggemburan dan peninggian tanah. Dengan adanya mikro organisme atau pengurai, sampah diubah menjadi kompos dan tanah pun semakin subur. 

Blumbang harus siap menerima semua sampah, sampah terurai membuat tanah gembur dan subur. Yang tidak dapat diurai terkubur dalam tanah tak tampak lagi, meskipun limbah tersebut mengganggu kesuburan tanah. Bisakah kita menjadi "Blumbang" untuk menampung dan mengubah sampah-sampah cacian, makian, hinaan, keluhan, kemarahan orang, cerita bahagia, sapaan, pujian, dan lain sebagainya, dengan menyiapkan pengurai yang bisa menyuburkan dan meninggikan derajat kita ? hingga orang lain menuai manisnya kebaikan kita.

Selasa, 27 Desember 2016

Satrio Wirang

Tanpa tanding di medan perang;
Tak bisa kau cerita pertempuran;
Tak bisa berkata menang, kecuali pecundang;


Perang tak hanya kata-kata propaganda;
Atau provokasi belaka;
Tanpa kau di depan sebagai pandega;

Kamis, 22 Desember 2016

A Pathetic Farewell ( Kepergian Yang Dinanti )

Saat kita lahir, orang-orang disekitar kita tersenyum bahagia padahal kita bayi menangis meraung-raung dilahirkan di dunia. Namun apakah suatu saat meninggalkan dunia ini mereka akan sedih atau bahagia dengan ketiadaan kita. Para kekasih sangat disedihkan oleh pecintanya, hingga langit dan bumi pun ikut menangis sedih. Matahari takkan menampakkan sinarnya, langit kelam, angin tak menghembuskan diri karena kesedihan itu. 

Kamis, 15 Desember 2016

Allah Heran

Allah pun heran kepada 9 (sembilan) orang, sebagai berikut:
  1. orang yang percaya terhadap pastinya maut tetapi mereka masih sombong dan membanggakan diri;
  2.  orang yang mengetahui hari perhitungan, tetapi mereka masih sibuk menumpuk-nimpuk harta;
  3. orang yang paham bahwa dia pasti akan masuk lobang kubiran, tetapi mereka sanggup tertawa terbahak-bahak;
  4. orang yang yakin terhadap hari akhirat tetapi mereka masih berpanjang-panjang dalam  kesenangan dan lalai
  5.  orang yang mengerti bahwa dunia ini fana tetapi ia masih terus saja menambatkan hati kepadanya
  6.  orang yang pandai bicara tetapi ia bodoh di dalam menyelami pengertian
  7. orang yang hari-harinya habis (sibuk) membicarakan aib orang lain tetapi ia lupa melihat cacatnya (aibnya) sendiri
  8.  orang yang sadar bahwa Aku memperhatikan tingkah lakunya (kapan dan dimana pun saja) tetapi tetap saja ia durhaka;
  9. orang-orang yang tahu bahwa ia akan mati sendirian danmasuk kuburan sendirian tetapi masih saja menggantungkan kebahagiaan kepada senda gurau dan main-main dengan banyak orang.

Selasa, 06 Desember 2016

Tuhan e wes Mengkeret.

"Tuhan e wes tambah mengkeret, Agamane semakin sempit, pikire cupet, akale mampet, atine wes podo empet", doel semprull moring-moring saat bangun tidur di Pagemblungan.

"Ono opo doel..!!, bangun tidur kok uni-uni gak karuan seperti itu. Dapat mimpi apa...?, tanya Kamid.
"Ngelu Ndase,...!!
"Mules Wetenge...!!.
"Pengen ngising....Negg !!,
(doel jawab pertanyaan Kamid dan dilanjutkan sederetan omelan yang ga berhenti)

Senin, 28 November 2016

By Design ,............

Kita menjadikan al Qur'an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup bahkan sesekali melihat ijtihad ulama' bila keduanya tak ada tuntunanya. Bahkan budaya yang tidak dilarang oleh keduanya pun diperbolehkan. Seperti halnya pisau, adalah benda pasif yang memiliki fungsi memotong dan kemanfaatan atau kemadharatannya tergantung penggunanya. Begitu pula apa yang kita yakini tentang al Qur'an dan as Sunnah, akan bermanfaat sebagai pedoman hidup menuju taqwa atau tidak tergantung penggunanya.

Floating Gardens: Salah Satu Solusi Blooming Enceng Gondok

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes memiliki kemampuan berkembang biak secara cepat dan massif hingga menutupi seluruh permukaan air dan...